<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>hermansaksono &#187; Life</title>
	<atom:link href="http://hermansaksono.com/category/life/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://hermansaksono.com</link>
	<description>Patternless thoughts, pointless wisdom</description>
	<lastBuildDate>Sat, 04 Feb 2012 13:51:20 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3</generator>
		<item>
		<title>Mengungsi dari Merapi</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2010/11/mengungsi-dari-merapi.html</link>
		<comments>http://hermansaksono.com/2010/11/mengungsi-dari-merapi.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Nov 2010 10:08:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Herman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Life]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/?p=1324</guid>
		<description><![CDATA[Setelah zona aman diperluas menjadi 20km, kami sekeluarga (minus kucing, anjing, dan ayam bangkok) mengungsi ke selatan, menjauhi Merapi yang menyiram debu dan pasir vulkanik.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/11/Peta-Radius-Merapi1.jpg"></a><a href="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/11/Peta-Radius-Merapi2.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1331" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/11/Peta-Radius-Merapi2.jpg" alt="Peta radius merapi" width="430" height="581" /></a><br />
Setelah Merapi terus menerus bergeleduk sepanjang malam (4/11), akhirnya pukul 12 malam hujan pasir menyiram atap rumah dengan suaranya yang berdetik-detik. Saya, <a href="http://dianparamita.com">Mimit</a>, dan Bapak mulai khawatir; apalagi setelah muncul informasi kalau daerah aman diperluas dari 15km menjadi 20km (ditarik dari puncak Merapi).</p>
<p>Ini tentu menakutkan, karena rumah saya sekitar 25km dari Merapi.</p>
<p style="text-align: left;">Jujur saja, susah untuk bisa tidur nyenyak mendengar suara geleduk merapi yang bersahut-sahutan dengan halilintar. Keadaan diperparah dengan Bapak yang tiba-tiba memutar <em>ringtone</em> perempuan menjerit-jerit, yang membuat saya dan Mimit lari panik ke luar.</p>
<p style="text-align: left;">Akhirnya tadi malam kami &#8220;mengungsi&#8221;, walaupun Edo, Tihek, Respo, dan Gembrot peliharaanku ditinggal. Feeling saya awan panas tidak akan sampai rumah malam itu. Sengaja kami tidak memberi tahu Ibu yang sedang di Schiphol, supaya tidak kepikiran. Dengan bagasi terisi tas-tas isi baju, mobil kami bergerak.</p>
<p style="text-align: left;">Suasana di jalan yang saya lewati terhitung lenggang, walaupun biasanya lebih sepi pada jam segitu. Saya melewati Gejayan, Baciro, Kotabaru, Gondolayu, dan Mangkubumi. Udara diliputi oleh <a href="http://hermansaksono.com/2010/11/bahaya-abu-volkanik.html">abu-abu halu</a>s yang membuat lampu malam berpendar kuning. Jarak pandang sangat pendek, mobil yang disetir Bapak bergerak dengan kecepatan 30.</p>
<p style="text-align: left;"><a href="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/11/tugu_jogja_hujan_abu_vulkanik_merapi.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1328" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/11/tugu_jogja_hujan_abu_vulkanik_merapi-440x330.jpg" alt="Tugu Jogja terkena abu vulkanik Merapi" width="440" height="330" /></a></p>
<p style="text-align: left;">Abu membuat palet kota berubah. Jogja menjadi kontras, warna-warna menjadi lebih tajam, karena permukaan-permukaan ditutup oleh abu putih.</p>
<p style="text-align: left;">Mobil akhirnya mendarat di rumah Bude. Sambil ngantuk nonton TVOne yang sering ngaco, mulailah muncul berita-berita sedih itu. Sejumlah desa terbakar, dan jatuh korban jiwa. :(</p>
<p style="text-align: left;">Doa saya untuk semua warga di Jogja, semoga tabah dan tidak patah semangat melewati bencana ini.</p>
<p style="text-align: left;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hermansaksono.com/2010/11/mengungsi-dari-merapi.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>17</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rapat Evaluasi</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2010/10/rapat-evaluasi.html</link>
		<comments>http://hermansaksono.com/2010/10/rapat-evaluasi.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 25 Oct 2010 05:47:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Herman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Life]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/?p=1318</guid>
		<description><![CDATA[Rapat evaluasi diadakan di tepi danau. Apa hasil evaluasinya?]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><object classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" width="440" height="355" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="allowscriptaccess" value="always" /><param name="src" value="http://www.youtube.com/v/B5RAAFJdEiU?fs=1&amp;hl=en_US" /><param name="allowfullscreen" value="true" /><embed type="application/x-shockwave-flash" width="440" height="355" src="http://www.youtube.com/v/B5RAAFJdEiU?fs=1&amp;hl=en_US" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"></embed></object></p>
<p>Rapat evaluasi diadakan di tepi danau. Apa hasil evaluasinya?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hermansaksono.com/2010/10/rapat-evaluasi.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Penipuan Dengan Kapal Api</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2010/08/penipuan-dengan-kapal-api.html</link>
		<comments>http://hermansaksono.com/2010/08/penipuan-dengan-kapal-api.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Aug 2010 04:57:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Herman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Life]]></category>
		<category><![CDATA[society]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/?p=1219</guid>
		<description><![CDATA[Pagi-pagi Mbak Ami, PRT keluarga saya heboh. Wajahnya berbinar-binar ketika menunjukkan selipat kupon dari bungkus kopi Kapal Api. Ia telah memenangkan sebuah mobil Mazda.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><a href="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/08/penipuan_berkedok_kapal_api.jpg"><img class="size-full wp-image-1220 aligncenter" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/08/penipuan_berkedok_kapal_api.jpg" alt="Penipuan berkedok Kapal Api" width="300" height="411" /></a></p>
<p>Pagi-pagi Mbak Ami, PRT keluarga saya heboh. Wajahnya berbinar-binar sambil menunjukkan selipat kupon dari bungkus kopi Kapal Api. Tertulis kalau ia memenangkan satu buah mobil Mazda.</p>
<p>Kupon itu dicetak menggunakan printer <em>inkjet</em>, kelihatan dari tinta yang tidak rata. Juga tertulis kalau pemenang harus membayar pajak hadiah sebesar 20%. Sukar mengakui kalau itu bukan penipuan. Tetapi siapapun yang melihat keriangan Mbak Ami menceritakan kemenangannya, pasti tidak punya hati untuk mengatakan yang sebenarnya. Kita cuma bisa mewanti-wanti kalau itu bisa saja cuma penipuan.<span id="more-1219"></span></p>
<p>Kita mencoba menelpon hotline Kapal Api seperti yang tertera dalam websitenya, tetapi tidak diangkat. Akhirnya Mbak Ami menelpon nomor yang tertera di kupon. Di nomor itu, suara laki-laki kami dengar senyap-senyap. Ia minta didikte nomer PIN yang tertera di kupon itu, dan setelah dicek di komputernya, laki-laki itu mengucapkan selamat kepada Mbak Ami. Ibu dua anak itu memenangkan sebuah mobil Mazda. Begitu katanya.</p>
<p>Selanjutnya laki-laki itu menjelaskan bahwa hadiah akan dikirimkan ke rumah, tetapi Mbak Ami harus mentransfer uang jaminan sebesar 4,75 juta. Ini tidak dapat dinegosiasi, jaminan tidak bisa dibayarkan setelah mobil itu sampai. Ia meminta uang 4,75 juta itu ditransfer ke rekening rahasia Kapolri di Bank Mandiri dengan nomor rekening 127 000 561 666 7, atas nama Taufik Hidayat, SE. Laki-laki itu merapal &#8220;aturannya&#8221; dengan ketukan-ketukan tetap. Agak intimidatif memang.</p>
<p>Bagi saya, persyaratan itu jelas tidak masuk akal. Tapi bagi mbak Ami hadiah ini adalah berkah. Jika mobil hadiah itu dijual, ia bisa segera menyelesaikan kredit motor dan angsuran tanah. Pendapatannya bisa dialokasikan untuk selain membayar kredit. Di keluarga kami, Mbak Ami adalah simbol <em>working class</em> yang wajib menjadi panutan. Bersama suaminya yang tiap malam berjualan mie gerobak, ia menaikkan kesejahteraan keluarganya. Di desanya, ia sudah punya rumah gedong, dan sepetak sawah. Puteranya sekarang sekolah di SMP yang cukup bagus di Jogja.</p>
<p>Penipuan selalu menyakitkan. Dan sangat melukai mereka yang berusaha dengan bekerja. Kita yang tiap hari dihujami spam dan email <em>money laundering</em> dari Rwanda, mungkin langsung tahu kalau itu penipuan. Tapi bagi Mbak Ami, itu adalah harapan. Harapan yang kemudian kosong.</p>
<p>Siang harinya, orang rumah berhasil mendapatkan nomor telepon hotline Kapal Api yang lain. Operatornya menjelaskan bahwa kupon itu memang penipuan. Kapal Api tidak akan memungut uang dari pemenang (jawaban serupa dari <a href="http://twitter.com/KapalApi_Coffee/status/20948741725">Twitter Kopi Kapal Api</a>).</p>
<p>Saya tidak tahu bagaimana Mbak Ami ketika mengetahuinya. Mungkin dia juga tidak apa-apa. Esok paginya saya bertemu dengannya, ia tetap ceria seperti biasanya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hermansaksono.com/2010/08/penipuan-dengan-kapal-api.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>40</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>iPad For Free</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2010/08/ipad-for-free.html</link>
		<comments>http://hermansaksono.com/2010/08/ipad-for-free.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Aug 2010 17:45:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Herman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Life]]></category>
		<category><![CDATA[kekonyolan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/?p=1215</guid>
		<description><![CDATA[Seharian ini banyak undangan ke event &#8220;iPad for Free&#8221; di Facebook. Sayang event ini USA Only. Tapi saya tidak punya teman FB yang di USA lho. Lantas kenapa teman-teman FB saya menginvite yaa?]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seharian ini banyak undangan ke event &#8220;iPad for Free&#8221; di Facebook. Sayang event ini USA Only.</p>
<p>Tapi saya tidak punya teman FB yang di USA lho.</p>
<p>Lantas kenapa teman-teman FB saya menginvite yaa?<br />
<a href="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/08/iPad-for-Free.jpg"><br />
<img class="alignnone size-medium wp-image-1216" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/08/iPad-for-Free-440x250.jpg" alt="" width="440" height="250"  alt="iPad-for-Free" /></a> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hermansaksono.com/2010/08/ipad-for-free.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rumitnya Pesan Makanan di KFC</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2010/05/rumitnya-pesan-makanan-di-kfc.html</link>
		<comments>http://hermansaksono.com/2010/05/rumitnya-pesan-makanan-di-kfc.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 14 May 2010 02:32:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Herman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Life]]></category>
		<category><![CDATA[kekonyolan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/?p=1127</guid>
		<description><![CDATA[KFC telah berubah dari fast food menjadi complicated food. Memesan makanan di sana terlalu rumit.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/05/colonel_sanders.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1130" style="border: 2px solid #222;" title="KFC Colonel Sanders" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/05/colonel_sanders.jpg" alt="" width="300" height="366" /></a></p>
<p>Seingat saya, jaman dulu, beli makan di KFC adalah sesuatu yang cepat dan praktis, sehingga julukan <em>fast food</em> adalah sesuatu yang layak.</p>
<p>Tetapi, entah kenapa, sekarang KFC berubah menjadi <em>complicated food</em>.</p>
<p>Ketika kemarin hari saya (dan <a href="http://www.twitter.com/kakilangit">kakilangit</a>) ke KFC dengan niat membeli salad dan air putih, ternyata prosesnya tidak sesederhana mengatakan &#8220;salad satu dan aqua&#8221;. Pada kenyataannya kami diberondongi dengan pertanyaan demi pertanyaan oleh mbak yang selalu berwajah ceria.</p>
<ul>
<li>Saladnya mau yang kecil atau yang besar? Besar.</li>
<li>Saladnya pakai ayam atau tidak? Tidak.</li>
<li>Mau pesan ayam? Tidak.</li>
<li>Temannya mau pesan ayam? Iya.</li>
<li>Ayamnya yang crispy apa original? Crispy.</li>
<li>Yang crispy pakai black pepper atau tidak? Pakai black pepper.</li>
<li>Mau pakai nasi organik atau upgrade ke kentang goreng? Nasi saja.</li>
<li>Mungkin mau tambahan yang lain? Tidak.</li>
<li>Minumnya apa? Aqua.</li>
<li>Aku dingin atau biasa? Dingin.</li>
<li>Temannya minum apa? Coca-cola.</li>
<li>Coca-colanya pakai es atau biasa? Pakai es.</li>
<li>Masnya dapt bonus goceng, mau ambil yang mana? Ini? Ini? Ini? Atau ini mungkin? Ini.</li>
<li>Mungkin mau beli CD-nya mas? <sup>1</sup></li>
<li>Makan sini atau dibawa pulang?<sup> 2</sup></li>
<li>Jadi salad, aqua, paket nasi ayam, coca cola, dan gocengnya ambil es krim waffle strawberry. Ada lagi mas?</li>
</ul>
<p>TIDAAAAK!!!</p>
<p><sup>1</sup>Update dari <a href="http://aalayaa.com/">aalaya</a>.</p>
<p><sup>2</sup>Update dari <a href="http://choro.wordpress.com/">Choro</a>. </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hermansaksono.com/2010/05/rumitnya-pesan-makanan-di-kfc.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>29</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Es Teh Tawar Dua</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2010/04/es-teh-tawar-dua.html</link>
		<comments>http://hermansaksono.com/2010/04/es-teh-tawar-dua.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Apr 2010 05:39:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Herman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Life]]></category>
		<category><![CDATA[society]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/?p=1109</guid>
		<description><![CDATA[Salah satu cara memperoleh kenyang tanpa menimbun nasi di piring adalah minum yang banyak. Saya, kalau makan, biasanya lebih banyak minumnya daripada makannya. Bukankah banyak minum es bikin gemuk? Ah siapa bilang. Yang bener minum es yang diberi gula itu bikin gemuk. Penggemuk ada di kimiawi gula (yak, bahkan gula itu termasuk kimia), bukan di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><a href="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/04/es-teh-for-the-soul.jpg"><img class="size-medium  wp-image-1110 aligncenter" title="Es Teh Tawar" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/04/es-teh-for-the-soul-333x500.jpg" alt="" width="333" height="500" /></a></p>
<p>Salah satu cara memperoleh kenyang tanpa menimbun nasi di piring adalah minum yang banyak. Saya, kalau makan, biasanya lebih banyak minumnya daripada makannya. Bukankah banyak minum es bikin gemuk? Ah siapa bilang. Yang bener minum es yang diberi gula itu bikin gemuk. Penggemuk ada di kimiawi gula (yak, bahkan gula itu termasuk kimia), bukan di suhu.</p>
<p>Tapi tentu ada orang-orang yang merasa tidak nyaman melihat saya banyak minum. Ekspresi yang paling wajar itu kaget sambil teriak &#8220;Dua Mon?&#8221;. Nah untuk ini saya sudah punya jawaban yang manjur: &#8220;Mampu kok&#8221;, tentu dengan memasang ekspresi kalem. Biasanya manjur, mereka yang reseh itu langsung <em>gondok</em>.</p>
<p>Belakangan ungkapan &#8220;mampu kok&#8221; jadi populer di CahAndong untuk menunjukkan kejumawaan dalam kebercandaan. Padahal aslinya ungkapan itu untuk membuat orang reseh lekas diam.</p>
<p>Tetapi hobi minum banyak ini lebih sering membawa mudharat. Kemarin lusa di Nanamia, gara-gara pesan Aqua dua, pelayannya lupa tidak membikinkan Strawberry Lassi. Lantaran di meja sudah ada dua minuman, pelayannya berasumsi kalau pesanan sudah lengkap jika jumlah gelas di meja sama dengan jumlah orang yang duduk di meja itu.</p>
<p>Dan kemarin ke Nanamia lagi, hal yang serupa terulang lagi. Betul, saya jadi meragukan maksud dan tujuan menulis pesanan di kertas.</p>
<p>Yang paling menyebalkan tentu saja hari ini di kantin Perpustakaan UGM (jika tidak begitu menyebalkan, tentu saya tidak akan menulisnya di sini bukan?). Di kantin itu, sudah lumrah saya pesan &#8220;soto tanpa nasi ples es teh tawar dua&#8221;. Tentu saja pesanan itu sempat membuat ibu-ibu pengelola kantin tertegun, tapi setelah makan di sana berbulan-bulan mereka mulai agak terbiasa.</p>
<p>Hari ini nyaris sempurna. Tidak ada lagi tatapan aneh ketika memesan &#8220;soto tanpa nasi dengan es teh tawar dua&#8221;. Sotopun terasa segar dan gurih. Tak lama kemudian &#8220;es teh tawar dua&#8221; saya mendarat di dekat mangkuk soto yang gurih itu. Dan—dengan inosennya—orang yang duduk di sebelah saya mengambil satu dari dua gelas es teh tawar itu. Dan langsung menyeruputnya. Dan langsung celingukan mengeluarkan ekspresi aneh.</p>
<p>&#8220;Tawar ya mas? Itu punya saya,&#8221; saya bilang.</p>
<p>Saya belajar banyak hari ini. Lain kali saya pesan &#8220;es teh tawar tiga&#8221;. Mampu kok.</p>
<p>Foto dari <a href="http://looneydani.blogspot.com/2009/10/makanan-oh-makanan.html">Swastika Rahmadani</a>.  </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hermansaksono.com/2010/04/es-teh-tawar-dua.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>16</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Redundansi Bandara Saigon</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2010/02/redundansi-bandara-saigon.html</link>
		<comments>http://hermansaksono.com/2010/02/redundansi-bandara-saigon.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 15 Feb 2010 05:15:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Herman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Life]]></category>
		<category><![CDATA[finds]]></category>
		<category><![CDATA[kekonyolan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2010/02/redundansi-bandara-saigon.html</guid>
		<description><![CDATA[Mustinya kalau sudah ASI, gak perlu &#8220;air&#8221; di depannya.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/02/Air-Asi.jpg"><img src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/02/Air-Asi-440x330.jpg" alt="" title="Air Asi" width="440" height="330" class="aligncenter size-medium wp-image-1060" /></a></p>
<p>Mustinya kalau sudah ASI, gak perlu &#8220;air&#8221; di depannya.  </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hermansaksono.com/2010/02/redundansi-bandara-saigon.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Books</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2010/01/books.html</link>
		<comments>http://hermansaksono.com/2010/01/books.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 02 Jan 2010 22:25:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Herman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Life]]></category>
		<category><![CDATA[thoughts]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2010/01/books.html</guid>
		<description><![CDATA[The greatest gift, ever, is probably books. They don&#8217;t decay, nor out of date. The mold with you and shape your mind. They may die with you, but their offspings—ideas—lives, eternally. Popping thought at Soekarno-Hatta airport.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>The greatest gift, ever, is probably books. They don&#8217;t decay, nor out of date. The mold with you and shape your mind. They may die with you, but their offspings—ideas—lives, eternally. </p>
<p>Popping thought at Soekarno-Hatta airport.   </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hermansaksono.com/2010/01/books.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Wanita Hamil dan Tangga</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2009/08/wanita-hamil-dan-tangga.html</link>
		<comments>http://hermansaksono.com/2009/08/wanita-hamil-dan-tangga.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 19 Aug 2009 00:53:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Herman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Life]]></category>
		<category><![CDATA[Random]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/?p=879</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Ini pegawai hamil kok naik tangga!&#8221; Begitu protes Ayah saya ke juragan toko besi. Siang itu kami hendak membeli bor listrik, yang kebetulan ditaruh di rak paling atas. &#8220;Tapi saya nggak hamil pak!&#8221; protes si pegawai wanita. Dan siang itu menjadi canggung.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter size-full wp-image-880" title="hamil_tangga" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2009/08/hamil_tangga.jpg" alt="hamil_tangga" width="268" height="400" /></p>
<p>&#8220;<strong>Ini pegawai hamil kok naik tangga!</strong>&#8221;</p>
<p>Begitu protes Ayah saya ke juragan toko besi. Siang itu kami hendak membeli bor listrik, yang kebetulan ditaruh di rak paling atas.</p>
<p>&#8220;Tapi saya nggak hamil pak!&#8221; protes si pegawai wanita.</p>
<p>Dan siang itu menjadi canggung.  </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hermansaksono.com/2009/08/wanita-hamil-dan-tangga.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>18</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Yesterdeath</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2009/03/yesterdeath.html</link>
		<comments>http://hermansaksono.com/2009/03/yesterdeath.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Mar 2009 00:22:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Herman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Life]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/?p=795</guid>
		<description><![CDATA[]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2009/03/yesterdeath.gif" alt="yesterdeath" title="yesterdeath" width="333" height="86" class="aligncenter size-full wp-image-794" />  </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hermansaksono.com/2009/03/yesterdeath.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>20</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

