Reviews - February 21st, 2011
Arwah Goyang Karawang
Jika ada kekhawatiran film Indonesia akan merosot ke era 80-an yang dipenuhi horor, slapstik, dada, dan seks; maka sebetulnya itu sudah terjadi. Film Arwah Goyang Karawang telah membuktikannya.
Arwah Goyang Karawang mengisahkan persaingan antara dua penari jaipong erotis bernama Lilis (Julia Perez) dan Neneng (Dewi Persik). Lilis yang bisa menari lebih liar membuat Neneng iri. Puncaknya terjadi ketika Neneng mendorong Lilis sampai jatuh sehingga dibalas tamparan selendang Lilis. Keduanya beradu mulut, saling memaki dengan kata “l*nte” sampai saya lupa berapa banyak kata kotor itu keluar.
Dan terjadilah perkelahian JuPe vs DePe yang mahsyur itu. Nampaknya dada sudah diniati menjadi superstar Arwah Goyang Karawang. Ketika beradu mulut, JuPe dan DePe selalu berhadap-hadapan hingga tidak ada jarak di antara dada mereka. Entah apa hubungannya dengan alur cerita.
Adegan kelahi mereka mencapai klimaksnya saat Depe menendang wajah Jupe dengan kelincahan pesilat. Saya acungi jempol, sang produser tahu benar cara memonetisasi perkelahian itu. Dan, seolah belum puas mengeksploitasinya di infotaiment dan YouTube, pada scene itu juga muncul tulisan “Adegan perkelahian asli”.
Belakangan, Jupe juga menunjukkan keterampilan silatnya ketika menendang pintu kamar hotel prodeo sampai jebol.
Sisanya tentu tidak jauh-jauh dari dada, seks, “l*nte”, dan slapstik yang tidak diniati. Misalnya seperti Depe menari erotis hingga menjatuhkan buku. Atau Jupe bermain ranjang dengan suaminya. Lalu adegan mereka menari erotis lagi. Lalu adegan Jupe mandi kembang. Tentu diimbangi dengan dialog yang membuat penonton semakin ragu apakah ini horor atau komedi. Jika tidak didukung oleh premis cerita yang menarik, film ini lebih layak disebut softporn.
Sayangnya premis cerita Arwah Goyang Kerawang adalah jiplakan dari film horor Thailand yang berjudul Alone.
***
“Pak! Saya mau berhenti menari jaipong striptease. Saya merasa sudah menyalahgunakan kesenian,” ujar karakter Lilis yang diperankan Julia Perez.
Entah sadar atau tidak, sebetulnya sineas Arwah Goyang Karawang juga telah menyalahgunakan kesenian. Seni film.
30 Comments
-
Ini “dada” dalam artian kelenjar susu atau dadaisme?
-
Saya baru dari YouTube. Luar biasa.
-
Jyaaan ra mutu tenan, ik -__-”
-
[...] This post was mentioned on Twitter by hermansaksono, kayaknya kenal, Natasha Restuningsih, Reny Payus, nicowijaya and others. nicowijaya said: Hahhaaa blogger sejati! RT @hermansaksono: Review #ArwahGoyangKarawang http://wp.me/phbxB-n4 [...]
-
berarti nonton yang versi youtube udah cukup kali ya?
-
Lah saya jadi tahu yang di YouTube. Ada yang aneh, kenapa orang yang mau misah mundur lagi, membiarkan perkelahian (atau “perkelahian”) berlangsung?
Ah embuh. Ndak pengin nonton karena keduanya bukan favorit saya :D Saya juga nggak ngikuti kabar tentang mereka :D Wis karepmu mbakyu, marilah masing-masing dari kita cari makan.
-
Saya betul-betul tidak tahu mau komentar apa ….
Ragu juga kalau kekosongan film Holywood bisa diisi oleh film lokal -
Sungguh dada – dada yang sangat menarik..
-
=)) nice point :p
-
-
Sempat-sempate nonton, Moooon!
-
momon gitu ri …
-
-
“Entah sadar atau tidak, sebetulnya sineas Arwah Goyang Karawang juga telah menyalahgunakan kesenian. Seni film.”
Literally LOL
-
Dadanya kemana-mana ya mas momon… saya gak mau nonton ah. nanti dimarain nenek saya.. :D
-
*NGAKAK*
“ini ngakak asli”
-
Kalau bisa minta tolong disensor sama lembaga sensor film. Adegan-adegan yang enggak ada kaitan dengan dada sebaiknya dibuang saja soalnya mbikin mood jadi hilang ..
-
haiyah.. seorang Herman Saksono pun turun tangan menonton film bermutu ini. dari posternya aja udah merinding lihatnya hahaha.
-
Jadi, JuPe vs DePe akan berdamai setelah tahu film ini sukses dijual di pasar atau tetap berperkara ya?
-
trus cerita arwah-nya mana mas momon?
o_O -
“cerita Arwah Goyang Kerawang adalah jiplakan dari film horor Thailand yang berjudul Alone”
lah.. saya pikir BLACK SWAN :D
-
jadi moral dari film ini apa? :D
-
nanti juga ilang dengan sendiri sensasi murahan seperti itu….
-
Aku salutnya sama bang Momon, semua film ditonton, even yang ber-genre pocong-pocongan sekalipun….(*opo mergo pilem Hollywood kukut, terus cari alternatip ya? :)) )
-
laio…. g pantes tuk ditayangin tuh… lembaga sensor film haruzz lBih ketat
-
wah, kalo ada film judulnya Arwah yang ditukar kayanya Laris manis tuh..
-
ini hasil nobar kamu sama anak2 @CahAndong kan Mon
-
COBA KLO YANG JADI LILIS ASLI YANG PUNYA LAGU GOYANG KARAWANG ‘LILIS KARLINA ‘ MUNGKIN GAK CUMA JADI FILM ERTIS ATAU SOFTPORN DOANG.
