Reviews - January 4th, 2011
Dalam Mihrab Cinta
God works in mysterious way. Tapi bagi Habiburahman El Shirazy, God works in sinetron’s way. Dan pengarang Ayat-ayat Cinta dan Ketika Cinta Bertasbih itu kembali mengulang resep yang identik di film Dalam Mihrab Cinta.
DMC dimulai dengan Syamsul (Dude Herlino) yang diusir dari pesantren karena difitnah mencuri oleh Burhan (Boy Hamzah). Pulang ke keluarganya, alih-alih dibela, Syamsul justru dimarahi Ayahnya dan ditempeleng oleh kedua kakak laki-lakinya dengan sound effect semutakhir film kung fu. Perlakuan ini akhirnya memaksa Syamsul melarikan diri ke Semarang, dan kemudian Jakarta. Di sana, Syamsul benar-benar menjadi copet, hingga suatu hari dia mendapatkan dompet milik Sylvie (Asmirandah) yang kelak akan mengubah hidupnya 180 derajat.
Film yang disutradari oleh pengarangnya ini terlalu banyak mengandung kebodohan blooper dan kebodohan plot. Tidak ada salahnya berusaha memaafkan Habiburahman yang masih hijau di bidang penyutradaraan melakukan kebodohan blooper, walaupun beberapa—seperti berita copet di Semarang masuk headline koran Jawa Timur—terlalu absurd. Akan tetapi kebodohan plot sangat susah diterima.
Seperti misalnya nasib Syamsul yang bisa berubah dari copet menjadi ustad dengan sangat cepat dan ajaib, tanpa kerja keras yang istimewa. Seperti juga asmara segitiga Syamsul, Sylvie, dan Zizi yang diselesaikan dengan praktis oleh Habiburahman. Pernikahan memang kembali menjadi tema sentral film ini, setelah semua masalah Syamsul terselesaikan di pertengahan film, maka Dalam Mihrab Cinta dilanjutkan dengan episode Syamsul mencari istri. Dan sama seperti AAC dan KCB, pernikahan itu memang tanpa pacaran.
Nampaknya nikah tanpa pacaraan inilah yang selalu menjadi benang merah semua dongeng Habiburahman. Dan anak muda jaman sekarang harus waspada dari propaganda ideologi yang semacam itu.
32 Comments
-
Benang merah Habiburahman: lelaki yg digandrungi banyak wanita :p
-
semoga filmnya bisa menginspirasi orang dalam mencari jodho :D
syukron ya akhi herman
-
istilahmu ki lho mooon … “propaganda ideologi” wakakakakakakakak …
-
Apakah mungkin Habiburahman bikin cerita bertema pernikahan beda agama? :D
-
“Dan anak muda jaman sekarang harus waspada dari propaganda ideologi yang semacam itu.”
kenapa harus diwaspadai akhi, itu kan ajaran agama?
#eaaaaaa
-
ASMIRANDAAAAHHHHHHHHHH!
AAAAAAA
#FansSejatiAsmirandah*teteup*
-
diagamamu diharuskan pacaran dulu mon?
-
kalimat terakhir paragraf keempat dan keseluruhan kalimat paragraf kelima kayaknya menjadi inti yang ingin kamu sampaikan, herman. :p
-
mungkin si habiburahman percaya dengan “pacaran setelah nikah” bukannya “pacaran sebelum nikah” :D
-
sebenarnya aku sih setuju ajah sama tema dimana pacaran setelah nikah menjauhkan kita dari fitnah dan godaan syetan tapiii jenuh juga sama alur film2 kang abik yang monoton itu2 ajah. gitu2 ajah. harusnya ada pesan2 lain yang nggak ditemui di film2 sebelumnya. jadi wawasan keagamaan kita bertambah. ohya sesekali merasa filmnya kang abik ini semua rata2 lebay. tokoh utama pasti sosok yang luar biasa baik dan mendekati sempurna. pdhl di dunia ini kan nggak ada yang kek gitu. #ngosh
-
Kayaknya benang merahnya:
“Kalau suka sama cewek, kawini! Kalau ada yang disukai lagi, ya kawin lagi!”:))
-
Hahahahahaha…. gak bisa nentang komen ini :D
-
-
Kalo sampe gw nonton ini pasti gara2 Asmirandah :))
“propaganda ideologi”… huahahahahahahaha! Kang Abik berasa Goebbels :))
-
Betul kata mas Eko, mereka berasal dari satu golongan besar yang sudah seide dalam hal nikah tanpa pacaran..dan kelihatannya bahagia juga.
Yang kita tunggu film yang tidak itu-itu aja (temanya) biar ga bosen.:) -
hoiii….
smua yang ditulis Pak Habib bukan dongeng…
dan sungguh jika kau tetap ingin menjaga para pemuda dengan kata kata mu “Dan anak muda jaman sekarang harus waspada dari propaganda ideologi yang semacam itu” …. tetep aja kayak gitu.
hidup itu pilihan brooo…memilih untuk berpegang pada Al-Qur’an yang akan menuntun mu di sempitnya kuburmu yang disana tidak akan ada pertolongan kecuali pertolongan Allah Swt semata atau memilih selalu mendewa-dewakan akal sehat. sungguh segala sesuatu tak bisa hanya dinalar dengan akal sehat.
atoo kalau kalian memang tergila-gila sama asmirandah,, sekali lagii saya bertanya…MEMANGNYA ASMIRANDAH BISA MENYELAMATKANMU DI AKHIRAT BEROOOOOO????”yahhh…nikmatilah asmirandah…
jangan pernah bilang semua karya pak Habib hanya dongeng…buktikan kalau kamu bisa jadi penulis novel best seller no 1 di Indonesia..silahkan tulis kalau karya pak Habib DONGENG dan SAMPAH….Talkless do More berooooooo…..
-
kalau novel jadi pilem, emang akan bayak kemungkinan yang bagus (termasuk nilai yg disampaikan tanpa bermaksut menggurui-karena pakai sudut pandang penulis)yg terbuang. The result is : pilem gak seenak wktu kita baca novelnya..seprti laskar pelangi movie, berubah tidak sekeren novelnya….seperti juga Ketika Cinta Bertasbih….pdhl ketika baca novelnya ada byk pesan yg tersampaikan…ttg fiqih dll….
dan tentang klimaks review ini :
Nampaknya nikah tanpa pacaraan inilah yang selalu menjadi benang merah semua dongeng Habiburahman. Dan anak muda jaman sekarang harus waspada dari propaganda ideologi yang semacam itu.
please deh….kalau orang luar ramai-ramai propaganda sex before merit, knp pula kita harus waspada dengan pacaran after merit….? -
kalau novel jadi pilem, emang akan bayak kemungkinan yang bagus (termasuk nilai yg disampaikan tanpa bermaksut menggurui-karena pakai sudut pandang penulis)yg terbuang. The result is : pilem gak seenak wktu kita baca novelnya..seprti laskar pelangi movie, berubah tidak sekeren novelnya….seperti juga Ketika Cinta Bertasbih….pdhl ketika baca novelnya ada byk pesan yg tersampaikan…ttg fiqih dll….
dan tentang klimaks review ini :
Nampaknya nikah tanpa pacaraan inilah yang selalu menjadi benang merah semua dongeng Habiburahman. Dan anak muda jaman sekarang harus waspada dari propaganda ideologi yang semacam itu.
please deh….mestinya yg diwaspadai kan propaganda sex before merit, kok ribut dgn yg sebaliknya? -
kayak nya mas herman saksonono ini menganggab semua agama yang ada ini tidak sesuai akal sehat manusia ya ?
Atau malah menurut anda adanya agama-agama ini tidak sesuai dengan akal sehat ya ?-
kesimpulan yang aneh
-
-
tema sama yg selalu diulang2… tinggal ganti setting dan karakter… plus bumbu2 ga masuk akal… benar2 membosankan
-
dongeng yg Mon, ah Rusa gak suka dongeng Mon :D
-
Rung tau nonton filem-filem sing disebut kuwi mau. Ketoke kok mung ngono-ngono wae.
-
ndak perlu nntn film ini, aku dah dpt propaganda ideologi yg begitu gencaarrr pas awal2 kuliah,, meskipun labelnya sama2 Islam, tp keislaman setiap org ya tergntung hati nuraninya,, dan nuraniku jelas menolak ideologi ini! #curcol
-
Nikah tanpa pacaran = beli kucing dalam karung :). Cuma mungkin menurut Habiburrahman, kita beli saja karungnya dan kemudian berdo’a semoga isinya kucing yg cantik dan baik (koq kayak gambling yah).
-
kalau definisi pacaran itu adalah saling mengenal latar belakang, keluarganya, dan pekerjaannya, ow itu sangat saya dukung. nah setelah itu, ndak usah pake lama2, langsung eksyen alias lamarlah gadis pilihannya. ;)
Untuk semua gadis yang membaca tulisan ini (hihi), tanyakan ke pacar Anda apakah mereka berani melamar Anda a.s.a.p! bila pacar Anda gelagapan, pake sejuta alasan untuk ngeles, tinggalin saja, dia ndak serius dengan Anda. Tinggalin ajah. :D
