hermansaksono

Patternless thoughts, pointless wisdom

Reviews - July 18th, 2010

Inception

Inception

Di dalam koper logam itu ada DreamShare, mesin untuk menyusup mimpi. Ketika kamu masuk ke mimpi seseorang dan menerobos brankas pikirannya yang paling rahasia, maka hasilnya adalah pencurian mutakhir atas ide-ide brilian. Dan, malam itu Cobb (DiCaprio) menyusup ke mimpi Saito, seorang CEO Jepang, untuk mencuri rahasia dagangnya. Operasi yang nyaris sempurna itu berakhir runyam dengan kemunculan Mal, mendiang istri Cobb yang mengagalkan kesemuanya.

Dalam pelarian menghindari mafia pencuri ide yang murka karena kegagalan misi Cobb, datanglah Saito yang menjanjikan jaminan keselamatan. Sebagai gantinya, Cobb harus menjalankan satu operasi menyusup mimpi. Bukan untuk mencuri ide, tapi menanamkan ide di kepala CEO saingan Saito. Dalam kondisi terjepit, Cobb menerima tawaran yang sulit itu.

Menanam ide secara bawah sadar mengharuskan Cobb masuk ke dalam mimpi mimpinya mimpi si target. Penyusupan ke dalam tiga lapis mimpi itu mempertaruhkan nyawa, dan tim penyusup yang dikumpulkan Cobb tidak menyadari kalau ancaman dari mendiang Mal bisa selalu muncul dari setiap sudut.

Inception memang bukan thriller psikologis semacam Shutter Island atau The Cell. Film karya Christopher Nolan (The Dark Night, Memento) ini lebih mendekati film action psikologis. Kompleksitas mimpi yang berlapis-lapis disajikan dengan runtun dan jelas, sehingga tidak ada rasa uncertainty walaupun suasana mencekam itu masih tetap ada. Pilihan genre ini memang mengejutkan, mengingat film tentang mimpi biasanya condong ke horor atau thriller.

Tetapi perlu diketahui bahwa Inception pada awalnya memang film horor. Konsep film tentang “menyusupi mimpi” mulai digarap Nolan sepuluh tahun yang lalu, untuk kemudian ia simpan dahulu di dalam brankas pikirannya, sambil mencari pengalaman sekaligus kepercayaan dari industri. Nolan sadar sepenuhnya, bahwa film tentang mimpi memiliki batasan-batasan yang tidak ada, sehingga memerlukan efek visual yang sinting dan sekaligus anggaran yang sinting.

Tanggal 16 Juli kemarin, brankas pemikiran Nolan selama sepuluh tahun akhirnya dibuka ke penonton. Inception memang film action psikologis dengan konsep yang sinting. Tetapi ketika disandingkan dengan Memento ataupun Dark Knight, Inception memang masih kurang sinting.

21 Comments


Leave a Reply