<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Di UGM, wanita itu tidak beda dengan Agrobisnis</title>
	<atom:link href="http://hermansaksono.com/2005/11/di-ugm-wanita-itu-tidak-beda-dengan.html/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://hermansaksono.com/2005/11/di-ugm-wanita-itu-tidak-beda-dengan.html</link>
	<description>Patternless thoughts, pointless wisdom</description>
	<lastBuildDate>Sat, 11 Feb 2012 14:56:14 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3</generator>
	<item>
		<title>By: Anonymous</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2005/11/di-ugm-wanita-itu-tidak-beda-dengan.html/comment-page-1#comment-2320</link>
		<dc:creator>Anonymous</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 30 Jan 2007 08:17:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2005/11/di-ugm-wanita-itu-tidak-beda-dengan-agrobisnis.html#comment-2320</guid>
		<description>uhh...baca obrolan2 kamu2 semuanya kayak mainin piano dengan tempo 140 dengan nada yang gak jelas.&lt;br /&gt;friend...&lt;br /&gt;kalau anda bicara PSW anda semua harus bisa membedakan apa itu konsep gender dan apa itu konsep seks. jangan mencampurkan antara keduanya... karena keduanya punya worldview yang berbeda, nah kalau udah nyampurin 2 worldview yang berbeda itu sama saja kita melakukan sweeping stetement. trus anda juga harus menuntukan worldview anda...&lt;br /&gt;yang terjadi saat ini&lt;br /&gt;epistimologi beda, worldview beda, metafisika juga beda..&lt;br /&gt;yach.....gimana mau nyatu.&lt;br /&gt;akhirnya semua obrolan gak sistematis. dan semakin membuktikan kedangkalan subjek dalam mengetahui objecknya.&lt;br /&gt;aurevoir....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>uhh&#8230;baca obrolan2 kamu2 semuanya kayak mainin piano dengan tempo 140 dengan nada yang gak jelas.<br />friend&#8230;<br />kalau anda bicara PSW anda semua harus bisa membedakan apa itu konsep gender dan apa itu konsep seks. jangan mencampurkan antara keduanya&#8230; karena keduanya punya worldview yang berbeda, nah kalau udah nyampurin 2 worldview yang berbeda itu sama saja kita melakukan sweeping stetement. trus anda juga harus menuntukan worldview anda&#8230;<br />yang terjadi saat ini<br />epistimologi beda, worldview beda, metafisika juga beda..<br />yach&#8230;..gimana mau nyatu.<br />akhirnya semua obrolan gak sistematis. dan semakin membuktikan kedangkalan subjek dalam mengetahui objecknya.<br />aurevoir&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: psikopat tulen</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2005/11/di-ugm-wanita-itu-tidak-beda-dengan.html/comment-page-1#comment-772</link>
		<dc:creator>psikopat tulen</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 14 Jan 2006 21:07:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2005/11/di-ugm-wanita-itu-tidak-beda-dengan-agrobisnis.html#comment-772</guid>
		<description>jujur saja jika bicara tentang pemberdayaan atau mengobjek kan perempuan, perempuan dalam arti masyarakat umum saja tidak mempermasalahkan hal tersebut, akar permasalah yang kalian bicarakan sebenarnya simpel wanita/perempuan itu mau diposisikan dimana, coba elu pada bayangin masyarakat yang primitive dibeberapa daerah di belahan dunia, rata-rata wanita/perempuan diposisikan sebagai yang lemah dari segi fisik, contoh yang paling kongkert herman lihat cewek beli belanjaan banyak, dan menurut herman belanjaan itu berat otomatis herman menawarkan untuk membantu cewek tersebut, kalau dari contoh diatas faktor kejiwaan berperan dan hal ini sudah terus terjadi sampai sekarang, sehingaa istilah wanita di jajah pria itu ada. ngerti enggak (sorry biasa di ajari dosen pake analogi yang rumit)T_T</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>jujur saja jika bicara tentang pemberdayaan atau mengobjek kan perempuan, perempuan dalam arti masyarakat umum saja tidak mempermasalahkan hal tersebut, akar permasalah yang kalian bicarakan sebenarnya simpel wanita/perempuan itu mau diposisikan dimana, coba elu pada bayangin masyarakat yang primitive dibeberapa daerah di belahan dunia, rata-rata wanita/perempuan diposisikan sebagai yang lemah dari segi fisik, contoh yang paling kongkert herman lihat cewek beli belanjaan banyak, dan menurut herman belanjaan itu berat otomatis herman menawarkan untuk membantu cewek tersebut, kalau dari contoh diatas faktor kejiwaan berperan dan hal ini sudah terus terjadi sampai sekarang, sehingaa istilah wanita di jajah pria itu ada. ngerti enggak (sorry biasa di ajari dosen pake analogi yang rumit)T_T</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Empu Jangkrik</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2005/11/di-ugm-wanita-itu-tidak-beda-dengan.html/comment-page-1#comment-419</link>
		<dc:creator>Empu Jangkrik</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 Dec 2005 10:29:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2005/11/di-ugm-wanita-itu-tidak-beda-dengan-agrobisnis.html#comment-419</guid>
		<description>Kelihatannya ada pengertian yang tidak tepat dalam kata &#039;objek&#039;. Pusat Studi Wanita memang menjadikan wanita menjadi objek penelitian, tetapi kata objek ini berbeda dengan pengertian umum. Dalam kehidupan sehari-hari kata objek sering diartikan sebagai &#039;menggunakan untuk kepentingan tertentu&#039;, seperti misalnya : &#039;objek politik&#039;, skripsi yang di-&#039;objek&#039;-kan. Nah dalam dunia penelitian kata objek sebenarnya mempunyai arti &#039;sesuatu yang dijadikan pusat perhatian&#039;. Ini berarti Pusat Studi Wanita dapat diartikan menjadi &#039;menjadikan wanita menjadi pusat perhatian peneliti. Lalu, apa yang diteliti, cukup banyak, misalnya peranan wanita jawa dalam menopang perekonomian keluarga dan sebagainya. Apa gunanya melakukan hal tersebut? Prinsip dasar penelitian adalah &#039;memperoleh pemahaman yang benar atau utuh tentang objek penelitian&#039;, jadi dengan melakukan kajian terhadap wanita dan peranannya maka diharapkan pandangan-pandangan yang selama ini keliru, misalnya : ternyata dalam keluarga jawa wanita(perempuan) memegang peranan penting dalam kehidupan ekonomi keluarga, padahal selama ini kita mengira wanita itu cuma &#039;konco wingking&#039;.&lt;br/&gt;Semoga memberi pencerahan...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kelihatannya ada pengertian yang tidak tepat dalam kata &#8216;objek&#8217;. Pusat Studi Wanita memang menjadikan wanita menjadi objek penelitian, tetapi kata objek ini berbeda dengan pengertian umum. Dalam kehidupan sehari-hari kata objek sering diartikan sebagai &#8216;menggunakan untuk kepentingan tertentu&#8217;, seperti misalnya : &#8216;objek politik&#8217;, skripsi yang di-&#8217;objek&#8217;-kan. Nah dalam dunia penelitian kata objek sebenarnya mempunyai arti &#8216;sesuatu yang dijadikan pusat perhatian&#8217;. Ini berarti Pusat Studi Wanita dapat diartikan menjadi &#8216;menjadikan wanita menjadi pusat perhatian peneliti. Lalu, apa yang diteliti, cukup banyak, misalnya peranan wanita jawa dalam menopang perekonomian keluarga dan sebagainya. Apa gunanya melakukan hal tersebut? Prinsip dasar penelitian adalah &#8216;memperoleh pemahaman yang benar atau utuh tentang objek penelitian&#8217;, jadi dengan melakukan kajian terhadap wanita dan peranannya maka diharapkan pandangan-pandangan yang selama ini keliru, misalnya : ternyata dalam keluarga jawa wanita(perempuan) memegang peranan penting dalam kehidupan ekonomi keluarga, padahal selama ini kita mengira wanita itu cuma &#8216;konco wingking&#8217;.<br />Semoga memberi pencerahan&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Herman Saksono</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2005/11/di-ugm-wanita-itu-tidak-beda-dengan.html/comment-page-1#comment-337</link>
		<dc:creator>Herman Saksono</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 26 Nov 2005 11:41:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2005/11/di-ugm-wanita-itu-tidak-beda-dengan-agrobisnis.html#comment-337</guid>
		<description>&lt;i&gt;Btw, kenapa postingan ama komentarnya jadi beda jalur gini..?!&lt;br/&gt;Hihihi..&lt;/i&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Enggak, cuman aku meluruskan kalau iklan yang memakai wanita dengan sedemikan kampungan, adalah iklan yang asal jadi, miskin kreativitas, dan jelek. Bukan karena mengeksploitasi wanita, tapi karena si pembuat iklan tidak ingin mengeksplorasi metode komunikasi massal dengan kemasan yang jauh lebih menarik.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Akhir-akhir ini, iklan jadi seperti sampah.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p><i>Btw, kenapa postingan ama komentarnya jadi beda jalur gini..?!<br />Hihihi..</i></p>
<p>Enggak, cuman aku meluruskan kalau iklan yang memakai wanita dengan sedemikan kampungan, adalah iklan yang asal jadi, miskin kreativitas, dan jelek. Bukan karena mengeksploitasi wanita, tapi karena si pembuat iklan tidak ingin mengeksplorasi metode komunikasi massal dengan kemasan yang jauh lebih menarik.</p>
<p>Akhir-akhir ini, iklan jadi seperti sampah.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: tikabanget</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2005/11/di-ugm-wanita-itu-tidak-beda-dengan.html/comment-page-1#comment-335</link>
		<dc:creator>tikabanget</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 26 Nov 2005 09:35:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2005/11/di-ugm-wanita-itu-tidak-beda-dengan-agrobisnis.html#comment-335</guid>
		<description>Buat Rio, ni ada situsnya bab perempuan tadi.. :p&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;a HREF=&quot;http://www.angelfire.com/journal/fsulimelight/betina.html&quot; REL=&quot;nofollow&quot;&gt; Betina, Wanita, Perempuan:&lt;br/&gt;Telaah Semantik Leksikal,&lt;br/&gt;Semantik Historis, Pragmatik&lt;/a&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Buat Rio, ni ada situsnya bab perempuan tadi.. :p</p>
<p><a HREF="http://www.angelfire.com/journal/fsulimelight/betina.html" REL="nofollow"> Betina, Wanita, Perempuan:<br />Telaah Semantik Leksikal,<br />Semantik Historis, Pragmatik</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: tikabanget</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2005/11/di-ugm-wanita-itu-tidak-beda-dengan.html/comment-page-1#comment-334</link>
		<dc:creator>tikabanget</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 26 Nov 2005 09:32:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2005/11/di-ugm-wanita-itu-tidak-beda-dengan-agrobisnis.html#comment-334</guid>
		<description>#Rio :&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Ya.. Metode komunikasi massal sich sah2x saja.. Asalkan tidak over.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;--------------------------------------&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Setuju.&lt;br/&gt;Gak over dan gak norak.&lt;br/&gt;Iklan cerdas biasanya gak perlu mengeksploitasi cewek-cewek buat produknya.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Btw, kenapa postingan ama komentarnya jadi beda jalur gini..?!&lt;br/&gt;Hihihi..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>#Rio :</p>
<p>Ya.. Metode komunikasi massal sich sah2x saja.. Asalkan tidak over.</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;</p>
<p>Setuju.<br />Gak over dan gak norak.<br />Iklan cerdas biasanya gak perlu mengeksploitasi cewek-cewek buat produknya.</p>
<p>Btw, kenapa postingan ama komentarnya jadi beda jalur gini..?!<br />Hihihi..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Kramero</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2005/11/di-ugm-wanita-itu-tidak-beda-dengan.html/comment-page-1#comment-332</link>
		<dc:creator>Kramero</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 25 Nov 2005 19:56:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2005/11/di-ugm-wanita-itu-tidak-beda-dengan-agrobisnis.html#comment-332</guid>
		<description>Maksudnya gini, profesi2x yang Saya sebutkan diatas khan marak sekali ahir2x ini.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Dan sering kali, dari profesi2x tersebut, hanya mengeksploitasi sebagian potensi yang ada di perempuan. Got it...?&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Nah, di situ lah peran pemberdayaan wanita, ups.. maksud Saya, &#039;Perempuan&#039; (yang artinya ngga nyambung) itu di perlukan.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Ya.. Metode komunikasi massal sich sah2x saja.. Asalkan tidak over.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Maksudnya gini, profesi2x yang Saya sebutkan diatas khan marak sekali ahir2x ini.</p>
<p>Dan sering kali, dari profesi2x tersebut, hanya mengeksploitasi sebagian potensi yang ada di perempuan. Got it&#8230;?</p>
<p>Nah, di situ lah peran pemberdayaan wanita, ups.. maksud Saya, &#8216;Perempuan&#8217; (yang artinya ngga nyambung) itu di perlukan.</p>
<p>Ya.. Metode komunikasi massal sich sah2x saja.. Asalkan tidak over.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Herman Saksono</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2005/11/di-ugm-wanita-itu-tidak-beda-dengan.html/comment-page-1#comment-330</link>
		<dc:creator>Herman Saksono</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 25 Nov 2005 15:03:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2005/11/di-ugm-wanita-itu-tidak-beda-dengan-agrobisnis.html#comment-330</guid>
		<description>Hmmm.. maksudnya gimana to? Soalnya, antara penjalasan dan contoh kok sptnya kurang nyambung.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Tapi sahya rasa perlu dibedakan antara iklan yang menggunakan wanita untuk meng-appeal pria dan yang untuk meng-appeal wanita. &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Yang pertama ditujukan untuk mendapatkan attention target audience (Pria), maka dipilihlakh sesuatu yang menarik perhatian cowok, yaitu (cewek). Tapi sebenarnyya ini bisa apa saja, asal membuat pria tertarik.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Yang kedua, ditujukan untuk membuat target audience (cewek) terhubung/associated dengan produk yang ditawarkan, makanya digunakan model cewek dengaan fisik dan situasi yang diharapkan para wanita. Misalnya iklan susu untuk lansia, dipilih model cewek yang walaupun tua tapi segar. Iklan sabun wajah untuk remaja pakai model cewek yang putih, wajahnya halus temannya banyak.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Yang pertama berusaha mencari attention. Yang kedua berusaha membuat produknya berkaitan dengan yang nonton. Tidak ada yang salah atau berniat menidak-berdayakan perempuan disni. Cuma sebuah metoda komunikasi masal.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Hmmm.. maksudnya gimana to? Soalnya, antara penjalasan dan contoh kok sptnya kurang nyambung.</p>
<p>Tapi sahya rasa perlu dibedakan antara iklan yang menggunakan wanita untuk meng-appeal pria dan yang untuk meng-appeal wanita. </p>
<p>Yang pertama ditujukan untuk mendapatkan attention target audience (Pria), maka dipilihlakh sesuatu yang menarik perhatian cowok, yaitu (cewek). Tapi sebenarnyya ini bisa apa saja, asal membuat pria tertarik.</p>
<p>Yang kedua, ditujukan untuk membuat target audience (cewek) terhubung/associated dengan produk yang ditawarkan, makanya digunakan model cewek dengaan fisik dan situasi yang diharapkan para wanita. Misalnya iklan susu untuk lansia, dipilih model cewek yang walaupun tua tapi segar. Iklan sabun wajah untuk remaja pakai model cewek yang putih, wajahnya halus temannya banyak.</p>
<p>Yang pertama berusaha mencari attention. Yang kedua berusaha membuat produknya berkaitan dengan yang nonton. Tidak ada yang salah atau berniat menidak-berdayakan perempuan disni. Cuma sebuah metoda komunikasi masal.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Kramero</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2005/11/di-ugm-wanita-itu-tidak-beda-dengan.html/comment-page-1#comment-329</link>
		<dc:creator>Kramero</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 25 Nov 2005 14:35:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2005/11/di-ugm-wanita-itu-tidak-beda-dengan-agrobisnis.html#comment-329</guid>
		<description>@tika_banget&lt;br/&gt;------------&lt;br/&gt;Secara etimologis, kata Perempuan berasal dari kata empu yang berarti &#039;tuan&#039;, &#039;orang yang mahir/berkuasa&#039;, atau pun &#039;kepala&#039;, &#039;hulu&#039;, atau &#039;yang paling besar&#039;&lt;br/&gt;------------&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Well.. hubungan nya dengan jenis kelamin Anda apa yah...?&lt;br/&gt;Maksud Saya, kok bahasa yang di serap &#039;ngga nyambung&#039; dengan maksud nya..? (No Offense)&lt;br/&gt;Beda dengan &#039;Wanita&#039; yang tentu saja berasal dari kata &#039;Betina&#039; yang ber transform jadi &#039;Wetina&#039; dan untuk memperhalus, di ubah menjadi &#039;Wanita&#039;...&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;-----------------------------------&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Hmmm...&lt;br/&gt;Gue pribadi tidak menentang soal issue &#039;pemberdayaan&#039; ini. &#039;Pemberdayaan&#039; bukan mengatakan bahwa Perempuan tidak berdaya, tapi lebih pada arti &#039;di berdayakan&#039;.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Contohnya seperti ini :&lt;br/&gt;Berapa banyak profesi seorang Perempuan yang hanya mengandalkan Sex Appeal...? SPG misalnya, atau model iklan, atau PR, atau lain sebagainya.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Jika tidak ada studi mengenai pemberdayaan, tentu saja di khawatirkan akan lebih banyak eksploitasi - eksploitasi lainnya.&lt;br/&gt;(Bahkan iklan Oli Mobil dan Pompa air saja mulai mengeksploitasi perempuan.)&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Saya percaya bahwa kapasitas seorang perempuan bukan hanya dari soal kemolekan tubuh. Oleh sebab itu, resource yang berharga tersebut lebih baik &#039;di berdayakan&#039; bukan..?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@tika_banget<br />&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;<br />Secara etimologis, kata Perempuan berasal dari kata empu yang berarti &#8216;tuan&#8217;, &#8216;orang yang mahir/berkuasa&#8217;, atau pun &#8216;kepala&#8217;, &#8216;hulu&#8217;, atau &#8216;yang paling besar&#8217;<br />&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;</p>
<p>Well.. hubungan nya dengan jenis kelamin Anda apa yah&#8230;?<br />Maksud Saya, kok bahasa yang di serap &#8216;ngga nyambung&#8217; dengan maksud nya..? (No Offense)<br />Beda dengan &#8216;Wanita&#8217; yang tentu saja berasal dari kata &#8216;Betina&#8217; yang ber transform jadi &#8216;Wetina&#8217; dan untuk memperhalus, di ubah menjadi &#8216;Wanita&#8217;&#8230;</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;</p>
<p>Hmmm&#8230;<br />Gue pribadi tidak menentang soal issue &#8216;pemberdayaan&#8217; ini. &#8216;Pemberdayaan&#8217; bukan mengatakan bahwa Perempuan tidak berdaya, tapi lebih pada arti &#8216;di berdayakan&#8217;.</p>
<p>Contohnya seperti ini :<br />Berapa banyak profesi seorang Perempuan yang hanya mengandalkan Sex Appeal&#8230;? SPG misalnya, atau model iklan, atau PR, atau lain sebagainya.</p>
<p>Jika tidak ada studi mengenai pemberdayaan, tentu saja di khawatirkan akan lebih banyak eksploitasi &#8211; eksploitasi lainnya.<br />(Bahkan iklan Oli Mobil dan Pompa air saja mulai mengeksploitasi perempuan.)</p>
<p>Saya percaya bahwa kapasitas seorang perempuan bukan hanya dari soal kemolekan tubuh. Oleh sebab itu, resource yang berharga tersebut lebih baik &#8216;di berdayakan&#8217; bukan..?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: tikabanget</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2005/11/di-ugm-wanita-itu-tidak-beda-dengan.html/comment-page-1#comment-325</link>
		<dc:creator>tikabanget</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 25 Nov 2005 09:29:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2005/11/di-ugm-wanita-itu-tidak-beda-dengan-agrobisnis.html#comment-325</guid>
		<description>Sama ama mas Topan. Aku juga gak gitu enak denger dengan apa yang disebut-sebut sebagai Pemberdayaan Wanita.&lt;i&gt;(Wanita diberdayakan??!!!Kesannya kasar..)&lt;/i&gt;&lt;br/&gt;Pusat Studi Wanita.&lt;i&gt;(Wanita punya tempat untuk di-studi-kan?!!Kesannya jadi obyek..)&lt;/i&gt;&lt;br/&gt;Mungkin penamaannya kali, yang bikin serasa &lt;b&gt;&quot;Wanita adalah obyek studi dan kajian&quot;&lt;/b&gt;.Hehe..&lt;br/&gt;Coba kalo diganti jadi : &lt;b&gt;&quot;Pusat Studi bagi Wanita&quot;&lt;/b&gt;.&lt;br/&gt;Nah..Beda kan?&lt;br/&gt;Kalo gitu kan image yang didapat udah beda banget. (Tapi emang jadi pindah jalur gitu artinya..:D Cuma contoh..)&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Tapi sebenernya fungsinya apa ya? Terus terang aku lebih &lt;i&gt;prefer&lt;/i&gt; berbuat lewat tindakan untuk memperbaiki level dan derajat perempuan. Daripada demo sana-sini, tapi image dan inner gak keliatan &lt;b&gt;&lt;i&gt;girl power&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;nya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sama ama mas Topan. Aku juga gak gitu enak denger dengan apa yang disebut-sebut sebagai Pemberdayaan Wanita.<i>(Wanita diberdayakan??!!!Kesannya kasar..)</i><br />Pusat Studi Wanita.<i>(Wanita punya tempat untuk di-studi-kan?!!Kesannya jadi obyek..)</i><br />Mungkin penamaannya kali, yang bikin serasa <b>&#8220;Wanita adalah obyek studi dan kajian&#8221;</b>.Hehe..<br />Coba kalo diganti jadi : <b>&#8220;Pusat Studi bagi Wanita&#8221;</b>.<br />Nah..Beda kan?<br />Kalo gitu kan image yang didapat udah beda banget. (Tapi emang jadi pindah jalur gitu artinya..:D Cuma contoh..)</p>
<p>Tapi sebenernya fungsinya apa ya? Terus terang aku lebih <i>prefer</i> berbuat lewat tindakan untuk memperbaiki level dan derajat perempuan. Daripada demo sana-sini, tapi image dan inner gak keliatan <b><i>girl power</i></b>nya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

