hermansaksono

Patternless thoughts, pointless wisdom

Archive for November, 2008

Opinion - November 6th, 2008

Inspirasi Dotcom Obama


Bulat sudah 24 negara bagian melimpahkan 338 electoral vote ke tangan Obama. Dengan menembus 270 electoral vote, maka secara otomatis dia resmi menjadi presiden kulit hitam pertama AS. Sore 4 November itu, Obama berdiri pada podium besar di tengah Grant Park Chicago untuk melantangkan orasi kemenanganannya dengan penuh karisma.

McCain memang bukan tandingan Obama dalam hal berpidato dan karisma. Gaya bicaranya yang lemah, dan gerakan tangannya yang nanggung akibat cacat perang membuat McCain terlihat tidak meyakinkan. Tandingan Obama dalam hal berorasi adalah cawapres McCain: Sarah Palin. Seperti Obama, Palin mampu berpidato yang mengugah.

Yang membedakan, orasi Obama lebih memiliki substansi dan memuat logika. Pidato Palin, walaupun sangat mempesona, pada hakikatnya kosong dan mbulet. Pada akhirnya dukungan ke Palin dan McCain surut karena Palin tidak mampu menunjukkan substansi.

Kata kuncinya memang substansi. Maka, ketika dibilang kemenangan Obama terletak pada kesungguhannya memanfaatkan internet untuk memobilisasi massa, kita baru bicara sebagian dari kenyataan, karena kisah sukses 4 November ini tertumpu pada substansi dan taktik yang sangat baik.

Keunggulan Obama memang tidak hanya pada ketrampilan berkomunikasi. Dia telah menepis berbagai keraguan akan ketidaksiapannya menjabat presiden dengan menawarkan berbagai program domestik dan luar negeri. Dan yang paling penting, dia telah mengidentifikasi masalah-masalah di negaranya, sekaligus menawarkan solusinya. Obama mengkritik pelobi politik, dan berjanji akan membersihkan DPR dan Senat dari kelompok pelobi. Dia mengkritik jatuhnya ekonomi AS akibat ekonomi ala Reagan yang telah dianut Bush selama 8 tahun, dan sekaligus ia menjanjikan perubahan ekonomi dimana kemakmuran dibangun dari bawah ke atas.

Pesan dan pemikiran yang kuat ini didukung oleh strategi kampanye yang tepat. Dengan meratakan serangan kampanye ke seluruh 50 negara bagian, tim Obama telah sukses menjepit kandidat kubu McCain dari berbagai sisi.

Seperti kisah sukses lain, kemenangan dengan bantuan Internet mengugah inspirasi. Sejumlah capres Indonesia yang meminang kemenangan untuk 2009 mulai memanfaatkan internet untuk berkampanye. Satu dua menggalang dukungan melalui Facebook. Satu dua yang lain mulai menggandeng komunitas online untuk menyongsong 2009.

Akan tetapi, adakah satu yang menawarkan pemikiran untuk menyelesaikan masalah korupsi di Indonesia? Apakah ada satu yang secara cerdas mengajak diskusi untuk menyelesaikan permasalahan pengangguran kita? Apakah ada yang secara spesifik menjanjikan solusi untuk permasalahan pendidikan dan kesehatan rakyat?

Pada kenyataannya, kisah sukses Obama tertumpu pada karakter dan strategi kampanyenya. Internet , Blog, Facebook, Twitter tidak membuat seorang kandidat lebih baik, tetapi ‘hanyalah’ melipat-gandakan karisma karakternya. Tanpa adanya karakter dan substansi yang baik, maka dilipatgandakan satu juta kalipun, efeknya tetap saja remeh temeh.

Opinion - November 3rd, 2008

Gadis Somalia Korban Pemerkosaan Dirajam Mati

Pagi ini saya jalan-jalan di satu-dua situs berita berharap ada berita politik yang ngeselin. Alih-alih, saya justru menemukan tragedi yang menyesakkan.

Aisha Ibrahim Duhulow, gadis 13 tahun korban pemerkosaan, dihukum rajam oleh puluhan laki-laki hingga akhirnya meninggal dunia, demikian laporan oleh Amnesty International. Aisya divonis mati oleh pengadilan syariah Somalia atas tuduhan perzinahan. Eksekusi tersebut dilaksanakan tanggal 25 Oktober 2008 lalu pada sebuah stadion besar dan disaksikan oleh seribu penonton.

—via Aljazeera

Hukum apapun, di tangan orang yang salah, hasilnya adalah racun.