
Dalam kunjungan yang pendek mengikuti Pesta Blogger 2008 sejak hari Jum’at lalu, ada banyak cerita untuk diingat dan disimpan.
Yang paling mengejutkan tentu penghargaan Blogging for Society Award yang dilimpahkan ke komunitas CahAndong. Ketika menerima award ini saya memang bingung, karena kegiatan di CA lebih banyak makan-makan dan jalan-jalan. Tapi mungkin, sekali lagi mungkin, sering kumpul bareng dan jalan bareng, membuat kami lebih dekat dan lebih kompak; sehingga kegiatan CahAndong lebih lancar.

Tapi award itu baru sebagian dari cerita. Saya juga akhirnya bertemu dengan Hanny, Kepikcantik, Oelpha, Nike, Itikkecil, Anangku, Epat, Arul, Antown, Mantan Siluman, Mas Kopdang, Priyadi, Eko Juniarto, Fikri Bloggingly, Catshade, dan buanyaaaak lagi. Perhelatan besar itu juga mengobati kerinduan untuk ngobrol langsung (baca: tidak pake YM) sama teman-teman blogger seperti Goenrock, Chic, Tito, Kangtutur, … duh sapa lagi ya banyak bgt e.
Semalam sebelum acara itu, saya mengikuti acara Muktamar Blogger di depan Bunderan HI. Selain bertemu dengan pentolan BHI yang rusak-rusak itu, saya juga sempat ketemu dengan Yenni Wahid. Yang menarik, walaupun hampir semua peserta sudah kucel dan keringetan, Yenny Wahid yang dibungkus kerudung dan jas tebal warna hitam bisa nampak segar. Bahkan bedaknya tidak lengket karena peluh. Kira-kira apa rahasianya?
Jika Muktamar Blogger adalah pre-party, maka usai dari Pesta Blogger saya menuju Wetiga untuk mengikuti post-party. Jika Muktamar adalah pemanasan, maka Wetiga adalah pendinginan. Sambil melahap sate paru khas wetiga, saya ngaso di pojok sambil menonton rombongan lain ketawa ngakak-ngakak.

Hari minggu esok harinya acara disambung dengan kopdar makan siang di PIM2. Bersama Antobilang, Nico, Gunawan, Hanny, Faniez, Didut, Iphan, Kepikcantik, Oelpha, Chika, Aprikot, dan Dimas, saya melakukan sesi pemotratan makanan di Sushi Tei. Hampir semua desert dipesan untuk difoto-foto buat kenangan.

Saya suka pesta ini, dan saya benar-benar menikmatinya. Pesta ini menjalankan fungsinya yang paling utama dan paling sentral, yaitu mengumpulkan blogger-blogger dari berbagai penjuru dan berbagai minat untuk saling mengenal dan mengerti. Keakraban ini baru awalnya saja. Terima kasih untuk Panitia! Terima kasih Ndoro, Mas Iman, Mas Enda, Hanny, Balibul, Chika, Dimas, dll.
Jika diijinkan mengkritik, saya berharap acara tahun depan lebih banyak sesi bebasnya, sehingga kami punya banyak waktu untuk bersosial dan ngobrol-ngobrol. Auditorium dan selasar BPPT sepertinya juga kurang mendukung untuk bercengkerama karena terlalu sempit dan layoutnya ruwet. Tapi saya tidak ingin meributkan yang kecil-kecil, seperti lokasi, pendaftaran, acara, atau yang lain.
Karena visi kita terlalu besar untuk mempermasalahkan hal-hal kecil.