hermansaksono

Patternless thoughts, pointless wisdom

Archive for May, 2008

Politik - May 21st, 2008

10 Tahun Reformasi

Reformasi
Bagi saya yang pada tahun ’98 masih SMA, tidak banyak rincian kejadian masa-masa reformasi yang dapat saya ingat. Awalnya harga pangan naik dan jadi langka, kemudian wacana kebobrokan orde baru terangkat, demonstrasi dimana-mana, dan ditutup dengan mundurnya Soeharto dari kursi kepresidenan.

Kurang lebih, hanya itu kejadian yang dapat saya ingat.

Tapi saya ingat betul semangat yang membahana pada waktu itu. Wacana perubahan begitu mendidih membakar darah di nadi-nadi. Itu adalah semangat kemenangan dan kemerdekaan.

Sayangnya, bersama dengan waktu, setiap orang harus kembali ke hidupnya untuk menjalankan roda-roda rumah tangga. Semangat itu harus disimpan dan ditaruh di lemari, sehingga tanpa kita sadari, banyak yang lupa semangat itu. Setelah 10 tahun setelah reformasi, negara ini justru sering tergoda untuk berjalan mundur mengabaikan demokrasi, melupakan sejarah, dan mengamini korupsi dan koruptor.

Oleh karena itu blog ini didirikan dan dipelihara supaya menjadi catatan kejadian reformasi serta rekaman semangat luar biasa itu, supaya kita tidak lupa kalau kita punya mimpi bersama untuk menjadi besar dan agung.

NB: Ada yang ingin sharing cerita?

Uncategorized - May 17th, 2008

Perlukah Kita Mati Dengan Keren

coffin
Kebanyakan orang meninggal dengan cara biasa. Di kasur atau di rumah sakit. Serangan jantung juga termasuk cara yang lumrah. Sampai saat ini, penyakit jantung masih pembunuh nomer satu sedunia, disusul oleh stroke.

Ini berbeda jika seandainya meninggal karena kanker setelah berbulan-bulan dikemoterapi. Atau tewas terlindas mobil. Atau kecelakaan pesawat terbang. Cara begini shock valuenya lebih garang.

Tentu tidak semua orang berpulang dengan cara tragis atau cara umum. Heath Ledger justru meninggal dengan cara yang konyol. Hasil otopsi menunjukan bahwa aktor pemeran Joker ini meninggal karena mencampur-campur obat resep.

Hari Sabtu ini, aktor lama Sophan Sophian meninggal karena lubang di jalan, kata Okezone. Diantara banyaknya penyebab kematian, Alm. Sophian harus pergi karena hal seremeh lubang di jalan.

Demikian juga dengan Benazir Bhutto yang meninggal bulan Desember 2007. Hasil forensik Scotland Yard menunjukan bahwa tokoh sekaliber ini tewas karena kejedhug atap mobil.

Life - May 16th, 2008

Majalah Cantik

Pertamanya dia minta tolong dibuatin sampul majalah fashion semacam Bazaar dan Vogue. Tapi namanya Cantik. Buat tugas kuliah, katanya.

Majalah Cantik

Lalu dia tanya merek kosmetik yang kelas atas itu apa.

Lalu nyuruh saya beli batik. Naik becak.

Lalu tanya soal make-up.

Sayapun bertanya-tanya, apakah Omith hendak menguji kefeminiman saya?

Opinion - May 15th, 2008

Satu Pasal Karet Untuk Anak SD

Cuplikan artikel dari Jawapos:

[...] BMZ dipolisikan oleh pengelola TK-SD Model Bani Hasyim, Aji Dedi Mulawarman, 25 Februari lalu ke Polsek Singosari. Tuduhannya melakukan pencemaran nama baik dengan cara menista melalui tulisan yang diatur dalam pasal 311 ayat 1 subpasal 310 ayat 2 KUHP. Bocah ini membuat poster pengumuman fiktif tentang informasi penjualan sekolah berikut gedung olahraga Bani Hasyim.

Keisengan BMZ memang ngeselin, tetapi apakah tuduhan pencemaran nama baik sudah pada tempatnya?

Kasus ini menegaskan salah satu kekurangan dari pasal-pasal karet: dia terlalu memudahkan orang untuk mempidanakan hal-hal yang tidak begitu penting.

Perlukah pasal-pasal itu diuji di MK? Saya rasa memang sudah waktunya.

Uncategorized - May 14th, 2008

Naik Bus Transjogja

Bis Transjogja. Foto © Transjogja.netAda satu dua hal yang menarik kalau anda naik TransJogja, katakan, beda jauhlah dengan TransJakarta. Bagaimanapun juga membandingkan Jogja dengan Jakarta itu seperti membandingkan apel dan wortel.

Yang paling kentara itu penjaga halte dan kenek bus TransJogja yang rupanya sangat peduli dengan kesejahteraan para penumpangnya! Benar, mereka akan menanyakan tujuan kita, dan memberi tahu kalau sudah sampai. Kalau kita kelihatan bingung, mas-mbak yang baik itu bakal ngasih saran rute mana yang sebaiknya dipilih. Sesekali mereka mengajak kita ngobrol.

Di Dalam Transjogja. Hari Pertama. Foto © Herman SaksonoAura guyub juga lebih terasa di TransJogja. Menurut adik saya Mimit penumpang Jogja lebih friendly. Beberapa kali dia menyaksikan dua penumpang saling asing yang berkenalan, dan kemudian ngobrol sampai ke tujuan. Backsound musik campursari dan dangdut mungkin turut berkontribusi.

Yang menganggu itu banyaknya petugas halte laki-laki (yang menurut saya) jayus. SECARA rasio petugas halte yang cewek dan yang laki itu 2 banding 1, MUNGKIN petugas laki berusaha charming dengan berlagak lucu. Padahal tidak lucu. Jadilah jayus.

Gambar pertama pinjam tanpa ijin dari transjogja.net. Makasih mas Thomasarie! :D

Uncategorized - May 13th, 2008

Jazz

Saya suka jazz.

Tapi jangan sampai jazz dijadikan alasan ketidakmampuan beryanyi.