<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Dilema Ujian Nasional (UN)</title>
	<atom:link href="http://hermansaksono.com/2006/06/dilema-ujian-nasional-un.html/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://hermansaksono.com/2006/06/dilema-ujian-nasional-un.html</link>
	<description>Patternless thoughts, pointless wisdom</description>
	<lastBuildDate>Sat, 11 Feb 2012 14:56:14 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3</generator>
	<item>
		<title>By: nna</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2006/06/dilema-ujian-nasional-un.html/comment-page-1#comment-24797</link>
		<dc:creator>nna</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 29 Apr 2009 16:42:16 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2006/06/dilema-ujian-nasional-un.html#comment-24797</guid>
		<description>UAN adalah tantangan buat para guru untuk memberi pengertian, memotivasi dan meluruskan niat para muridnya, sehingga tidak melulu nilai yang dikejar. 

Aku rasa tuntutan UN tidak terlalu berlebihan UN mengharapkan agar siswa sedikitnya menguasai ilmu2 dasar yang dianggap penting demi masa depan mereka. nilai 4 (atau sekarang 5,5?) dari 10 sama sekali bukan nilai sempurna, ini artinya siswa diharapkan menguasai setidaknya 40% dari ilmu2 dasar yang telah diberikan sekolah. 

tim sukses (terdiri dari guru2 yang terhormat) di sekolah2 menunjukan kegagalan dan korup yang sangat mengakar dalam dunia pendidikan indonesia. Guru, yang seharusnya memberi suri tauladan, beramai-ramai, bekerjasama tanpa malu mengajarkan kebohongan, menanamkan korupsi serta menyampaikan pesanbahwa kecurangan adalah satu2nya jalan keluar yang dapat menyelamatkan seseorang untuk keluar dari kesulitan. Tim sukses telah melakukan legalisasi kejahatan.

tim sukses menunjukan kegagalan para guru untuk memenangkan pertarungan antara dorongan berbuat baik melawan dorongan berbuat buruk. Hal yang selama ini mereka ajarkan dan tanamkan pada siswa.

seharusnya guru menyemangati para siswa yang gagal dan sepenuh hati membantu mereka untuk menerima kenyataan, melakukan perbaikan dan menekankan pada siswa bahwa ketidaklulusan bukanlah kiamat; kesalahan dan kekurangan dapat diperbaiki. Kecurangan yang mereka lakukan menjerumuskan siswa.

mudah2an para guru dan siswa menjadi para pemenang dalam pertarungan antara dorongan jahat dan hati nurani. Amin</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>UAN adalah tantangan buat para guru untuk memberi pengertian, memotivasi dan meluruskan niat para muridnya, sehingga tidak melulu nilai yang dikejar. </p>
<p>Aku rasa tuntutan UN tidak terlalu berlebihan UN mengharapkan agar siswa sedikitnya menguasai ilmu2 dasar yang dianggap penting demi masa depan mereka. nilai 4 (atau sekarang 5,5?) dari 10 sama sekali bukan nilai sempurna, ini artinya siswa diharapkan menguasai setidaknya 40% dari ilmu2 dasar yang telah diberikan sekolah. </p>
<p>tim sukses (terdiri dari guru2 yang terhormat) di sekolah2 menunjukan kegagalan dan korup yang sangat mengakar dalam dunia pendidikan indonesia. Guru, yang seharusnya memberi suri tauladan, beramai-ramai, bekerjasama tanpa malu mengajarkan kebohongan, menanamkan korupsi serta menyampaikan pesanbahwa kecurangan adalah satu2nya jalan keluar yang dapat menyelamatkan seseorang untuk keluar dari kesulitan. Tim sukses telah melakukan legalisasi kejahatan.</p>
<p>tim sukses menunjukan kegagalan para guru untuk memenangkan pertarungan antara dorongan berbuat baik melawan dorongan berbuat buruk. Hal yang selama ini mereka ajarkan dan tanamkan pada siswa.</p>
<p>seharusnya guru menyemangati para siswa yang gagal dan sepenuh hati membantu mereka untuk menerima kenyataan, melakukan perbaikan dan menekankan pada siswa bahwa ketidaklulusan bukanlah kiamat; kesalahan dan kekurangan dapat diperbaiki. Kecurangan yang mereka lakukan menjerumuskan siswa.</p>
<p>mudah2an para guru dan siswa menjadi para pemenang dalam pertarungan antara dorongan jahat dan hati nurani. Amin</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: fatkoer</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2006/06/dilema-ujian-nasional-un.html/comment-page-1#comment-20234</link>
		<dc:creator>fatkoer</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 14 Feb 2009 16:29:47 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2006/06/dilema-ujian-nasional-un.html#comment-20234</guid>
		<description>Ujian Nasional sampai saat ini masih menjadi perdebatan. Di sana sini banyak terjadi kecurangan. BSNP membuat aturan yg sangat ketat. Mulai dari adanya paket A dan paket B, LJK dilem di ruang ujian, adanya TPI (Tim Penonton Independen). Guru mata pelajaran tdk boleh masuk, ketika mata pelajaran yg diampu diujikan. Tapi kecurangan tetap terjadi. bukalah mata BSNP!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ujian Nasional sampai saat ini masih menjadi perdebatan. Di sana sini banyak terjadi kecurangan. BSNP membuat aturan yg sangat ketat. Mulai dari adanya paket A dan paket B, LJK dilem di ruang ujian, adanya TPI (Tim Penonton Independen). Guru mata pelajaran tdk boleh masuk, ketika mata pelajaran yg diampu diujikan. Tapi kecurangan tetap terjadi. bukalah mata BSNP!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: darwin gloria</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2006/06/dilema-ujian-nasional-un.html/comment-page-1#comment-19785</link>
		<dc:creator>darwin gloria</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 05 Feb 2009 10:02:20 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2006/06/dilema-ujian-nasional-un.html#comment-19785</guid>
		<description>ujian NASIONAL adlh t4 ngw brtduh cause gw bbas dr contekan2 tmn2 gw mgqn gw bs ngash tips2 bwt tmn2 1 berdoa pd TUHAN YESUS 2 bnyk2lh bljr 3 biasakn diri dgn soal2. TUHAN YESUS mmbrkti</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ujian NASIONAL adlh t4 ngw brtduh cause gw bbas dr contekan2 tmn2 gw mgqn gw bs ngash tips2 bwt tmn2 1 berdoa pd TUHAN YESUS 2 bnyk2lh bljr 3 biasakn diri dgn soal2. TUHAN YESUS mmbrkti</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: titin</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2006/06/dilema-ujian-nasional-un.html/comment-page-1#comment-9687</link>
		<dc:creator>titin</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 09 Sep 2008 02:10:27 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2006/06/dilema-ujian-nasional-un.html#comment-9687</guid>
		<description>ujian nasional menurutku kurang realistis karena menilai seseorang dengan hasil akhir. seharusnya mereka yang menerapkan keputusan UN juga memikirkan barangkali ketika siswa mengerjakan dalam keadaan sakit atau alasan yang lain sehingga siswa kurang konsentrasi dalam mengerjakan soal ujian. mereka hanya melihat jika hasil kuarang dari standar minimum tidaklah pintar. ya saya juga bisa memahami mendiknas, jika yang menilai guru mereka masing-masing pastilah tidak adil karena tidak bersifat obyektif.tapi itulah yang menjadi mistery yang harus dipecahkan.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ujian nasional menurutku kurang realistis karena menilai seseorang dengan hasil akhir. seharusnya mereka yang menerapkan keputusan UN juga memikirkan barangkali ketika siswa mengerjakan dalam keadaan sakit atau alasan yang lain sehingga siswa kurang konsentrasi dalam mengerjakan soal ujian. mereka hanya melihat jika hasil kuarang dari standar minimum tidaklah pintar. ya saya juga bisa memahami mendiknas, jika yang menilai guru mereka masing-masing pastilah tidak adil karena tidak bersifat obyektif.tapi itulah yang menjadi mistery yang harus dipecahkan.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: siap ujian</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2006/06/dilema-ujian-nasional-un.html/comment-page-1#comment-8805</link>
		<dc:creator>siap ujian</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 27 Aug 2008 07:20:33 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2006/06/dilema-ujian-nasional-un.html#comment-8805</guid>
		<description>Ujian nasional semakin tahun memang di rasa sangat memberatkan untuk siswa. Selain karena standar nilai semakin naik di tambah lagi jumlah mata pelajaran yang di ujikan juga bertambah. 

Mungkin tips yang paling manjur adalah dengan banyak melakukkan latihan-latihan soal (membiasakan diri dengan soal-soal) sehingga siswa menjadi terbiasa.

www.siap-ujian.com</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ujian nasional semakin tahun memang di rasa sangat memberatkan untuk siswa. Selain karena standar nilai semakin naik di tambah lagi jumlah mata pelajaran yang di ujikan juga bertambah. </p>
<p>Mungkin tips yang paling manjur adalah dengan banyak melakukkan latihan-latihan soal (membiasakan diri dengan soal-soal) sehingga siswa menjadi terbiasa.</p>
<p><a href="http://www.siap-ujian.com" rel="nofollow">http://www.siap-ujian.com</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: cash499</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2006/06/dilema-ujian-nasional-un.html/comment-page-1#comment-4625</link>
		<dc:creator>cash499</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 16 Dec 2007 14:29:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2006/06/dilema-ujian-nasional-un.html#comment-4625</guid>
		<description>Salam,&lt;br/&gt;Topik : Polisi Masuk Sekolah Saat Unas&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Komentar Anda sangat bagus sekali. Menunjukkan betapa tidak dapat dipercayanya guru dalam ujian nasional, dan Anda sangat prihatin dan tidak setuju.&lt;br/&gt;Masalahnya, apakah para guru sudah dapat dipercaya dan amanah? Apabila dilepas sama sekali apakah dapat dijamin akan jujur? Saya justru pesimis. Banyak komentar bahkan dalam blog ini tentang ketidakberesan ulah guru dalam Unas.&lt;br/&gt;Pemecahannya, untuk mengurangi penyimpangan tersebut usul saya :  baiknya pemerintah membuat soal sangat beragam. Satu kelas ada 20 siswa maka buatkan 20 macam soal. &lt;br/&gt;Perkara koreksinya serahkan pada komputer pasti beres.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Wassalam,&lt;br/&gt;www.smart-unas.blogspot.com</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Salam,<br />Topik : Polisi Masuk Sekolah Saat Unas</p>
<p>Komentar Anda sangat bagus sekali. Menunjukkan betapa tidak dapat dipercayanya guru dalam ujian nasional, dan Anda sangat prihatin dan tidak setuju.<br />Masalahnya, apakah para guru sudah dapat dipercaya dan amanah? Apabila dilepas sama sekali apakah dapat dijamin akan jujur? Saya justru pesimis. Banyak komentar bahkan dalam blog ini tentang ketidakberesan ulah guru dalam Unas.<br />Pemecahannya, untuk mengurangi penyimpangan tersebut usul saya :  baiknya pemerintah membuat soal sangat beragam. Satu kelas ada 20 siswa maka buatkan 20 macam soal. <br />Perkara koreksinya serahkan pada komputer pasti beres.</p>
<p>Wassalam,<br /><a href="http://www.smart-unas.blogspot.com" rel="nofollow">http://www.smart-unas.blogspot.com</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: mistersartono</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2006/06/dilema-ujian-nasional-un.html/comment-page-1#comment-4510</link>
		<dc:creator>mistersartono</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 04 Dec 2007 14:10:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2006/06/dilema-ujian-nasional-un.html#comment-4510</guid>
		<description>Salam,&lt;br/&gt;Sejak awal UNAS ada merupakan jawaban pemerintah untuk menaikkan kualitas pendidikan Indonesia secara berkelanjutan. Hal ini karena pemerintah dituduh &#039;tidak becus&#039; memanajemeni pendidikan hasil laporan dari Penelitian Human Develompment Index (HDI, 2002), kualitas SDM dan pendidikan rangking 114 dari 175 negara. Kualitas kita sebanding dengan negara-negara miskin di Afrika, dan Vietnam yang baru merdeka tahun 1975.&lt;br/&gt;Dalam perkembangannya banyak tentangan, dari berbagai kalangan.&lt;br/&gt;Memang mau kita apa ya? Trus untuk meningkatkan SDM kita dengan apa ya?&lt;br/&gt;Saya paling setuju, standar kelulusan minimal ada di tangan UNAS / Pemerintah. Bila dikembalikan ke sekolah, yakin banyak tidak beresnya (seperti jaman EBTANAS dulu).&lt;br/&gt;Yang selalu menimbulkan kecurangan adalah di lapangan sendiri. Kiranya pemerintah sudah berusaha baik dengan selalu memperbaiki sistemnya.&lt;br/&gt;Karena itu UNAS harus tetap ada, cuma perbaiki sistemnya.&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Wassalam,&lt;br/&gt;www.smart-unas.blogspot.com</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Salam,<br />Sejak awal UNAS ada merupakan jawaban pemerintah untuk menaikkan kualitas pendidikan Indonesia secara berkelanjutan. Hal ini karena pemerintah dituduh &#8216;tidak becus&#8217; memanajemeni pendidikan hasil laporan dari Penelitian Human Develompment Index (HDI, 2002), kualitas SDM dan pendidikan rangking 114 dari 175 negara. Kualitas kita sebanding dengan negara-negara miskin di Afrika, dan Vietnam yang baru merdeka tahun 1975.<br />Dalam perkembangannya banyak tentangan, dari berbagai kalangan.<br />Memang mau kita apa ya? Trus untuk meningkatkan SDM kita dengan apa ya?<br />Saya paling setuju, standar kelulusan minimal ada di tangan UNAS / Pemerintah. Bila dikembalikan ke sekolah, yakin banyak tidak beresnya (seperti jaman EBTANAS dulu).<br />Yang selalu menimbulkan kecurangan adalah di lapangan sendiri. Kiranya pemerintah sudah berusaha baik dengan selalu memperbaiki sistemnya.<br />Karena itu UNAS harus tetap ada, cuma perbaiki sistemnya.</p>
<p>Wassalam,<br /><a href="http://www.smart-unas.blogspot.com" rel="nofollow">http://www.smart-unas.blogspot.com</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Amroe_Cakep</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2006/06/dilema-ujian-nasional-un.html/comment-page-1#comment-3520</link>
		<dc:creator>Amroe_Cakep</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 19 Jun 2007 13:44:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2006/06/dilema-ujian-nasional-un.html#comment-3520</guid>
		<description>POLISI MASUK SEKOLAH, ANUGERAH ATAU BENCANA?&lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Saya...guru tak bisa dipercaya... &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Setengah terpana saya melihat seorang polisi yang masuk sekolah dengan menenteng senjata apinya mengawal guru yang membawa soal, sungguh hati ini terenyuh, sebagai seorang pendidik saya merasa dicampakkan, betapa sang guru, sudah tidak dipercaya lagi sebagai orang jujur di negeri ini...Hari berikutnya saya melihat kawan-kawan di televisi mengatasnamakan Komunitas Air Mata Guru menangisi temen guru lain yang berbuat curang, betapa aku tersentak, sebegitu rusakkah moral para guru sampai tidak takut terhadap polisi? &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Entahlah apakah ini gugatan ataukah keluhan, dilamunanku muncul rentetan kata kata,...siapa sebenarnya yang tahu kondisi anak didik dikelas? apa sih maunya para birokrat yang memberikan kewenangan kurikulum tingkat satuan pendidikan kalau nasib anak ujung-ujungnya ditentukan hanya tiga hari dengan materi yang itu-itu juga? benarkah anak di jakarta dan di luar jawa mampu berkutat dengan soal diatas angka 5? kalau memang para guru tidak dipercaya, jujurkah para birokrat disana? &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Lamunanku semakin beranjak tinggi, ah seandainya bukan UN sebagai penjegal siswa yang berprestasi dibidang non 3 pelajaran itu, seandainya sekolah sebagai penentu kebijakan kelulusan, ah seandainya UN hanya sebagai parameter keberhasilan sekolah oleh pemerintah, seandainya UN diganti dengan uji sertifikasi siswa berprestasi masuk universitas, seandainya para guru mempunyai sikap mulia seperti komunitas para guru, seandainya para guru tidak merasa tega melihat anak yang sudah berkutat 3 tahun, yang jujur, yang sopan, yang tertib, yang begitu hormat, yang suka bermusik, yang suka meneliti, yang suka menggambar, yang penari, yang pecinta budaya pribumi yang hobby pramuka, paskibra, bela bangsa ternyata terjegal hanya karena tidak mampu berhitung dan ngomong bahasa orang, tentu tidak harus pak polisi repot-repot masuk sekolah, tidak perlu ada kecurigaan antar guru, tidak perlu ada kepala sekolah yang dipecat akibat terlalu sayang pada anak-anaknya... &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;PERCAYA PAK! SAMPAI SAAT INI GURU MASIH MENJADI KOMUNITAS NEGERI YANG BERMORAL, YANG EMPATI, YANG INGIN MENSUKSESKAN TUJUAN PENDIDIKAN NASIONAL, IKHLAS BERKARYA, RELA BERGELIMANG PELUH, YANG SIAP MENCETAK GENERASI PENERUS SEBAGAI CALON PRESIDEN, MENTERI PENDIDIKAN, BAPAK GUBERNUR, BAPAK KANWIL, KEPALA SEKOLAH, PARA TPI, PARA POLISI...SEKOLAH TINGGI YA NAK, YANG JUJUR, YANG MAMPU BERBUAT BIJAK, JANGAN SEPERTI BAPAK DISINI...CUKUP BAPAK SAJA YANG JADI GURU... &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Lamunanku buyar ketika seraut muka dengan gemerincing perhiasan muncul tiba-tiba di depan mata, &quot;Pak, katanya PSB sudah dibuka ya? saya mau daftarkan anak, tapi gratis ya pak, kan katanya sekarang sekolah itu gratis?&quot;&quot;Alhamdulillah, iya Bu, sekarang pemerintah sudah banyak membantu kita, jadi anak Ibu tinggal ikut test saja besok&quot;.&quot;Aku meraih anak kecil itu dengan pandangan iba, &quot;kamu nanti mau jadi apa nak, ayo cerita sama bapak&quot;, Insya Allah dana BOS masih mencukupi untuk menghantarkan masa depanmu, tapi tolong ya nak, Bapak mohon jangan tertawakan Gurumu ini yang nanti pulang pake motor butut lain daripada Ibumu yang sanggup bayar tujuh kali lipat dari SPP tahun lalu... &lt;br/&gt;&lt;br/&gt;Aam Amarullah &lt;br/&gt;Be A Best Teacher Or Nothing</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>POLISI MASUK SEKOLAH, ANUGERAH ATAU BENCANA?</p>
<p>Saya&#8230;guru tak bisa dipercaya&#8230; </p>
<p>Setengah terpana saya melihat seorang polisi yang masuk sekolah dengan menenteng senjata apinya mengawal guru yang membawa soal, sungguh hati ini terenyuh, sebagai seorang pendidik saya merasa dicampakkan, betapa sang guru, sudah tidak dipercaya lagi sebagai orang jujur di negeri ini&#8230;Hari berikutnya saya melihat kawan-kawan di televisi mengatasnamakan Komunitas Air Mata Guru menangisi temen guru lain yang berbuat curang, betapa aku tersentak, sebegitu rusakkah moral para guru sampai tidak takut terhadap polisi? </p>
<p>Entahlah apakah ini gugatan ataukah keluhan, dilamunanku muncul rentetan kata kata,&#8230;siapa sebenarnya yang tahu kondisi anak didik dikelas? apa sih maunya para birokrat yang memberikan kewenangan kurikulum tingkat satuan pendidikan kalau nasib anak ujung-ujungnya ditentukan hanya tiga hari dengan materi yang itu-itu juga? benarkah anak di jakarta dan di luar jawa mampu berkutat dengan soal diatas angka 5? kalau memang para guru tidak dipercaya, jujurkah para birokrat disana? </p>
<p>Lamunanku semakin beranjak tinggi, ah seandainya bukan UN sebagai penjegal siswa yang berprestasi dibidang non 3 pelajaran itu, seandainya sekolah sebagai penentu kebijakan kelulusan, ah seandainya UN hanya sebagai parameter keberhasilan sekolah oleh pemerintah, seandainya UN diganti dengan uji sertifikasi siswa berprestasi masuk universitas, seandainya para guru mempunyai sikap mulia seperti komunitas para guru, seandainya para guru tidak merasa tega melihat anak yang sudah berkutat 3 tahun, yang jujur, yang sopan, yang tertib, yang begitu hormat, yang suka bermusik, yang suka meneliti, yang suka menggambar, yang penari, yang pecinta budaya pribumi yang hobby pramuka, paskibra, bela bangsa ternyata terjegal hanya karena tidak mampu berhitung dan ngomong bahasa orang, tentu tidak harus pak polisi repot-repot masuk sekolah, tidak perlu ada kecurigaan antar guru, tidak perlu ada kepala sekolah yang dipecat akibat terlalu sayang pada anak-anaknya&#8230; </p>
<p>PERCAYA PAK! SAMPAI SAAT INI GURU MASIH MENJADI KOMUNITAS NEGERI YANG BERMORAL, YANG EMPATI, YANG INGIN MENSUKSESKAN TUJUAN PENDIDIKAN NASIONAL, IKHLAS BERKARYA, RELA BERGELIMANG PELUH, YANG SIAP MENCETAK GENERASI PENERUS SEBAGAI CALON PRESIDEN, MENTERI PENDIDIKAN, BAPAK GUBERNUR, BAPAK KANWIL, KEPALA SEKOLAH, PARA TPI, PARA POLISI&#8230;SEKOLAH TINGGI YA NAK, YANG JUJUR, YANG MAMPU BERBUAT BIJAK, JANGAN SEPERTI BAPAK DISINI&#8230;CUKUP BAPAK SAJA YANG JADI GURU&#8230; </p>
<p>Lamunanku buyar ketika seraut muka dengan gemerincing perhiasan muncul tiba-tiba di depan mata, &#8220;Pak, katanya PSB sudah dibuka ya? saya mau daftarkan anak, tapi gratis ya pak, kan katanya sekarang sekolah itu gratis?&#8221;"Alhamdulillah, iya Bu, sekarang pemerintah sudah banyak membantu kita, jadi anak Ibu tinggal ikut test saja besok&#8221;.&#8221;Aku meraih anak kecil itu dengan pandangan iba, &#8220;kamu nanti mau jadi apa nak, ayo cerita sama bapak&#8221;, Insya Allah dana BOS masih mencukupi untuk menghantarkan masa depanmu, tapi tolong ya nak, Bapak mohon jangan tertawakan Gurumu ini yang nanti pulang pake motor butut lain daripada Ibumu yang sanggup bayar tujuh kali lipat dari SPP tahun lalu&#8230; </p>
<p>Aam Amarullah <br />Be A Best Teacher Or Nothing</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Aya</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2006/06/dilema-ujian-nasional-un.html/comment-page-1#comment-3043</link>
		<dc:creator>Aya</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 19 Apr 2007 08:36:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2006/06/dilema-ujian-nasional-un.html#comment-3043</guid>
		<description>Sebenernya nggak ada salahnya juga kalau ada orang yang protes kenapa kelulusan hanya ditentukan oleh waktu enam jam dan menghapus habis usaha kita selam tiga tahun di sekolah. Kalau dibilang sakit hati, emang bener2 sakit hati sampai mau mati! saking sedihnya! &lt;br/&gt;Kalau menurut aku seharusnya kalau ingin menguji kemampuan akademik siswa selama belajar di sekolah, sudah cukup perguruan tinggi yang ingin mereka masuki yang menguji mereka, karena jika memang mereka lulus berarti memang anak itu cerdas dan kalau tidak lulus, berarti hasil belajar selama SMA dan usaha mereka kurang. Jadi cukuplah perguruan tinggi yang menyaring siswa2 terpilih. Dengan begitu cukup sudah Indonesia mendapatkan lulusaa-lulusan yang berkualitas. Toh perguruan tinggi yang memang berkualitas, lebih dipercaya oleh masyarakat...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sebenernya nggak ada salahnya juga kalau ada orang yang protes kenapa kelulusan hanya ditentukan oleh waktu enam jam dan menghapus habis usaha kita selam tiga tahun di sekolah. Kalau dibilang sakit hati, emang bener2 sakit hati sampai mau mati! saking sedihnya! <br />Kalau menurut aku seharusnya kalau ingin menguji kemampuan akademik siswa selama belajar di sekolah, sudah cukup perguruan tinggi yang ingin mereka masuki yang menguji mereka, karena jika memang mereka lulus berarti memang anak itu cerdas dan kalau tidak lulus, berarti hasil belajar selama SMA dan usaha mereka kurang. Jadi cukuplah perguruan tinggi yang menyaring siswa2 terpilih. Dengan begitu cukup sudah Indonesia mendapatkan lulusaa-lulusan yang berkualitas. Toh perguruan tinggi yang memang berkualitas, lebih dipercaya oleh masyarakat&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Anonymous</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2006/06/dilema-ujian-nasional-un.html/comment-page-1#comment-2822</link>
		<dc:creator>Anonymous</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 15 Mar 2007 12:50:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2006/06/dilema-ujian-nasional-un.html#comment-2822</guid>
		<description>Wonderful and informative web site. I used information from that site its great. &lt;a HREF=&quot;http://film-editing-schools2.blogspot.com&quot; REL=&quot;nofollow&quot;&gt;&#187;&lt;/a&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Wonderful and informative web site. I used information from that site its great. <a HREF="http://film-editing-schools2.blogspot.com" REL="nofollow">&raquo;</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

