hermansaksono

Patternless thoughts, pointless wisdom

Posts Tagged ‘diary’

Life - October 21st, 2005

Google dari Hong Kong?

Google Hong Kong
Entah kenapa, setiap kali buka Google saya selalu dikira nyambung dari Hong Kong. Apakah Google punya teknologi biometri untuk mengenal pengguna berdasar kesipitan matanya? Hmmmm.

Kalau ada yang bisa membantu saya, supaya saya tidak dikira orang Hong Kong sama Google (artinya: bagimana supaya tawaran switching menjadi bahasa Hong Kong bisa hilang, atau setidaknya tawaran switchingnya menjadi bhs Indonesia) please drop me a line.

Life - September 15th, 2005

Petulangan Surat Ijin

Amplop surat ijin tidak masuk sekolahMenulis surat ijin ternyata lebih susah dari yang saya kira.

Tadi pagi, adik saya mengeluh pusing-pusing dan mual sehingga tidak dapat masuk sekolah. Kebetulan Ibu saya sedang ke luar kota dan Bapak saya sudah berangkat, sehingga saya terpaksa membuatkan surat ijin sakit untuk wali kelas adik saya. Dengan time-constraint yang cukup ketat pula: harus sampai di sekolah sebelum jam 10.00 karena guru yang mengajar jam 10 sangat galak.

Sungguh sebuah timing yang sangat tepat. Sudah jam 8.00 dan kuliah saya mulai 1 jam yang lalu. Berarti telatnya nambah 30-40 menit.

Ok…. Sebelum mulai menulis ada beberapa goal yang ingin saya capai dalam surat tersebut:
1. Surat ijin harus singkat dan padat. Kalau perlu impersonal dan tidak terlalu banyak menggunakan kata-kata pemanis supaya terkesan profesional dan… impesonal. Saya tidak ingin terkesan seperti wali kelas dari tahun 70-an.
2. Surat ijin harus sebisa mungkin menggunakan tata bahasa Indonesia yang baik dan benar, tapi harus tetap mudah dipahami.

Hal pertama yang saya lakukan tentunya mengganti font dari Times New Roman menjadi Myriad supaya nampak lebih menarik tapi tetap terkesan profesional. Dan tidak seperti aturan menulis surat klasik yang diajarkan sewaktu SD, semua tulisan saya buat rata kanan, termasuk tanggal dan tanda tangan.

Oiya, semua paragraf tidak saya justify.

Setelah itu saya mulai memikirkan hal yang paling penting. Isi surat. Wakz! Walaupun ibu say selalu menulis diari, proposal, dan surat menggunakan komputer, khusus untuk surat ijin sakit ibu saya tidak pernah menggunakan komputer! Makanya udah saya cari pake instant search Google Desktop tapi nggak keluar. Padahal adik saya termasuk sering ijin.

Dengan hormat,
bersama surat ini saya memberitahukan bahwa Dian Paramita, siswa kelas III IPS…

Oiya, seharusnya kelas III IPS ditulis kelas 3 IPS, karena kalau ditulis dengan angka romawi berarti diucapkan: ‘kelas ke-tiga IPS’.

Dengan hormat,
bersama ini saya memberitahukan bahwa Dian Paramita, siswa kelas 3 IPS tidak dapat mengikuti pelajaran pada Kamis, 15 September 2005 karena sakit..

Hmmm… kok sepertinya nada yang saya gunakan menyebalkan sekali ya? Lagipula adik saya terkesan seperti obyek. Untunglah adik saya yang tertatih-tatih memberi surat ijin buatan ibu saya:

Dengan hormat,

bersama ini saya, orang tua dari Dian Paramita, siswa kelas III IIS, memohonkan ijin untuk tidak dapat mengikuti pelajaran pada hari Kamis, 15 September 2005 karena sakit.

Hahahaha, ternyata Ibu saya melakukan kesalahan standar menggunakan angka romawi untuk menunjukkan kelas. Tapi yang parah tentunya penggunaan kata ‘memohonkan’, yang terdengar tidak baku. Mungkin seharusnya seperti ini:

Dengan hormat,

bersama ini saya, wali dari Dian Paramita, siswa kelas 12 IIS, bermaksud mengajukan permohonan ijin untuk tidak dapat mengikuti pelajaran pada hari Kamis, 15 September 2005 karena sakit.

Wah sempurna! Tapi tentunya saya tidak cukup berpuas diri, sehingga saya mulai menjelaskan kepada adik saya bawha suart ini dibuat dengan tata bahasa yang lebih baik dan tipografi yang lebih berkelas.

Sayangnya adik saya tidak begitu tertarik dan malah terlihat bosan ketika saya mulai menjelaskan penggunaan angka romawi yang tepat.

Sialan.

Life - September 12th, 2005

The Eleventh Day

iPod Mini warna pink
Today marks the 11th day since I bought iPod mini. Yeah baby! iPod as in expensive fashionable almost-unecessary mp3-player. iPod as in Steve Job’s favorite cash cow.

The verdict? Well the 3,7Gb hard disk space (its not 4Gb as advertised) seems to be more than enough even though my music collection is 6,7 Gb (Yeah not exactly big, but need to remind you that it is very well organized?). The click wheel is slick as it always be.

And of course there’s the signature white earphone, which is really uber cool. But unlike Paris Hilton, it’s beauty is skin deep, because not only the sound is natural & laid back, I also noticed that this little sucker’s frequency response is pretty flat (which is good). For non-audiophile geek out there: flat response means the earphone is capable to reproduce even sound in the frequency range every single detail of the sound, which means your musics will sound great in high volume, low volume, mid volume, or whatever volume it is. With bad speakers you are often forced to crank the volume to a ridiculous level just because the sound doesn’t sound right on low volume.

Interestingly, while most of my music collections sounds great on it, I noticed that the songs from Phantom of the Opera seems to lose its magic. Gerard Butler’s rendition of Music of the Night, for example, doesn’t sound as lush as it were on my Xda. Or maybe it’s just my feeling. Still a great gadget though.

Anyway, just 7 days since I purchased this gadget, Apple decided to discontinue iPod mini and replace it with its evil newborn sibling: iPod nano, the sleek varient equipped with colour display, smaller size, and the exact same price tag as iPod mini!

Damn you Steve Jobs! Go to hell!

Steve Jobs and his iPod mini

Uncategorized - March 31st, 2005

My Nightmare

I had the worst nightmare this morning. It scares me to death.

I ate two platefull of Nasi Gudeg, two pieces of cakes (or some sweet stuffs or something), adn some sweet drinks.

Boy, what a nightmare!

Life - March 10th, 2005

That darn Eau de Toilette

Remember my Boss in Motion Eau De Toilette that costs a fortune but doesn’t lasts long? Well the other day, it stained my white Prada shirt. The stain was kinda ugly because it looks like a food stain.

To make matter worse, I have to meet important person that day, and I ended up looking like a retard who can’t eat properly.

Uncategorized - March 2nd, 2005

Hentai Computer

On my way home, I saw this computer rental with lavishly designed signboard that reads:

Hentai Computer

I was like, ‘what the hell?’

Ok, some dude might use provocative words to promote their business, but Hentai? It’s just wayy too vulgar. Not to mention how many conservative moslems live in that area. I’m suprised that nobody riots to that computer rental and destroyed the place. Then I took a closer look at the signboard again, and turns out that it reads:

Rental Computer
(You have to highlight the text above)

Maybe I need a pair of glasses. But it was dark, so.