<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Menolak RUU Anti Pornografi</title>
	<atom:link href="http://hermansaksono.com/2006/03/menolak-ruu-anti-pornografi.html/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://hermansaksono.com/2006/03/menolak-ruu-anti-pornografi.html</link>
	<description>Patternless thoughts, pointless wisdom</description>
	<lastBuildDate>Sat, 11 Feb 2012 14:56:14 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3</generator>
	<item>
		<title>By: noname</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2006/03/menolak-ruu-anti-pornografi.html/comment-page-2#comment-17559</link>
		<dc:creator>noname</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 02 Jan 2009 05:29:24 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2006/03/menolak-ruu-anti-pornografi.html#comment-17559</guid>
		<description>Aku seh setuju2 aja ada UU Anti Pornografi...  aku bukan orang alim juga.. aku juga pernah kebablasan juga... tapi setidak2nya kesalahanku.. tidak terjadi ma adik2ku or ponak2anku yang masih balita.. lucu2 and menyenangkan.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Aku seh setuju2 aja ada UU Anti Pornografi&#8230;  aku bukan orang alim juga.. aku juga pernah kebablasan juga&#8230; tapi setidak2nya kesalahanku.. tidak terjadi ma adik2ku or ponak2anku yang masih balita.. lucu2 and menyenangkan.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: anonym</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2006/03/menolak-ruu-anti-pornografi.html/comment-page-2#comment-15440</link>
		<dc:creator>anonym</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 04 Dec 2008 01:34:07 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2006/03/menolak-ruu-anti-pornografi.html#comment-15440</guid>
		<description>&quot;Suasana tanya jawab berjalan biasa, hingga seorang anak laki-laki berdiri dan mengacungkan tangan tinggi-tinggi. ”Ya, mau tanya apa, Nak,” tanya Elly. Tak dinyana, bocah tanggung itu berkata, ”Bu, kalau saya sudah menikah, bolehkah saya menggauli istri saya dari depan, belakang, dan samping?” Kalimat itu mengalir lancar dari mulut sang bocah. Raut wajahnya juga tanpa dosa, khas anak-anak. ”Tubuh saya kontan berkeringat dingin. Lutut gemetar, bingung mau menjawab apa,” kata Elly, mengenang.&quot;
Kok justru saya melihat bahwa Elly bukan guru yang baik. Seharusnya, guru yang baik justru menjelaskan yang benar, dan mengarahkan boleh atau tidak. Sudah wajar anak anak bertanya sesuatu yang tidak mereka ketahui. Kalau ditutupi seperti itu, tidak heran mereka mencari pengalaman di luar yang tidak bertanggung jawab. Anak anak yang diberi pendidikan yang baik, memang tidak akan takut bertanya seperti itu, tetapi itu bukan berarti dia menonton pornography, itu hanya karena mereka ingin tahu. Sebuah borok yang ditutupi dan tidak diobati, suatu saat akan mengakibatkan amputasi.
Ingat, borok itu melebar. Kalau di badan anda luka, membusuk, dan ngga diobati tapi ditutupi sama kain atau sama baju biar ngga kelihatan, semakin lama akan semakin banyak yang ditutup, dan suatu saat harus diamputasi, atau mengakibatkan kematian. Di masyarakat kita, sudah biasa menutupi borok sex. Beda dengan di luar sana, dimana mereka tahu bahwa sex adalah hal yang tidak mungkin dicegah karena hampir setiap manusia pasti mengalaminya, dan memberikan pendidikan supaya tidak merugikan. 

Nah, kalau sudah seperti kasus yang saya kutip dibawah ini, amputasi pun udah ga mempan.

&quot;Ranking 1 - 10 contoh jahiliyah. Kiblat kebebasan, yaitu Amerika Serikat, ada di ranking itu. So…. apa lagi yang mau dipake untuk membuktikan kalau di USA sono angka perkosaan rendah? Setidaknya, dibandingkan dengan Qatar, Indonesia, dan Arab Saudi, …. negeri kiblat kebebasa itu jauh lebih tinggi angka perkosaannya. Artinya apa? Diaturnya pornografi tidak membuat mereka lebih beradab dari Indonesia. Yang benar adalah PORNOGRAFI dan PORNOAKSI dilarang, bukan diatur!!!!!!&quot;

Sebelumnya, gue pengen komentar yang post ini.. Lucu banget.. US disebut, tapi kok afrika yang paling atas ngga disebut? Hhahahaa. Karena mayoritas di afrika dan mayoritas arab sama ya pak? Karena kalau afrika disebut, dan udah gitu disebut saudi arabia, argumennya jadi ngga valid yak? Hahahaha.

Saudi arabia adalah tempat dimana borok tersebut sudah terlalu sering ditutupi sampai akhirnya tidak bisa diobati, dan harus diamputasi. Angka perkosaan kecil, betul.. tapi bukan berarti perkosaan ngga banyak. Oooppsss.. sorry.. di arab tidak dikenal perkosaan. Yang dikenal perzinahan, dimana perempuan yang berzinah harus dicambuk. Jadi tidak ada kata perkosaan dalam kamus saudi arabia. Karena kata perkosaan tidak dikenal, maka angka perkosaan juga hanya dikenal oleh mereka yang mengenal kata perkosaan tersebut. Karena menurut kamus bahasa saudi arabia, perkosaan = perzinahan. Wanita yang diperkosa pun suka kok, jadi harus dihukum juga karena ngga sama muhrimnya. Biarpun wanita tersebut diseret dari dalam rumah sekalipun oleh pemerkosanya, itu tetap dianggap perzinahan, suka sama suka. Jadi, yah. kalo dilaporin, malah wanitanya yang harus dihukum cambuk atau dilemparin batu sampe mati. 
Karena itu saya bilang, saudi arabia adalah tempat dimana borok sex yang mestinya diobati itu terus dan terus melebar, sampai diamputasi pun ngga bisa karena busuknya borok itu sudah mendarah daging.

Nah, pertanyaan saya, kemana kita akan membawa bangsa ini? Apakah kita akan menjadi US, yang biarpun kriminal perkosaan tinggi, tetapi mereka berani melaporkan itu supaya pelakunya bisa dihukum, atau seperti saudi arabia yang sudah tidak mengenal kata perkosaan? Supaya berapa tingginya pun angka perkosaan, tidak akan tercatat di statistik krimininal? Tau ngga kalo diarab itu perkosaan berkali kali lipat lebih tinggi? Satu staunya tempat di dunia dan sekali sekalinya saya mergokin orang merkosa wanita di sudut jalan adalah di arab, dengan wanitanya tidak berani berteriak, hanya diam dan menangis. Waktu mau saya laporkan pun wanitanya malah bilang jangan. Kenapa? Karena pria-nya ngga takut dihukum. Wanitanya yang justru takut. Kalau dia berani berteriak minta tolong, dia yang akan dibunuh, dan yang memperkosa dia hanya dihukum ringan.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;Suasana tanya jawab berjalan biasa, hingga seorang anak laki-laki berdiri dan mengacungkan tangan tinggi-tinggi. ”Ya, mau tanya apa, Nak,” tanya Elly. Tak dinyana, bocah tanggung itu berkata, ”Bu, kalau saya sudah menikah, bolehkah saya menggauli istri saya dari depan, belakang, dan samping?” Kalimat itu mengalir lancar dari mulut sang bocah. Raut wajahnya juga tanpa dosa, khas anak-anak. ”Tubuh saya kontan berkeringat dingin. Lutut gemetar, bingung mau menjawab apa,” kata Elly, mengenang.&#8221;<br />
Kok justru saya melihat bahwa Elly bukan guru yang baik. Seharusnya, guru yang baik justru menjelaskan yang benar, dan mengarahkan boleh atau tidak. Sudah wajar anak anak bertanya sesuatu yang tidak mereka ketahui. Kalau ditutupi seperti itu, tidak heran mereka mencari pengalaman di luar yang tidak bertanggung jawab. Anak anak yang diberi pendidikan yang baik, memang tidak akan takut bertanya seperti itu, tetapi itu bukan berarti dia menonton pornography, itu hanya karena mereka ingin tahu. Sebuah borok yang ditutupi dan tidak diobati, suatu saat akan mengakibatkan amputasi.<br />
Ingat, borok itu melebar. Kalau di badan anda luka, membusuk, dan ngga diobati tapi ditutupi sama kain atau sama baju biar ngga kelihatan, semakin lama akan semakin banyak yang ditutup, dan suatu saat harus diamputasi, atau mengakibatkan kematian. Di masyarakat kita, sudah biasa menutupi borok sex. Beda dengan di luar sana, dimana mereka tahu bahwa sex adalah hal yang tidak mungkin dicegah karena hampir setiap manusia pasti mengalaminya, dan memberikan pendidikan supaya tidak merugikan. </p>
<p>Nah, kalau sudah seperti kasus yang saya kutip dibawah ini, amputasi pun udah ga mempan.</p>
<p>&#8220;Ranking 1 &#8211; 10 contoh jahiliyah. Kiblat kebebasan, yaitu Amerika Serikat, ada di ranking itu. So…. apa lagi yang mau dipake untuk membuktikan kalau di USA sono angka perkosaan rendah? Setidaknya, dibandingkan dengan Qatar, Indonesia, dan Arab Saudi, …. negeri kiblat kebebasa itu jauh lebih tinggi angka perkosaannya. Artinya apa? Diaturnya pornografi tidak membuat mereka lebih beradab dari Indonesia. Yang benar adalah PORNOGRAFI dan PORNOAKSI dilarang, bukan diatur!!!!!!&#8221;</p>
<p>Sebelumnya, gue pengen komentar yang post ini.. Lucu banget.. US disebut, tapi kok afrika yang paling atas ngga disebut? Hhahahaa. Karena mayoritas di afrika dan mayoritas arab sama ya pak? Karena kalau afrika disebut, dan udah gitu disebut saudi arabia, argumennya jadi ngga valid yak? Hahahaha.</p>
<p>Saudi arabia adalah tempat dimana borok tersebut sudah terlalu sering ditutupi sampai akhirnya tidak bisa diobati, dan harus diamputasi. Angka perkosaan kecil, betul.. tapi bukan berarti perkosaan ngga banyak. Oooppsss.. sorry.. di arab tidak dikenal perkosaan. Yang dikenal perzinahan, dimana perempuan yang berzinah harus dicambuk. Jadi tidak ada kata perkosaan dalam kamus saudi arabia. Karena kata perkosaan tidak dikenal, maka angka perkosaan juga hanya dikenal oleh mereka yang mengenal kata perkosaan tersebut. Karena menurut kamus bahasa saudi arabia, perkosaan = perzinahan. Wanita yang diperkosa pun suka kok, jadi harus dihukum juga karena ngga sama muhrimnya. Biarpun wanita tersebut diseret dari dalam rumah sekalipun oleh pemerkosanya, itu tetap dianggap perzinahan, suka sama suka. Jadi, yah. kalo dilaporin, malah wanitanya yang harus dihukum cambuk atau dilemparin batu sampe mati.<br />
Karena itu saya bilang, saudi arabia adalah tempat dimana borok sex yang mestinya diobati itu terus dan terus melebar, sampai diamputasi pun ngga bisa karena busuknya borok itu sudah mendarah daging.</p>
<p>Nah, pertanyaan saya, kemana kita akan membawa bangsa ini? Apakah kita akan menjadi US, yang biarpun kriminal perkosaan tinggi, tetapi mereka berani melaporkan itu supaya pelakunya bisa dihukum, atau seperti saudi arabia yang sudah tidak mengenal kata perkosaan? Supaya berapa tingginya pun angka perkosaan, tidak akan tercatat di statistik krimininal? Tau ngga kalo diarab itu perkosaan berkali kali lipat lebih tinggi? Satu staunya tempat di dunia dan sekali sekalinya saya mergokin orang merkosa wanita di sudut jalan adalah di arab, dengan wanitanya tidak berani berteriak, hanya diam dan menangis. Waktu mau saya laporkan pun wanitanya malah bilang jangan. Kenapa? Karena pria-nya ngga takut dihukum. Wanitanya yang justru takut. Kalau dia berani berteriak minta tolong, dia yang akan dibunuh, dan yang memperkosa dia hanya dihukum ringan.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Ayyubi</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2006/03/menolak-ruu-anti-pornografi.html/comment-page-2#comment-14634</link>
		<dc:creator>Ayyubi</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 22 Nov 2008 08:48:25 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2006/03/menolak-ruu-anti-pornografi.html#comment-14634</guid>
		<description>Buat Anonymous yang super getol menolak RUU APP Holy stupid shit! dengan  cara berpikir yang masih harus dicek kenormalannya, saya punya satu pertanyaan..
Anda tahu tidak teroris bernama IRA.  Pasti ga tahu kan? Itu tukang bom nomor satu bro.  Dan tak usah saya sebutkan apa agamanya para teroris itu, yang jelas mereka bukan muslim. Intinya setiap agama pasti punya pengikut garis keras, tapi bukan agamanya yg salah, pola pikir merekalah penyebabnya.
Jadi,
sebelum anda menghujat salah satu agama dan mengalihkan permasalahan, benahi dulu pengetahuan anda deh.
We ke ke kek.. 
Peace...ing me off!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Buat Anonymous yang super getol menolak RUU APP Holy stupid shit! dengan  cara berpikir yang masih harus dicek kenormalannya, saya punya satu pertanyaan..<br />
Anda tahu tidak teroris bernama IRA.  Pasti ga tahu kan? Itu tukang bom nomor satu bro.  Dan tak usah saya sebutkan apa agamanya para teroris itu, yang jelas mereka bukan muslim. Intinya setiap agama pasti punya pengikut garis keras, tapi bukan agamanya yg salah, pola pikir merekalah penyebabnya.<br />
Jadi,<br />
sebelum anda menghujat salah satu agama dan mengalihkan permasalahan, benahi dulu pengetahuan anda deh.<br />
We ke ke kek..<br />
Peace&#8230;ing me off!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Ki Dalang Mantingan</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2006/03/menolak-ruu-anti-pornografi.html/comment-page-2#comment-14588</link>
		<dc:creator>Ki Dalang Mantingan</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 21 Nov 2008 14:47:03 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2006/03/menolak-ruu-anti-pornografi.html#comment-14588</guid>
		<description>Nanti kalo Indonesia sudah kewalahan menghadapi : Free sex dan kumpul kebo. Pemuda/pemudinya sangat malu diejek teman-temannya karena masih perawan/jejaka. Gay dan lesbian dimana-mana, bisa menikah sah lagi. Indonesia juga punya industri sex (majalah, film dan mainan) yang legal. Barulah orang-orang yang tidak setuju RUU APP ini menyesal. TAPI SUDAH TERLAMBAT!!!!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Nanti kalo Indonesia sudah kewalahan menghadapi : Free sex dan kumpul kebo. Pemuda/pemudinya sangat malu diejek teman-temannya karena masih perawan/jejaka. Gay dan lesbian dimana-mana, bisa menikah sah lagi. Indonesia juga punya industri sex (majalah, film dan mainan) yang legal. Barulah orang-orang yang tidak setuju RUU APP ini menyesal. TAPI SUDAH TERLAMBAT!!!!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: J. Tjahjyono</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2006/03/menolak-ruu-anti-pornografi.html/comment-page-2#comment-12387</link>
		<dc:creator>J. Tjahjyono</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 19 Oct 2008 05:10:50 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2006/03/menolak-ruu-anti-pornografi.html#comment-12387</guid>
		<description>Dibalik pembatasan audiencee pornografi, berarti ada kepentingan konsumen ponografi dan penjual ponografi (pemilik situs/majalah/fotographer/dll - yang memiliki omset bisa mencapai  ratusan juta rupiah per bulan). Saya tidak tahu Bapak yang satu ini (Herman Saksono) berada di pihak mana. Buat saya, sayang kalau anugerah mata digunakan untuk itu. Bagaimana mempertanggungjawabkannya kepada SANG PENCIPTA mata ?
&lt;blockquote&gt;Menurut saya, hal-hal yang tidak perlu kita campuri sebaiknya diserahkan ke masing-masing individu saja.&lt;/blockquote&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Dibalik pembatasan audiencee pornografi, berarti ada kepentingan konsumen ponografi dan penjual ponografi (pemilik situs/majalah/fotographer/dll &#8211; yang memiliki omset bisa mencapai  ratusan juta rupiah per bulan). Saya tidak tahu Bapak yang satu ini (Herman Saksono) berada di pihak mana. Buat saya, sayang kalau anugerah mata digunakan untuk itu. Bagaimana mempertanggungjawabkannya kepada SANG PENCIPTA mata ?</p>
<blockquote><p>Menurut saya, hal-hal yang tidak perlu kita campuri sebaiknya diserahkan ke masing-masing individu saja.</p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Anonymous</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2006/03/menolak-ruu-anti-pornografi.html/comment-page-2#comment-5691</link>
		<dc:creator>Anonymous</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 26 Mar 2008 08:24:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2006/03/menolak-ruu-anti-pornografi.html#comment-5691</guid>
		<description>yg ditentang itu pornografinya ya pak atau RUUnya?&lt;br/&gt;saya juga setuju jika RUU itu ditentang, jika isinya membuat seorang ibu yg menyusui anaknya di depan umum masuk penjara, sementara koruptor 1.3 triliun bisa bebas di china (RRC)&lt;br/&gt;Saya setuju jika &#039;porno&#039;nya (ntah yg gimana itu def porno ya? telanjang ?iya, bugil ? iya, bugil di tempat mandi? hmmmm, terlihat payudaranya? ya &amp; tidak, baju seksi?hmmmm, baju renang?hmmmm) dihalangi tapi tidak membuat saya ke penjara ketika saya mencium istri saya di stasiun, yg sedih karena ditinggal pergi tugas oleh saya selama 1 minggu (bulan/tahun) ke luar kota(negeri)&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;ntah benar ntah tidak, tapi hati saya agak keki juga jika ada seorang wanita (ibu) di tanggerang yg ditangkap diTUDUH sbg wts, hanya karna melewati &#039;jam malam&#039; kota tanggerang dan busuknya jika ada pasangan ditangkap karena melewati &#039;jam malam&#039; kota tanggerang pasangan lakinya bebas, wanitanya? ya di..............</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>yg ditentang itu pornografinya ya pak atau RUUnya?<br />saya juga setuju jika RUU itu ditentang, jika isinya membuat seorang ibu yg menyusui anaknya di depan umum masuk penjara, sementara koruptor 1.3 triliun bisa bebas di china (RRC)<br />Saya setuju jika &#8216;porno&#8217;nya (ntah yg gimana itu def porno ya? telanjang ?iya, bugil ? iya, bugil di tempat mandi? hmmmm, terlihat payudaranya? ya &#038; tidak, baju seksi?hmmmm, baju renang?hmmmm) dihalangi tapi tidak membuat saya ke penjara ketika saya mencium istri saya di stasiun, yg sedih karena ditinggal pergi tugas oleh saya selama 1 minggu (bulan/tahun) ke luar kota(negeri)</p>
<p>ntah benar ntah tidak, tapi hati saya agak keki juga jika ada seorang wanita (ibu) di tanggerang yg ditangkap diTUDUH sbg wts, hanya karna melewati &#8216;jam malam&#8217; kota tanggerang dan busuknya jika ada pasangan ditangkap karena melewati &#8216;jam malam&#8217; kota tanggerang pasangan lakinya bebas, wanitanya? ya di&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Anonymous</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2006/03/menolak-ruu-anti-pornografi.html/comment-page-2#comment-1663</link>
		<dc:creator>Anonymous</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 29 Oct 2006 21:57:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2006/03/menolak-ruu-anti-pornografi.html#comment-1663</guid>
		<description>Buat Anonymous yang super getol mendukung RUU APP B(ullshit) dengan data-data yang masih harus dicek akurasinya, saya punya satu pertanyaan..&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Kan konon banyak banget pelaku kejahatan seksual yang mendapat inspirasi dari materi pornografi..&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Seperti juga konon banyak banget pelaku terorisme yang mendapat inspirasi dari kitab atau ajaran salah satu agama..&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Jadi,&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Mau dibikin RUU AAQ ga??&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Ehehehehe.. :)&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Peace.. NOT!!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Buat Anonymous yang super getol mendukung RUU APP B(ullshit) dengan data-data yang masih harus dicek akurasinya, saya punya satu pertanyaan..</p>
<p>Kan konon banyak banget pelaku kejahatan seksual yang mendapat inspirasi dari materi pornografi..</p>
<p>Seperti juga konon banyak banget pelaku terorisme yang mendapat inspirasi dari kitab atau ajaran salah satu agama..</p>
<p>Jadi,</p>
<p>Mau dibikin RUU AAQ ga??</p>
<p>Ehehehehe.. :)</p>
<p>Peace.. NOT!!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: The same gal from the Bronx</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2006/03/menolak-ruu-anti-pornografi.html/comment-page-1#comment-1418</link>
		<dc:creator>The same gal from the Bronx</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 25 May 2006 08:46:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2006/03/menolak-ruu-anti-pornografi.html#comment-1418</guid>
		<description>alah ngomong aja! org gituh mah munafik semua huegggg</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>alah ngomong aja! org gituh mah munafik semua huegggg</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Anonymous</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2006/03/menolak-ruu-anti-pornografi.html/comment-page-1#comment-1413</link>
		<dc:creator>Anonymous</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 23 May 2006 07:38:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2006/03/menolak-ruu-anti-pornografi.html#comment-1413</guid>
		<description>gak mau terperangkap ah sama pro kontra. ngabisin tenaga en capek jari nulis gak ada yang perhatiin nih orang gedean. cuman mau bagi cerita aja. si momon nih pasti belum punya istri dan anak. umur 24 gitu pasti lagi semangat-semangatnya ngeliat kuman di seberang lautan jadi nampak semua.&lt;br/&gt;gini mon, aku ini seorang ibu dari seorang anak balita cewek. tentu aja aku ingin anakku jadi orang bener. kebetulan mon, aku hidup di negeri tetangga yang jauhnya 7 jam dari jakarta. tebak sendiri aja mon. nah, di negeri ini yang namanya iklan di tipi, bisa kamu bayangin sendiri mon, perempuan gak pake baju bahkan lepas beha dn celana karena iklannya tuh cewek musti mandi di laut, kemudian naik lagi ke kapal dengan suara mendesah, dan tatapan menggoda sambil ngiklanin kalo ga salah minuman apa apa ya, aku lupa. gak cuma itu. wong ngiklanin pembalut aja, si model iklan juga polos. walah, aku itu cuma pringas-pringis mon ngeliatnya. bukan karena ngiri tu model pada bagus badannya, tapi merasa sayang ... badan bagus gitu kok diliatliatin sama banyak orang. kan eman-eman mon. lantas aku tanya mon, sama suamiku yang kebetulan warga negara asli, apakah engkau sebagai lelaki dan seorang ayah suka melihat perempuan seperti itu? apakah oragn-orang sebangsamu juga senang terhadap eksploitasi perempuan ini? maaf ya mon, aku pake kata ekspoitasi, walopun para perempuan itu tidak merasa tereksploitasi? &lt;br/&gt;kau tau mon, jawaban suamiku? dia bilang, walopun aku lelaki normal, tapi aku justru tidak suka meliat tayangan perempuan seperti itu. suamiku tu mon, juga yakin bahwa para orang tua dan banyak laki-laki sebangsanya yang sebenarnya tidak suka. tapi kebanyakan mereka memang tidak perduli. bahkan mon, drama tipi di sini, yang namanya adegan seks, bisa vulgar mon. apakah penonton suka? mereka malah ketawa! abis adegannya jadi konyol betul! juga mon, yang namnya kartun, ya ampun, ngeri deh isinya! dan buku kartun macam gini mon, gak disegel. bebas diliat di convinient store. mana harganya murah lagi! lantas pertanyaanku selanjutnya mon pada suamiku, bagaimana keadaan moral kaum muda bangsamu? dia prihatin mon! banyak kaum muda yang jadi sakit jiwa. bunuh anak kecil, dlsb. mereka juga punya penyakit kelainan seksual. trus banyak yang pada bunuh diri. wis mon, pokoke macem-macem.&lt;br/&gt;aku tu mon, yang dikaruniai gusti allah anak perempuan, terus terang ketar-ketir. aku dan suami mon, dari awal sudah menyusun ruu app bagi anakku. aku tak mau anakku jadi korban budaya yang ga cetha. oiya mon, perempuan disini tu pada aneh lo mon. kalo melihat temannya pake baju yang super irit mereka histeris! katanya, auh cakep sekali kamu! beli dimana bajunya? tapi apakah baju super irit itu pantas dipakenya? hhmmm... ntar kalo aku kasi komentar kamu bilang aku melanggar hak orang mon ... wong aku ndak membelikannya. orang itu rak harus sawang sinawang to mon. jangan apa-apa kok melanggar ham. aku sebagai seorang ibu, merasa bahwa sedia payung sebelum hujan itu baek. walopun gak jadi hujan, kan bisa untuk melindungi dari panas matahari.&lt;br/&gt;begitu mon.&lt;br/&gt;bagi ibu yang nulis disini dan takut ditangkep polisi karena nyusui anaknya di dalam mobil, saya mau usul sebagai sesama ibu-ibu, jangan lupa tutup pintu mobil. juga coba berkunjung ke mall terdekat, pergi ke bagian maternity wear. ada beha sopan untuk ibu menyusui, juga atasan yang ndak usah mbuka semua kalo mau menyusui. jadi tetep aman, bu. si bayi kenyang, ibu ndak masuk angin.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;sekarang mon soal inul. kamu yang orang jogja pernah dong jalan-jalan di, dimana ya,namanya aku lupa, tirtasari? itu lo tempatnya dangdut mania. kalo pernah, piye mon tanggapanmu? seru, aduhai, ato malah lucu?&lt;br/&gt;aku pernah nonton langsung atraksi ning inul di kotaku mon. aku pikir ning inul biasa aja tu goyangnya, dibanding yang di tirtasari itu, wa ..... malah amazing tuh stamina dan performanya. aku yang perempuan jadi sangat bergairah! bukannya trus bergairah yang gituan mon, tapi bersemangat! ya muga-muga ning inul tetep seperti itu, ndak trus jadi keblinger. dan semuga tetep tabah diundamana wong sak ndayak.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;kalimat terakhir mon, sesekali liatlah indonesia dari jauh, biar sedikit bau wangi, kalo dekat terus, bosen kan liat wajah bopengnya terus, dan busuk baunya, maaf mon pake koma terus, terlanjur nulis kalimat terakhir, wis!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>gak mau terperangkap ah sama pro kontra. ngabisin tenaga en capek jari nulis gak ada yang perhatiin nih orang gedean. cuman mau bagi cerita aja. si momon nih pasti belum punya istri dan anak. umur 24 gitu pasti lagi semangat-semangatnya ngeliat kuman di seberang lautan jadi nampak semua.<br />gini mon, aku ini seorang ibu dari seorang anak balita cewek. tentu aja aku ingin anakku jadi orang bener. kebetulan mon, aku hidup di negeri tetangga yang jauhnya 7 jam dari jakarta. tebak sendiri aja mon. nah, di negeri ini yang namanya iklan di tipi, bisa kamu bayangin sendiri mon, perempuan gak pake baju bahkan lepas beha dn celana karena iklannya tuh cewek musti mandi di laut, kemudian naik lagi ke kapal dengan suara mendesah, dan tatapan menggoda sambil ngiklanin kalo ga salah minuman apa apa ya, aku lupa. gak cuma itu. wong ngiklanin pembalut aja, si model iklan juga polos. walah, aku itu cuma pringas-pringis mon ngeliatnya. bukan karena ngiri tu model pada bagus badannya, tapi merasa sayang &#8230; badan bagus gitu kok diliatliatin sama banyak orang. kan eman-eman mon. lantas aku tanya mon, sama suamiku yang kebetulan warga negara asli, apakah engkau sebagai lelaki dan seorang ayah suka melihat perempuan seperti itu? apakah oragn-orang sebangsamu juga senang terhadap eksploitasi perempuan ini? maaf ya mon, aku pake kata ekspoitasi, walopun para perempuan itu tidak merasa tereksploitasi? <br />kau tau mon, jawaban suamiku? dia bilang, walopun aku lelaki normal, tapi aku justru tidak suka meliat tayangan perempuan seperti itu. suamiku tu mon, juga yakin bahwa para orang tua dan banyak laki-laki sebangsanya yang sebenarnya tidak suka. tapi kebanyakan mereka memang tidak perduli. bahkan mon, drama tipi di sini, yang namanya adegan seks, bisa vulgar mon. apakah penonton suka? mereka malah ketawa! abis adegannya jadi konyol betul! juga mon, yang namnya kartun, ya ampun, ngeri deh isinya! dan buku kartun macam gini mon, gak disegel. bebas diliat di convinient store. mana harganya murah lagi! lantas pertanyaanku selanjutnya mon pada suamiku, bagaimana keadaan moral kaum muda bangsamu? dia prihatin mon! banyak kaum muda yang jadi sakit jiwa. bunuh anak kecil, dlsb. mereka juga punya penyakit kelainan seksual. trus banyak yang pada bunuh diri. wis mon, pokoke macem-macem.<br />aku tu mon, yang dikaruniai gusti allah anak perempuan, terus terang ketar-ketir. aku dan suami mon, dari awal sudah menyusun ruu app bagi anakku. aku tak mau anakku jadi korban budaya yang ga cetha. oiya mon, perempuan disini tu pada aneh lo mon. kalo melihat temannya pake baju yang super irit mereka histeris! katanya, auh cakep sekali kamu! beli dimana bajunya? tapi apakah baju super irit itu pantas dipakenya? hhmmm&#8230; ntar kalo aku kasi komentar kamu bilang aku melanggar hak orang mon &#8230; wong aku ndak membelikannya. orang itu rak harus sawang sinawang to mon. jangan apa-apa kok melanggar ham. aku sebagai seorang ibu, merasa bahwa sedia payung sebelum hujan itu baek. walopun gak jadi hujan, kan bisa untuk melindungi dari panas matahari.<br />begitu mon.<br />bagi ibu yang nulis disini dan takut ditangkep polisi karena nyusui anaknya di dalam mobil, saya mau usul sebagai sesama ibu-ibu, jangan lupa tutup pintu mobil. juga coba berkunjung ke mall terdekat, pergi ke bagian maternity wear. ada beha sopan untuk ibu menyusui, juga atasan yang ndak usah mbuka semua kalo mau menyusui. jadi tetep aman, bu. si bayi kenyang, ibu ndak masuk angin.</p>
<p>sekarang mon soal inul. kamu yang orang jogja pernah dong jalan-jalan di, dimana ya,namanya aku lupa, tirtasari? itu lo tempatnya dangdut mania. kalo pernah, piye mon tanggapanmu? seru, aduhai, ato malah lucu?<br />aku pernah nonton langsung atraksi ning inul di kotaku mon. aku pikir ning inul biasa aja tu goyangnya, dibanding yang di tirtasari itu, wa &#8230;.. malah amazing tuh stamina dan performanya. aku yang perempuan jadi sangat bergairah! bukannya trus bergairah yang gituan mon, tapi bersemangat! ya muga-muga ning inul tetep seperti itu, ndak trus jadi keblinger. dan semuga tetep tabah diundamana wong sak ndayak.</p>
<p>kalimat terakhir mon, sesekali liatlah indonesia dari jauh, biar sedikit bau wangi, kalo dekat terus, bosen kan liat wajah bopengnya terus, dan busuk baunya, maaf mon pake koma terus, terlanjur nulis kalimat terakhir, wis!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: cultureactivist</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2006/03/menolak-ruu-anti-pornografi.html/comment-page-1#comment-1382</link>
		<dc:creator>cultureactivist</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 14 May 2006 16:31:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2006/03/menolak-ruu-anti-pornografi.html#comment-1382</guid>
		<description>saya murid kelas 2 SMA yang kebetulan sedang melakukan penelitian mengenai pornografi dan pornoaksi.. cuma tugas sekolah memang, tp dr artikel2 yg saya baca, dsb, saya jadi sadar kalo RUU ini bisa menghambat karir masa depan saya! ga masuk akal bgt.. nudity kan bisa jadi form of art.. kalo yg ngeliat berpikiran yg aneh2, ya itu salahnya sendiri. lagipula, emangnya ruu app bisa memperbaiki mental bangsa?? drpd ngurusin beginian, mendingan  mereka memperbaiki mutu pendidikan kek, ato apa kek gitu.. emangnya indonesia ga punya masalah2 lain yg lebih penting dan lebih layak diurusin? lagian kalo sampe ruu ini disahkan, gmn nasib fashion indonesia? butik2 mana pada mau kalo kyk gitu caranya? tutup semua bisa2.. ato mungkin mereka cuma jual kerudung sama jaket tangan panjang.. maleess bgt ga se!! ok, ini mungkin dr sudut pandang remaja bgt. maaf2. lanjut.&lt;br/&gt;ruu app PASTI bw dampak negatif buat tourism. trus dg adanya ruu app, pasti byk muncul pengangguran, trus tingkat kriminalitas jd tinggi.. lagian, emangnya ruu app bisa mencegah pelecahan seksual? siapa bilang? itu kan asalnya dr diri org masing2.. kalo emang dr sananya dia b*jingan, yaaa mau baju perempuan sampe kyk kostum ninja juga tetep aja dia tergoda.. ya ga?&lt;br/&gt;saya menolak bukan karena saya masih kecil dan ga tau apa2, bukan krn saya ga bermoral ato ga taat beragama, bukan karena saya suka hal2 yg berbau pornografi, tp saya ga terima aja kalo sampe ruu yg doesn&#039;t make any sense gini bikin hancur semuanya..&lt;br/&gt;kalo ampe disahkan, i&#039;ll probably move to another country d.. ga bgt.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya murid kelas 2 SMA yang kebetulan sedang melakukan penelitian mengenai pornografi dan pornoaksi.. cuma tugas sekolah memang, tp dr artikel2 yg saya baca, dsb, saya jadi sadar kalo RUU ini bisa menghambat karir masa depan saya! ga masuk akal bgt.. nudity kan bisa jadi form of art.. kalo yg ngeliat berpikiran yg aneh2, ya itu salahnya sendiri. lagipula, emangnya ruu app bisa memperbaiki mental bangsa?? drpd ngurusin beginian, mendingan  mereka memperbaiki mutu pendidikan kek, ato apa kek gitu.. emangnya indonesia ga punya masalah2 lain yg lebih penting dan lebih layak diurusin? lagian kalo sampe ruu ini disahkan, gmn nasib fashion indonesia? butik2 mana pada mau kalo kyk gitu caranya? tutup semua bisa2.. ato mungkin mereka cuma jual kerudung sama jaket tangan panjang.. maleess bgt ga se!! ok, ini mungkin dr sudut pandang remaja bgt. maaf2. lanjut.<br />ruu app PASTI bw dampak negatif buat tourism. trus dg adanya ruu app, pasti byk muncul pengangguran, trus tingkat kriminalitas jd tinggi.. lagian, emangnya ruu app bisa mencegah pelecahan seksual? siapa bilang? itu kan asalnya dr diri org masing2.. kalo emang dr sananya dia b*jingan, yaaa mau baju perempuan sampe kyk kostum ninja juga tetep aja dia tergoda.. ya ga?<br />saya menolak bukan karena saya masih kecil dan ga tau apa2, bukan krn saya ga bermoral ato ga taat beragama, bukan karena saya suka hal2 yg berbau pornografi, tp saya ga terima aja kalo sampe ruu yg doesn&#8217;t make any sense gini bikin hancur semuanya..<br />kalo ampe disahkan, i&#8217;ll probably move to another country d.. ga bgt.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

