<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Transformers The Sucky</title>
	<atom:link href="http://hermansaksono.com/2007/07/transformers-sucky.html/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://hermansaksono.com/2007/07/transformers-sucky.html</link>
	<description>Patternless thoughts, pointless wisdom</description>
	<lastBuildDate>Sat, 11 Feb 2012 08:27:17 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3</generator>
	<item>
		<title>By: transformer 3 dark of the moon &#187; ~Anything Will Do~</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/07/transformers-sucky.html/comment-page-2#comment-263059</link>
		<dc:creator>transformer 3 dark of the moon &#187; ~Anything Will Do~</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 04 Aug 2011 13:31:54 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/07/transformers-the-sucky.html#comment-263059</guid>
		<description>[...] Transformers 1 dan Transformers 2 terjebak dalam alur yang simplistis, untunglah Transformers 3 digiring dengan [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] Transformers 1 dan Transformers 2 terjebak dalam alur yang simplistis, untunglah Transformers 3 digiring dengan [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Transformers 3: Dark of The Moon - Reviews - hermansaksono</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/07/transformers-sucky.html/comment-page-2#comment-261730</link>
		<dc:creator>Transformers 3: Dark of The Moon - Reviews - hermansaksono</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 02 Aug 2011 13:28:08 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/07/transformers-the-sucky.html#comment-261730</guid>
		<description>[...] Transformers 1 dan Transformers 2 terjebak dalam alur yang simplistis, untunglah Transformers 3 digiring dengan [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] Transformers 1 dan Transformers 2 terjebak dalam alur yang simplistis, untunglah Transformers 3 digiring dengan [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Almeda Vecino</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/07/transformers-sucky.html/comment-page-2#comment-242462</link>
		<dc:creator>Almeda Vecino</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 23 Jun 2011 14:29:19 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/07/transformers-the-sucky.html#comment-242462</guid>
		<description>Commenting on other blogs is a great way to get traffic to your blog. Another really good way is to use sites like Stumble Upon. I get 500-800 visitors a day some days just from Stumble Upon.. I am also a member of a social power linking group. We share posts with each other and vote up the ones we like.. . http://1Cat.biz/spl</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Commenting on other blogs is a great way to get traffic to your blog. Another really good way is to use sites like Stumble Upon. I get 500-800 visitors a day some days just from Stumble Upon.. I am also a member of a social power linking group. We share posts with each other and vote up the ones we like.. . <a href="http://1Cat.biz/spl" rel="nofollow">http://1Cat.biz/spl</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: eko sw</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/07/transformers-sucky.html/comment-page-2#comment-31457</link>
		<dc:creator>eko sw</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 11 Sep 2009 20:08:08 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/07/transformers-the-sucky.html#comment-31457</guid>
		<description>:)) lagi cari kesibukan sebelum sahur
aku tetep ga ngerti (I am soooo naive) kalao ada yg ngritik film : jeleknya dimana sih :))

Transformer I ? hueeee, sampai nonton berapa kali ya? DVD ori

duh, robot2 itu benar2 memuaskan imajinasi.

Gimana cara buat game 3D nya? MOdelingnya pasti rumit nian</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>:)) lagi cari kesibukan sebelum sahur<br />
aku tetep ga ngerti (I am soooo naive) kalao ada yg ngritik film : jeleknya dimana sih :))</p>
<p>Transformer I ? hueeee, sampai nonton berapa kali ya? DVD ori</p>
<p>duh, robot2 itu benar2 memuaskan imajinasi.</p>
<p>Gimana cara buat game 3D nya? MOdelingnya pasti rumit nian</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: hadyantha</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/07/transformers-sucky.html/comment-page-2#comment-31234</link>
		<dc:creator>hadyantha</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 04 Sep 2009 11:45:22 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/07/transformers-the-sucky.html#comment-31234</guid>
		<description>he lo yg punya artikel..kalau lo bilang fìlm TF2 ini jelek.! salah bro, gw gak bilang bagus. cuma lo siapa gw tanya sekarang emang lo pengamat film terkenal..mesti ya lo sadar diri lo tu gak bisa buat apa2..bisanya cuma ngoceh gax jelas..seandainya karya lo digitu&#039;n apa perasaan lo.,tapi lo tuh gak bisa berkarya..7 generasi lo gx bakal bisa buat film kayak TF2..INGET</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>he lo yg punya artikel..kalau lo bilang fìlm TF2 ini jelek.! salah bro, gw gak bilang bagus. cuma lo siapa gw tanya sekarang emang lo pengamat film terkenal..mesti ya lo sadar diri lo tu gak bisa buat apa2..bisanya cuma ngoceh gax jelas..seandainya karya lo digitu&#8217;n apa perasaan lo.,tapi lo tuh gak bisa berkarya..7 generasi lo gx bakal bisa buat film kayak TF2..INGET</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ady</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/07/transformers-sucky.html/comment-page-2#comment-31233</link>
		<dc:creator>ady</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 04 Sep 2009 11:38:32 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/07/transformers-the-sucky.html#comment-31233</guid>
		<description>he lo yg punya artikel..kalau lo bilang fìlm TF2 ini jelek.! salah bro, gw gak bilang bagus. cuma lo siapa gw tanya sekarang emang lo pengamat film terkenal..mesti ya lo sadar diri lo tu gak bisa buat apa2..bisanya cuma ngoceh gax jelas..seandainya karya lo digitu&#039;n apa perasaan lo.,tapi lo tuh gak bisa berkarya..7 generasi lo gx bakal bisa buat film kayak TF2..INGET</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>he lo yg punya artikel..kalau lo bilang fìlm TF2 ini jelek.! salah bro, gw gak bilang bagus. cuma lo siapa gw tanya sekarang emang lo pengamat film terkenal..mesti ya lo sadar diri lo tu gak bisa buat apa2..bisanya cuma ngoceh gax jelas..seandainya karya lo digitu&#8217;n apa perasaan lo.,tapi lo tuh gak bisa berkarya..7 generasi lo gx bakal bisa buat film kayak TF2..INGET</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: TRANSFORMERS: REVENGE OF THE FALLEN &#171;</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/07/transformers-sucky.html/comment-page-2#comment-27818</link>
		<dc:creator>TRANSFORMERS: REVENGE OF THE FALLEN &#171;</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 25 Jun 2009 07:24:15 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/07/transformers-the-sucky.html#comment-27818</guid>
		<description>[...] Transformers seri pertama memiliki kekurangan yang mendasar pada action-nya. Saya mengkritik garapan koreografi action yang terlampau cepat hingga tidak bisa dinikmati. Michael Bay, rupanya menerima banyak kritik yang serupa. Untuk Transformers 2: Revenge of The Fallen, adegan laganya lebih asyik dinikmati. [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] Transformers seri pertama memiliki kekurangan yang mendasar pada action-nya. Saya mengkritik garapan koreografi action yang terlampau cepat hingga tidak bisa dinikmati. Michael Bay, rupanya menerima banyak kritik yang serupa. Untuk Transformers 2: Revenge of The Fallen, adegan laganya lebih asyik dinikmati. [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Transformers 2: Revenge Of The Fallen - hermansaksono</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/07/transformers-sucky.html/comment-page-2#comment-27801</link>
		<dc:creator>Transformers 2: Revenge Of The Fallen - hermansaksono</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 25 Jun 2009 03:27:38 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/07/transformers-the-sucky.html#comment-27801</guid>
		<description>[...] Transformers seri pertama memiliki kekurangan yang mendasar, kritik utama saya ada pada koreografi action yang terlampau cepat hingga tidak bisa dinikmati lagi. Michael Bay, rupanya menerima banyak kritik yang serupa. Untuk Transformers 2: Revenge of The Fallen, adegan laga tampil lebih asyik dinikmati. [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] Transformers seri pertama memiliki kekurangan yang mendasar, kritik utama saya ada pada koreografi action yang terlampau cepat hingga tidak bisa dinikmati lagi. Michael Bay, rupanya menerima banyak kritik yang serupa. Untuk Transformers 2: Revenge of The Fallen, adegan laga tampil lebih asyik dinikmati. [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Anonymous</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/07/transformers-sucky.html/comment-page-2#comment-3844</link>
		<dc:creator>Anonymous</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 29 Jul 2007 01:07:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/07/transformers-the-sucky.html#comment-3844</guid>
		<description>Film bisa dipandang dari beberapa pihak yang terlibat langsung maupun tdk langsung dengan film. Misalnya sutradara, artis, &lt;br/&gt;pendidik, pemerintah,anak-anak, ahli psikologi, tokoh emansipasi wanita, pecinta alam, dsb. Dan yakin saja pendapat mengenai&lt;br/&gt;bagus tidaknya suatu film menjadi sangat subyektif. Namun terlepas dari berbagai pandangan subyektif dan obyektif (pendapat&lt;br/&gt;orang tertentu berarti mengenai teknis perfilman seperti story line, animasi, dsb tetek bengek yg begitu teknis) saya sendiri&lt;br/&gt;- sebagai orang awam dan sebagai penonton film - berpendapat bahwa film yang bagus itu adalah film yang bisa memberikan &lt;br/&gt;apa yang dicari oleh penonton ketika dia berangkat menuju gedung bioskop. Sekarang kita tanyakan dalam diri kita masing-&lt;br/&gt;masing, apa sebenarnya yang kita ingin dapatkan ketika kita berniat membeli karcis tiket bioskop?&lt;br/&gt;Bagi saya apa yang dicari penonton tsb bisa dirangkum hanya dalam 2 hal saja yaitu :&lt;br/&gt;1. Hiburan.&lt;br/&gt;2. Inspirasi.&lt;br/&gt;Hiburan biasanya merupakan motivasi terkuat sesorang pergi melangkah ke bioskop. Hiburan yang ingin diperoleh bisa bermacam&lt;br/&gt;ragamnya tergantung keinginan dan karakter seseorang. Mungkin komedi menjadi hiburan yang paling banyak digemari, tapi jangan&lt;br/&gt;salah banyak yang merasa terhibur dengan hal lain seperti ketegangan, pertarungan, konflik yang rumit, bahkan mungkin horor&lt;br/&gt;ataupun sadisme. Tidak semua orang punya selera hiburan yang sama, karena itu ada yang suka pergi ke pertunjukkan opera dan&lt;br/&gt;yang lainnya memilih lebih baik pergi ke sirkus atau bahkan melihat pertandingan tinju.&lt;br/&gt;Inspirasi biasanya bukan merupakan motivasi awal pergi ke gedung bioskop, tetapi lebih kepada kesan yang diperoleh setelah &lt;br/&gt;sesorang menonton film. sepertinya sebuah bonus saja yang diberikan kepada penonton selain hiburan. tetapi jangan salah &lt;br/&gt;faktor non-entertainment (diluar hiburan) ini justru yang melekat kuat di benak penonton dan menjadi &quot;mark&quot; di benak mereka.&lt;br/&gt;Inspirasi bisa berarti pengetahuan baru, memunculkan ide baru, menumbuhkan kesadaran baru atau bahkan menjadikan ideologi &lt;br/&gt;baru seperti film Star Wars yang konon kabarnya menjadi inspirasi kepada penggemarnya untuk menyusun Kitab Suci dan Agama&lt;br/&gt;baru yaitu Jedi Religion.&lt;br/&gt;Nah film Transformer sepertinya memenuhi kedua kriteria yang dicari penonton yaitu hiburan dan inspirasi. Hiburan karena &lt;br/&gt;film ini menyuguhkan adegan keren saat kendaraan-kendaraan, pesawat dan alat elektronika bertransformasi menjadi robot. &lt;br/&gt;Adegan pertarungan di tengah kota dan di jalan tol adalah hiburan yang menegangkan dan membuat decak kagum. Mungkin bagi&lt;br/&gt;sebagian orang itu biasa saja, tapi bukankah selera orang berbeda-beda. Yang pasti unsur hiburan terdapat dalam film ini&lt;br/&gt;dan tidak membuat orang bosan kecuali yang tidak menyukainya tentu saja. Seandainya orang penakut melihat film horor pasti&lt;br/&gt;lah dia akan menutup wajahnya sepanjang film diputar, atau bahkan merengek ingin pulang. oleh karena itu mereka yang tidak &lt;br/&gt;menyukai imajinasi tentu susah untuk menikmati film bergenre sci-fi seperti film transformer ini.&lt;br/&gt;Inspirasi, tentu saja film ini juga memberikan inspirasi bagi penontonnya. Akankah ada dalam kehidupan nyata peralatan mesin&lt;br/&gt;dan elektronika yang nantinya bisa berubah menjadi robot?apalgi saat ini kita sudah mengetahui begitu banyaknya antusiasme&lt;br/&gt;penduduk planet bumi yang sedang mempelajari dan mengembangkan robot. Kini saja sudah ada robot yang bisa berinteraksi dengan&lt;br/&gt;manusia, bisa membantu pekerjaan manusia, bisa mencari &quot;stop kontak&quot; sendiri jika baterenya sudah soak untuk dicharge kembali&lt;br/&gt;energinya. &lt;br/&gt;Bagi saya film yang baik atau bagus adalah film yang paling banyak memberikan kepuasan kepada penonton untuk 2 hal tersebut&lt;br/&gt;diatas. Terlepas dari aspek teknis film dan pendapat para kritikus. Suatu film bisa memberikan banyak aspek positif untuk 2 &lt;br/&gt;hal tersebut diatas, namun ada juga film yang mungkin sebaliknya terdapat aspek positif namun juga terdapat aspek negatif&lt;br/&gt;yang akhirnya mereduksi aspek positif tersebut. Saya masih ingat ketika film AADC pertama kali diputar di Indonesia, teman-&lt;br/&gt;teman yang menonton pada umumnya menyukai film tersebut. Namun ada salah satu teman saya berkomentar &quot;filmnya sebenarnya&lt;br/&gt;bagus sayang saya kecewa dengan adegan terakhir film tersebut ketika Rangga berciuman dengan Cinta di tempat umum.Sepertinya &lt;br/&gt;tidak cocok dengan budaya kita di Indonesia&quot;. Contoh lain adalah film Kuntilanak ada juga yang berkomentar &quot;filmnya seru dan &lt;br/&gt;menegangkan sayang sekali ada adegan yang bikin rusak mood waktu nonton yaitu ketika ada anak-anak kecil kuntilanak yang &lt;br/&gt;keliatan sekali make upnya dan boongnya&quot;. Bagaimanapun juga film yang disukai adalah yang paling banyak mengandung 2 unsur &lt;br/&gt;hal tersebut di atas. Levelnya menjadi beragam karena perbedaan intensitas dan kuantitas dari keduanya.&lt;br/&gt;Jadi tidak salah kalo penggemar transformer sangat menyukai film ini karena memberikan apa yang mereka cari, kalopun ada yang&lt;br/&gt;terasa kurang tidaklah terlalu mereduksi kepuasan mereka. Bagi mereka yang mengatakan film ini jelek, mungkin mereka &lt;br/&gt;memandang film ini bukan sebagai penonton biasa tapi sebagai pengamat film yang ahli sehingga pandangannya sangat bersifat &lt;br/&gt;teknis. Atau barangkali memandangnya sebagai penonton film namun dengan sense yang berbeda (ekspektasinya dan seleranya). &lt;br/&gt;Jadi tidaklah salah kalau mereka beranggapan film ini jelek. Namun bukan berarti film ini jelek, tapi film ini hanya jelek &lt;br/&gt;dalam anggapan mereka. Yang paling penting adalah menghargai pendapat orang lain, dan jauh lebih penting mengetahui apa&lt;br/&gt;dasar dari pendapat orang lain itu. Sehingga pendapat yang berangkat dari dasar yang sama atau persepsi yang sama bisa &lt;br/&gt;saling dipertemukan tapi jika sudah berbeda tentu saja seperti garis yang sejajar tidak pernah akan ada titik temunya kecuali&lt;br/&gt;minimal salah satunya mau sedikit berbelok ke arah dalam dan bukan ke arah luar. Seberapa banyak derajat beloknya akan&lt;br/&gt;sangat menentukan seberapa cepat dua garis itu bertemu. Jika keduanya berbelok dalam derajat yang tinggi bersama-sama&lt;br/&gt;pasti akan bertemu dalam satu titik yang sama dalam waktu yang singkat.&lt;br/&gt;Jadi bagus atau jelekkah film Transformer menurut anda? Jawabannya menunjukkan siapa anda sesungguhnya.&lt;br/&gt;www.friendster.com/sarwoedibeneran</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Film bisa dipandang dari beberapa pihak yang terlibat langsung maupun tdk langsung dengan film. Misalnya sutradara, artis, <br />pendidik, pemerintah,anak-anak, ahli psikologi, tokoh emansipasi wanita, pecinta alam, dsb. Dan yakin saja pendapat mengenai<br />bagus tidaknya suatu film menjadi sangat subyektif. Namun terlepas dari berbagai pandangan subyektif dan obyektif (pendapat<br />orang tertentu berarti mengenai teknis perfilman seperti story line, animasi, dsb tetek bengek yg begitu teknis) saya sendiri<br />- sebagai orang awam dan sebagai penonton film &#8211; berpendapat bahwa film yang bagus itu adalah film yang bisa memberikan <br />apa yang dicari oleh penonton ketika dia berangkat menuju gedung bioskop. Sekarang kita tanyakan dalam diri kita masing-<br />masing, apa sebenarnya yang kita ingin dapatkan ketika kita berniat membeli karcis tiket bioskop?<br />Bagi saya apa yang dicari penonton tsb bisa dirangkum hanya dalam 2 hal saja yaitu :<br />1. Hiburan.<br />2. Inspirasi.<br />Hiburan biasanya merupakan motivasi terkuat sesorang pergi melangkah ke bioskop. Hiburan yang ingin diperoleh bisa bermacam<br />ragamnya tergantung keinginan dan karakter seseorang. Mungkin komedi menjadi hiburan yang paling banyak digemari, tapi jangan<br />salah banyak yang merasa terhibur dengan hal lain seperti ketegangan, pertarungan, konflik yang rumit, bahkan mungkin horor<br />ataupun sadisme. Tidak semua orang punya selera hiburan yang sama, karena itu ada yang suka pergi ke pertunjukkan opera dan<br />yang lainnya memilih lebih baik pergi ke sirkus atau bahkan melihat pertandingan tinju.<br />Inspirasi biasanya bukan merupakan motivasi awal pergi ke gedung bioskop, tetapi lebih kepada kesan yang diperoleh setelah <br />sesorang menonton film. sepertinya sebuah bonus saja yang diberikan kepada penonton selain hiburan. tetapi jangan salah <br />faktor non-entertainment (diluar hiburan) ini justru yang melekat kuat di benak penonton dan menjadi &#8220;mark&#8221; di benak mereka.<br />Inspirasi bisa berarti pengetahuan baru, memunculkan ide baru, menumbuhkan kesadaran baru atau bahkan menjadikan ideologi <br />baru seperti film Star Wars yang konon kabarnya menjadi inspirasi kepada penggemarnya untuk menyusun Kitab Suci dan Agama<br />baru yaitu Jedi Religion.<br />Nah film Transformer sepertinya memenuhi kedua kriteria yang dicari penonton yaitu hiburan dan inspirasi. Hiburan karena <br />film ini menyuguhkan adegan keren saat kendaraan-kendaraan, pesawat dan alat elektronika bertransformasi menjadi robot. <br />Adegan pertarungan di tengah kota dan di jalan tol adalah hiburan yang menegangkan dan membuat decak kagum. Mungkin bagi<br />sebagian orang itu biasa saja, tapi bukankah selera orang berbeda-beda. Yang pasti unsur hiburan terdapat dalam film ini<br />dan tidak membuat orang bosan kecuali yang tidak menyukainya tentu saja. Seandainya orang penakut melihat film horor pasti<br />lah dia akan menutup wajahnya sepanjang film diputar, atau bahkan merengek ingin pulang. oleh karena itu mereka yang tidak <br />menyukai imajinasi tentu susah untuk menikmati film bergenre sci-fi seperti film transformer ini.<br />Inspirasi, tentu saja film ini juga memberikan inspirasi bagi penontonnya. Akankah ada dalam kehidupan nyata peralatan mesin<br />dan elektronika yang nantinya bisa berubah menjadi robot?apalgi saat ini kita sudah mengetahui begitu banyaknya antusiasme<br />penduduk planet bumi yang sedang mempelajari dan mengembangkan robot. Kini saja sudah ada robot yang bisa berinteraksi dengan<br />manusia, bisa membantu pekerjaan manusia, bisa mencari &#8220;stop kontak&#8221; sendiri jika baterenya sudah soak untuk dicharge kembali<br />energinya. <br />Bagi saya film yang baik atau bagus adalah film yang paling banyak memberikan kepuasan kepada penonton untuk 2 hal tersebut<br />diatas. Terlepas dari aspek teknis film dan pendapat para kritikus. Suatu film bisa memberikan banyak aspek positif untuk 2 <br />hal tersebut diatas, namun ada juga film yang mungkin sebaliknya terdapat aspek positif namun juga terdapat aspek negatif<br />yang akhirnya mereduksi aspek positif tersebut. Saya masih ingat ketika film AADC pertama kali diputar di Indonesia, teman-<br />teman yang menonton pada umumnya menyukai film tersebut. Namun ada salah satu teman saya berkomentar &#8220;filmnya sebenarnya<br />bagus sayang saya kecewa dengan adegan terakhir film tersebut ketika Rangga berciuman dengan Cinta di tempat umum.Sepertinya <br />tidak cocok dengan budaya kita di Indonesia&#8221;. Contoh lain adalah film Kuntilanak ada juga yang berkomentar &#8220;filmnya seru dan <br />menegangkan sayang sekali ada adegan yang bikin rusak mood waktu nonton yaitu ketika ada anak-anak kecil kuntilanak yang <br />keliatan sekali make upnya dan boongnya&#8221;. Bagaimanapun juga film yang disukai adalah yang paling banyak mengandung 2 unsur <br />hal tersebut di atas. Levelnya menjadi beragam karena perbedaan intensitas dan kuantitas dari keduanya.<br />Jadi tidak salah kalo penggemar transformer sangat menyukai film ini karena memberikan apa yang mereka cari, kalopun ada yang<br />terasa kurang tidaklah terlalu mereduksi kepuasan mereka. Bagi mereka yang mengatakan film ini jelek, mungkin mereka <br />memandang film ini bukan sebagai penonton biasa tapi sebagai pengamat film yang ahli sehingga pandangannya sangat bersifat <br />teknis. Atau barangkali memandangnya sebagai penonton film namun dengan sense yang berbeda (ekspektasinya dan seleranya). <br />Jadi tidaklah salah kalau mereka beranggapan film ini jelek. Namun bukan berarti film ini jelek, tapi film ini hanya jelek <br />dalam anggapan mereka. Yang paling penting adalah menghargai pendapat orang lain, dan jauh lebih penting mengetahui apa<br />dasar dari pendapat orang lain itu. Sehingga pendapat yang berangkat dari dasar yang sama atau persepsi yang sama bisa <br />saling dipertemukan tapi jika sudah berbeda tentu saja seperti garis yang sejajar tidak pernah akan ada titik temunya kecuali<br />minimal salah satunya mau sedikit berbelok ke arah dalam dan bukan ke arah luar. Seberapa banyak derajat beloknya akan<br />sangat menentukan seberapa cepat dua garis itu bertemu. Jika keduanya berbelok dalam derajat yang tinggi bersama-sama<br />pasti akan bertemu dalam satu titik yang sama dalam waktu yang singkat.<br />Jadi bagus atau jelekkah film Transformer menurut anda? Jawabannya menunjukkan siapa anda sesungguhnya.<br /><a href="http://www.friendster.com/sarwoedibeneran" rel="nofollow">http://www.friendster.com/sarwoedibeneran</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: jali</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/07/transformers-sucky.html/comment-page-2#comment-3833</link>
		<dc:creator>jali</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 27 Jul 2007 09:31:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/07/transformers-the-sucky.html#comment-3833</guid>
		<description>I agreed. It&#039;s sucky.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>I agreed. It&#8217;s sucky.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

