hermansaksono

Patternless thoughts, pointless wisdom

Politik


Politik - December 20th, 2011

Kim Jong-Il Meninggalkan Dunia Dengan Keanehannya

Selesai menulis judul di atas saya berhenti sebentar.

Jika tulisan ini dilanjutkan, maka kesempatan saya memperoleh visa Korea Utara akan pupus sudah. Akan tetapi almarhum Kim Jong-Il adalah diktator yang sukses menciptakan kultus individu dalam kadar sangat lebay. Tentu dengan bantuan represi sistematis oleh sipil dan militer yang membuat pemerintahan Soeharto terlihat humanis.

Seperti misalnya bagaimana TV Nasional Korut memberitakan kematian sang Pemimpin Tercinta:

“Pemimpin berusia 69 tahun itu meninggal karena kelelahan fisik dan mental setelah bekerja terlalu keras untuk memberi ‘bimbingan di lapangan’”

Bagi rakyat Korut yang telah dicuci otak, Kim Jong-Il bukan sekedar pemimpin besar, tapi dewa. Bahkan Tuhan. Dalam biografi resminya, kelahiran Kim Jong Il diramalkan oleh burung layang-layang. Dan pada hari kelahirannya, dua pelangi terbit dari puncak pegunungan dan sebuah bintang lahir dari surga.

Kim Jong-Il menduduki pangkat tertinggi pemerintahan Korea Utara pada tahun 1994, saat sang ayah, Kim Il-Sung mangkat. Jong-Il mengambil gelar Pemimpin Tercinta, dan sang ayah tetap memegang gelar Pemimpin Agung serta ditetapkan menjadi presiden abadi Korea Utara. Pada setiap peringatan ulang tahun Kim Il-Sung, penduduk diharapkan (baca: diwajibkan) menyetor uang sumbangan.

Klaim-klaim fantastis selalu mengelilingi sang Pemimpin Tercinta ini. Ada keyakinan di masyarakat Korut bahwa Kim Jong-Il bisa mengendalikan cuaca dengan moodnya. Kemampuan seninya juga dikabarkan luar biasa hebat: Jong-Il mengklaim telah menggubah enam opera hanya dalam dua tahun. Genius? Kabarnya di usia 3 bulan, dia sudah bisa berjalan; dan di usia 8 bulan sudah bisa berbicara.

Gaya fashionnya juga diklaim telah menjadi tren global dan digandrungi orang-orang sedunia.

Tahun 1978, Kim Jong-il yang maniak film, pernah menculik sineas Korea Shin Sang-ok dan istrinya, Choe Eun-hui. Setelah memamerkan 15.000 film koleksinya, Jong-Il meminta sang sutradara untuk membuat film yang “bagus”. Shin Sang-ok menghabiskan 2 tahun membuat 20 film propaganda atas arahan Jong-Il. Ia dua kali mencoba meloloskan diri, gagal, dan dihukum penjara selama 5 tahun. Pasangan itu akhirnya meloloskan diri tahun 1986 di Wina.

Si Pemimpin Tercinta itu juga memiliki keahlian berinovasi dengan teknologi. Untuk memenangkan Piala Dunia, Kim Jong-il mengaku telah merancang sebuah hanphone ajaib yang tidak terlihat mata. Handphone itu dipakai untuk mengarahkan timnas Korea Utara.

Namun akhirnya Korut kalah memalukan 7-0 dengan Portugal pada Piala Dunia di Afsel 2010. Sepulangnya dari Johannesburg, Timnas Korut dipajang pada sebuah panggung di alun-alun Pyongyang untuk dimaki-maki di depan umum selama 6 jam. Setelah itu, timnas Korut harus balik menyalahkan sang pelatih karena telah mengkhianati putera Kim Jong-Il. Si pelatih akhirnya dipecat dari partai, dan dihukum menjadi buruh bangunan.

Akan tetapi pengamat politik Korea Utara menilai hukuman itu termasuk ringan. Di masa lalu, atlit dan pelatih Korut yang kalah akan dikirim ke penjara.

Mungkin, Kim Jong-Il menuntut lebih, karena dia sendiri adalah atlit yang luar biasa. Pada saat main golf untuk pertama kalinya tahun 1994, ia langsung 11 kali hole-in-one. Setelah itu ia memutuskan untuk pensiun dari golf.

Simpati dan prihatin saya untuk rakyat Korea Utara.

Mereka tidak cuma ditindas oleh pemerintahnya sendiri tapi juga harus menelan dan meyakini kebohongan semacam ini. Dalam kelaparan mereka harus memuja-muji sang diktator, sementara Kim Jong-Il menikmati bergelas-gelas sampanye Hennesy senilai 7 miliar. Mudah-mudahan angin perubahan segara datang, apalagi setelah remaja Korea Utara (yang telah terpapar drama Korea) mulai menyadari bahwa di luar sana kondisinya lebih baik.

Politik - December 15th, 2011

Korban-Korban Mesuji

Pembantaian di Mesuji Lampung Tengah

“Di Kalimantan demi perluasan lahan kelapa sawit orang utan dibantai karena dianggap hama. Di Sumatera manusia dibantai karena dianggap hama,” kata Amir Fauzi melalui Twitter.

Saya tuliskan sebagian dari nama dan kisah mereka yang tewas pada konflik di Mesuji, Sumatera Selatan dan Lampung:

Kakak dari Wayan Sukadana ditembak, pelurunya menembus dari bokong ke lambung. Ia akhirnya meninggal dalam tahanan. Kejadian ini terjadi  bentrokan yang terjadi di Mesuji, Lampung pada April 2011 —Republika

Indra Syafei dan Syaktu Macan meninggal dibacok karyawan perusahaan kelapa sawit PT SWA. Korban dibunuh di sekitar perkebunan kelapa sawit saat hendak kembali ke desanya. 21 April 2011. Keesokan harinya, warga balas mendatangi PT SWA, dan membunuh lima karyawan PT SWA.—MetroTV

Jaelani, 45 tahun, ditembak polisi 10 Nov 2011 di Mesuji, Lampung. Peluru tajam bersarang di kepalanya. Dalam perjalanan ke RS, Jaelani meninggal.—Republika

Made Asta, 38 tahun, warga Pelita Jaya, saat menerjang aparat dan disambut dengan tembakan yang mengenai selengkangan hingga tembus perut. Korban tewas dalam perjalanan ke rumah sakit.—Tempo

Saya menuliskan ini, supaya tidak terlupakan, supaya tidak sekedar menjadi angka, dan supaya kita berusaha agar tidak membiarkan ini terulang lagi. Apapun itu sumber konfliknya, one death is too many.

Politik - November 28th, 2011

Swasensor Perciuman Obama dan PM Australia

Tempo: Obama Cium Gillard, Perdana Menteri Australia

Salah satu alasan mengapa UU Pornografi (dan UU ITE) tidak baik bagi kemerdekaan berekpresi ialah batasan pornografinya yang terlalu luas. Pasal ini menjadi karet, karena sesuatu yang sebetulnya tidak asusila bisa ditarik-tarik sehingga menjadi asusila. Akibatnya: sanksi pidana.

Dan efeknya adalah: orang jadi terlalu khawatir, dan melakukan swasensor yang tidak perlu.

Tempo.co termasuk media besar yang melakukan swasensor ketika menerbitkan berita “Obama Cium ‘Mesra’ Perdana Menteri Australia“. Foto Obama dan Gillard yang sedang berciuman itu dikaburkan, mungkin agar tidak dijerat pasal karet di UU Pornografi dan UU ITE.

Padahal ciuman dua kepala pemerintahan yang di depan umum itu tidak seksual dan tidak asusila. Malah kalau kita lihat foto aslinya, bibir Obama hanya menyentuh pipi Gillard. Akan tetapi sensor justru berpotensi membuat pembaca berpikir aneh-aneh. Akibatnya, berita dimaknai melenceng dari faktanya.

Cepat atau lambat, UU Pornografi dan UU ITE harus direvisi dengan membuat batasan pornografi sejelas mungkin. Selain itu, pornografi haruslah hanya dibatasi pada anak-anak saja, karena orang dewasa memiliki hak untuk mengakses pornografi.

 

Politik - July 28th, 2011

Cara Aceh Menyambut Turis Asing

Sidak Polisi Syariah Wisatawan di Aceh

Pria bule yang sedang disidak polisi syariat Aceh itu namanya Bryan. Dia tidak meniduri pelacur, atau madat dengan obat-obatan terlarang di Serambi Mekah. Ia hanya berada di Aceh untuk melihat berbagai situs bersejarah di sana.

Namun sekitar pukul 3 pagi, ketika Bryan sedang terlelap, pintu hotelnya di Banda Aceh dibuka dari luar. Tanpa pemberitahuan, tanpa permisi, dan tanpa adab polisi-polisi syariat langsung menerobos masuk begitu saja. Dan setelah menginspeksi sejenak, gerombolan itu keluar dari kamar hotel.

Bryan yang setengah terbangun akibat disidak polisi syariah langsung keluar kamar kamar, dan mendapati puluhan orang di lobby. Menurut mahasiswa S3 Sejarah Islam Harvard itu ada wartawan, polisi, hingga pejabat di sana.

“Apa ini, kenapa kamar saya digedor? Saya baru pertama kali ke Aceh. Apa salah saya? Apakah ini budaya Aceh menyambut tamu?” teriak Bryan di antara kerumunan orang itu.

Wakil walikota Banda Aceh, Hj. Illiza Saaduddin Djamal yang mengikuti sidak itu langsung turun tangan dan minta maaf.

Apa gerangan yang dilakukan pejabat seperti Bu Hj. Illiza tengah malam di hotel di antara wartawan dan sidak syariat tentu akan menjadi kajian yang menarik.

Yang jelas, usaha pemkot menjadikan Aceh tujuan wisata (dengan mencanangkan Visit Banda Aceh Year 2011) nampaknya akan sia-sia kalau hanya melihat turis sebagai kantong uang, tanpa adanya niat untuk lebih toleran terhadap perbedaan.

“Saya mengunjungi Aceh dengan pikiran terbuka dan niat untuk memahami budayanya, tapi di malam pertama, kamar saya malah diserang,” ujar Bryan melalui SMS.

Politik - June 28th, 2011

Netroots Nation 2011 #CatatanDiAS

Netroots Nation Keynote

Pukul 21 di Dakota Jazz Club, Minnesota. Puluhan aktivis progresif berkumpul blek di situ. Bukan untuk konferensi Netroots Nation. Mereka karaoke. Melantunkan lagu rap hingga boyband, baik dengan irama medu maupun fals.

Tradisi karaoke Netroots Nation berawal sejak konferensi ke-4 mereka di Pittsburgh tahun 2009, jelas Markos Moulitsas, pendiri situs politik DailyKos. Awalnya beberapa peserta cuma iseng karaoke di kota sepi itu. Pemilik kedai karaoke yang awalnya heran mengapa banyak orang asing, akhirnya menantang untuk mengadakan pesta karaoke.

Kelompok kecil itu akhirnya menyiapkan pesta karaoke Netroots dengan memakai email dan brosur sebagai media promosinya. Pesta karaoke itu akhirnya dihadiri puluhan orang, menyesaki kedai karaoke kecil itu, dan tradisi karaoke Netroots Nation dimulai.

“Inilah hebatnya social media,” ujar Markos yang juga inisiator konferensi Netroots Nation ketika berbincang-bincang dengan saya. Markos mengatakan, dengan adanya social media, kesuksesan kegiatan tidak lagi harus mengandalkan tokoh sentral, cukup digarap oleh kelompok-kelompok kecil yang ulet saja.

Konferensi Netroots Nation adalah tentang memberdayakan suara akar rumput di Internet, bagaimana menggunakan social media dan blog untuk membuat perubahan. Sejumlah sesi konferensi sangat terkait dengan isu terkini AS, seperti gaji guru, hak pekerja, dan pemilu; tapi banyak juga sesi teknis seperti cara menulis blog yang mengena dan teknik berbicara di depan kamera andaikata diwawancara televisi.

Netroots Nation merupakan konferensi kelompok progresif (istilah yang lebih halus untuk “liberal”). Pesertanya memiliki agenda-agenda progresif dan menggunakan partai Demokrat AS sebagai kendaraannya.

Maka tidak heran jika pada sesi bincang-bincang dengan direktur komunikasi Gedung Putih, Dan Pfeifer, para hadirin memanfaatkan kesempatan itu untuk menyampaikan uneg-uneg dan kekecewaan terhadap Obama. Selain mendiskusikan isu domestik seperti gaji guru dan pernikahan gay/lesbian; beberapa juga mengkritisi Obama yang tak kunjung menarik pasukan dari Afganistan (ketika blog ini ditulis sudah ditarik) dan juga keterlibatan AS di Libya.

Netroots Nation Bincang-Bincang dengan Dan Pffeifer

Ada satu pertanyaan yang agak “konyol”. Seorang hadirin yang nampak frustasi akbiat seringnya kebijakan Obama digagalkan DPR AS (yang dikuasai partai oposisi) menanyakan “Apakah tidak mungkin Presiden bergerak tanpa DPR?”

Aaron Connely yang menanggapi livetwit saya, mengatakan kalau sentimen Anti-Obama di Netroots Nation memang cenderung tribal.

Akan tetapi menghadiri konferensi ini membuka sebuah wawasan baru tentang AS. Kebanyakan peserta memang mendukung marriage equality (pernikahan gay/lesbian) dan pro-choice (pro pilihan untuk aborsi); namun mereka juga prihatin terhadap diskriminasi terhadap kaum muslim di Amerika Serikat. Bahkan ketika dua orang wanita muslim berjilbab diganggu oleh pria bule, para aktivis itu turun tangan dan membela kedua wanita itu.

(Kejadian itu mungkin akan saya ceritakan pada posting terpisah.)

Sungguh menyenangkan jika Indonesia memiliki konferensi seperti ini, di mana gagasan-gagasan politik untuk kebaikan masyarakat disuarakan dengan lantang dan berani; serta kesadaran bahwa partai politik bukan mesin uang politikus, melainkan kendaraan untuk mencapai tujuan kita.

Kemeriahan seperti ini mungkin mengandung biaya yang harus dibayar mahal, yaitu perbedaan yang terlampau kontras hingga menjurus ke perpecahan. Pada saat Netroots Nations 2011 diadakan, kelompok konservatif ikut mengadakan konferensi aktivis online, Right Online, di hotel Hyatt yang cuma sepelemparan batu dari lokasi Netroots Nation.

Politik - June 24th, 2011

Drama Korea Mencerahkan Korea Utara #CatatanDiAS

Eun Kyoung Kwon persis seperti seorang wanita Korea dalam bayangan kita. Gerak-geriknya tertata, berbicara teratur, dan tutur katanya cerdas. Ia adalah manager internasional untuk situs berita The Daily NK, yang melaporkan situasi Korea Utara untuk dunia.

Maka pertanyaan pertama saya adalah “Bagaimana Daily NK mendapatkan berita dari Korea Utara?”

Korea Utara bisa dibilang sebagai negara yang paling tertutup sedunia. Tidak banyak yang diketahui dunia tentang Korea Utara. Semua pengunjung (sangat langka), diawasi terus gerak geriknya. Demikian juga informasi yang diperoleh rakyatnya. Media massa dikendalikan sepenuhnya oleh Kim Jong-il, Pemimpin Agung Korea Utara.

“Sumber kami adalah pelarian dari Korut, dan juga dari para penyelundup,” ujar Eun Kyoung Kwon ketika kami ngobrol di Foreign Press Center, Washington, D.C.

Melalui para informan inilah, Eun Kyoung memperoleh informasi terkini dari Korea Utara. Sebuah berita yang cukup menyayat adalah tentang hukuman mati untuk 3 orang maling. Tiga pencuri itu didakwa mencuri minyak tanah, kabel meter, dan jagung 50 kilo. Berita lain adalah jatah beras dan jagung untuk petani yang berkurang karena harus diberikan untuk tentara.

Akan tetapi tidak semua berita di Daily NK bernada pahit getir. Tilik saja artikel tentang Korean Wave, tentang pemuda-pemudi Korea Utara yang mulai gandrung memakai skinny jeans.

Tunggu… Korea Utara? Dan skinny jeans!?

Menurut Eun Kyoung, penduduk Korea Utara tergila-gila dengan drama Korea seperti “Smile Dong-hae” dan “Midas”. Sinetron-sinetron itu diselundupkan melalui DVD dari perbatasan di RRC. Akibatnya budaya mutakhir seperti skinny jeans ikut terbawa masuk ke negara tirai besi. Drama Korea telah memberi masyarakat Korut gambaran bahwa situasi di luar sana lebih baik, daripada yang diceritakan oleh Kim Jong-il.

Saya kemudian mencoba bertanya apakah Eun Kyung juga menggemari drama Korea. Ternyata ia jarang menonton. :D

Wah sama. Saya juga gak pernah nonton sinetron Indonesia.