<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>hermansaksono &#187; kuliner</title>
	<atom:link href="http://hermansaksono.com/tag/kuliner/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://hermansaksono.com</link>
	<description>Patternless thoughts, pointless wisdom</description>
	<lastBuildDate>Sat, 04 Feb 2012 13:51:20 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3</generator>
		<item>
		<title>Mengenal Jogja</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2010/12/mengenal-jogja.html</link>
		<comments>http://hermansaksono.com/2010/12/mengenal-jogja.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 05 Dec 2010 02:40:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Herman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opinion]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[thoughts]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/?p=1317</guid>
		<description><![CDATA[Mari mengenal kota Jogja yang tidak sekadar gudeg.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hidangan <a href="http://hermansaksono.com/2009/10/di-balik-pesta-blogger-jogja-2009.html">Pesta Blogger Jogja 2009</a> adalah brongkos. Dipuji-puji <em>gudegnya enak banget!</em></p>
<p><a href="http://hermansaksono.com/2010/10/pesta-blogger-jogja-2010.html">Pesta Blogger Jogja 2010</a> menyajikan nasi merah Wonosari. Ada yang komentar menunya nggak khas Jogja.</p>
<p>Haruskah Jogja hanya menjadi sekadar kraton, UGM, dan gudeg?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hermansaksono.com/2010/12/mengenal-jogja.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ada Masalah Apa di Pizza Hut?</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2010/08/ada-masalah-apa-di-pizza-hut.html</link>
		<comments>http://hermansaksono.com/2010/08/ada-masalah-apa-di-pizza-hut.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 Aug 2010 05:36:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Herman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opinion]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[thoughts]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/?p=1272</guid>
		<description><![CDATA[Mungkin penyebabnya krisis global. Pizza Hut sekarang seperti kehilangan ruhnya. Tsaaah. Maksudnya sensasinya hilang. Menu yang enak hilang, diganti menu yang nggak banget.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/08/pizza_hut_nggak_enak.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1273" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/08/pizza_hut_nggak_enak.jpg" alt="Kenapa ya sekarang Pizza Hut jadi nggak enak?" width="400" height="400" /></a></p>
<p>Mungkin penyebabnya adalah krisis global. Pizza Hut yang sekarang seperti kehilangan ruhnya. <em>Tsaaah</em>. Maksudnya sensasinya hilang.</p>
<p>Ini diawali dengan hilangnya crust jenis <em>cream cheese</em> di sekitar tahun 2006. Itu lho, <em>crust</em> yang renyah empuk, isinya keju krim. Walhasil <em>topping</em> favorit saya, Hawaiian Chicken, jadi tidak lengkap ketika crust-nya bukan jenis cream cheese. Ini disusul dengan hilangnya topping Hawaiian Chicken itu sendiri. Saya mencoba <a href="http://hermansaksono.com/2007/07/membuat-pizza.html">buat sendiri pizza</a> dengan topping mengikuti Hawaiian Chicken. Tapi rasanya tetap beda.<span id="more-1272"></span></p>
<p>Kemudian hilanglah keju parmesan parut yang biasa kita bubuhkan di fettucini semerdeka-merdekanya. Awalnya memang wadah penaburnya saja yang diperkecil, mungkin biar pelanggan sungkan kalau mau maruk. Tapi sekitar 2009 (kalau nggak salah) parmesan bubuk ikut-ikut lenyap. Begitu juga saladnya. Ukuran mangkoknya mengecil dan jamur champignon cacahnya mengikuti jejak parmesan: lenyap.</p>
<p>Lama-lama menunya berubah total. American Favorite berubah jadi Classic Favorite. <em>Okelah itu cuma nama</em>. Tapi kemudian Spicy Tuna juga hilang dari menu. Saya putus asa. Menu-menu yang enak harus tersisih oleh menu delight yang murmer. Contohnya? Pizza sapi pakai kentang, dan pizza udang goreng tepung. Satu-satunya topping yang menarik hanya Super Supreme, dan Meat Lovers.</p>
<p>Mungkin memang krisis global penyebabnya. Starbucks dan McDonalds mengalaminya, mengapa Pizza Hut tidak? Untunglah Pizza Hut bisa targantikan oleh pizza gagrak Italia sudah menjamur.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hermansaksono.com/2010/08/ada-masalah-apa-di-pizza-hut.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>19</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pempek di Jogja</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2010/01/pempek-di-jogja.html</link>
		<comments>http://hermansaksono.com/2010/01/pempek-di-jogja.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Jan 2010 05:42:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Herman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Reviews]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/?p=988</guid>
		<description><![CDATA[Ada banyak pempek di Jogja. Manakah yang enak? Kami mencicipi dan mengulas lima warung di kota Jogja.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Anda di Jogja, dan tiba-tiba ingin makan pempek Palembang! Gawat!  Oleh karena itulah tim <a href="http://hermansaksono.com/2010/01/ramen-di-jogja.html">Tur De Ramen</a> kembali turun ke jalan, mencicipi lima warung pempek, dan menuliskan pengalaman mengenyangkan ini supaya kalau Anda pengen pempek Palembang di Jogja, setidaknya Anda tidak perlu tanya-tanya tukang becak atau dinas pariwisata.</p>
<h2>Pempek Mang Pari 19 alias Pempek Tamsis</h2>
<p style="text-align: center;"><a href="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/01/1.-Pempek-Tamsis-KapalSelam.jpg"><img class="size-medium wp-image-989   aligncenter" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/01/1.-Pempek-Tamsis-KapalSelam-380x285.jpg" alt="Kapal Selam, Pempek Tamsis" width="380" height="285" /></a></p>
<p>Pempek Jalan Taman Siswo yang naik daun di pertengahan dekade 2000-an ini sekarang punya cabang di Jalan Kaliurang. Selain menyediakan pempek dan tekwan, warung ini juga menyediakan <a href="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/01/Puding_Telur.jpg">agar-agar telur</a> (yang walaupun cukup enak, tidak dibahas di sini :D ).  Saya kurang mengerti kenapa warung ini ngetop, karena pempeknya agak sepi rasa ikan, walaupun kenyalnya pas. Kalau mau dibilang murah, sebetulnya ada warung-warung lain yang menjual pempek di bawah Rp 8000.  Untuk cuka-nya, harum bawangnya nendang, sayang agak terlalu manis.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/01/1.-Pempek-Tamsis-Tekwan.jpg"><img class="size-medium wp-image-990   aligncenter" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/01/1.-Pempek-Tamsis-Tekwan-380x285.jpg" alt="Tekwan, Pempek Tamsis" width="380" height="285" /></a></p>
<p>Kami juga mencicipi tekwannya. Dan seperti pempeknya, kekenyalannya pas. Namun kuahnya lebih mirip kuah bakso daripada kuah tekwan.</p>
<h2>Pempek 26</h2>
<p>Jalan Kaliurang</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/01/2.-Pempek-26-KapalSelam.jpg"><img class="size-medium wp-image-991   aligncenter" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/01/2.-Pempek-26-KapalSelam-380x285.jpg" alt="Kapal Selam Topping Ayam, Pempek 26" width="380" height="285" /></a></p>
<p>Pempek ini menambah sentuhan baru dengan membubuhkan topping ayam (atau topping cumi di atas pempeknya—sesuai pesanan). Di sini, yang dimaksud topping adalah suwiran dada ayam rebus dengan rasa Royco atau cumi goreng crispy. Apa mau dikata, toppingnya bukan gimmick yang mengesankan; untungnya pempek kapal selam yang disajikan (Rp 8000) bisa berdiri di atas kelezatannya sendiri berkat cita-rasa ikan tenggiri yang tidak terlalu ditahan-tahan. Tekstur pempeknya yang terlalu kenyal mungkin akan sedikit menganggu para penganut aliran pempek otentik.  Lucunya, cuka disajikan dalam vas bunga warna putih, walaupun asamnya pas, tapi terlampau manis buat saya.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/01/2.-Pempek-26-Tekwan.jpg"><img class="size-medium wp-image-992   aligncenter" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/01/2.-Pempek-26-Tekwan-380x285.jpg" alt="Tekwan, Pempek 26" width="380" height="285" /></a></p>
<p>Pempek 26 juga menjual tekwan, sayang bakso tekwannya terlalu kenyal dan bagian luarnya lembek karena dimasak terlalu lama. Kuahnya cukup dekat dengan rasa tekwan, tapi enak kenapa juru masaknya terlalu banyak memasukkan seledri dan udang kurang segar, sehingga rasanya jadi meleset.</p>
<p>(Update: per 19 Juni, warung pempek ini sudah pindah)</p>
<h2>Pempek Ulu Bundar</h2>
<p>Utara Mirota Kampus</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/01/3.-Ulu-Bundar-KapalSelam.jpg"><img class="size-medium wp-image-993   aligncenter" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/01/3.-Ulu-Bundar-KapalSelam-380x285.jpg" alt="Kapal Selam, Pempek Ulu Bundar" width="380" height="285" /></a></p>
<p>Ini adalah golongan warung pempek murah, dengan harga kapal selam Rp 5000 saja. Dengan harga segitu rasa ikan tenggirinya telah memanjakan lidah saya. Tekstur pempeknya agak terlalu renyah ketika dikunyah, mungkin karena digoreng terlalu lama. Tapi itu termaafkan karena bisa diimbangi rasa dan harga yang as.  Cuka-nya lumayan, andaikata tidak terlalu kental asamnya, bisa dibilang enak.</p>
<h2>Pempek Ny. Kamto</h2>
<p>Bu Kamto mendirikan warungnya tahun 1984, tepat di gang kecil seberang Toko Ramai. Sejak saat itu ia menjadi legenda perpempekan Jogja. Sekarang cabangnya ada di Plaza Ambarrukmo, Jalan Kaliurang, dan Jalan Gejayan; jadi bisa dibilang ini adalah pempek yang paling gampang dicari.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/01/4.-Kamto-KapalSelam.jpg"><img class="size-medium wp-image-994   aligncenter" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/01/4.-Kamto-KapalSelam-380x285.jpg" alt="Kapal Selam, Pempek Kamto" width="380" height="285" /></a></p>
<p style="text-align: left;">Setelah rasa pempeknya sempat kehilangan &#8220;kekamtoan&#8221; di pertengahan 2000-an, Kamto bangkit lagi dengan citarasa yang mendekati citarasa pempek di tahun-tahun awalnya. Dari kesemuanya, pempek Kamtolah yang ketika selesai dimakan membikin rindu cita rasa tenggiri lagi. Dengan harga bersaing dengan pempek yang lain—Rp 9000—ukurannya sama besar dan teksturnya lumayan empuk.  Untuk cukanya, sepertinya memang bukan keistimewaan Kamto: rasanya agak tersaturasi.  <a href="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/01/4.-Kamto-Tekwan.jpg"></a></p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/01/4.-Kamto-Tekwan.jpg"><img class="size-medium wp-image-995   aligncenter" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/01/4.-Kamto-Tekwan-380x285.jpg" alt="Tekwan, Pempek Kamto" width="380" height="285" /></a></p>
<p style="text-align: left;">Pempek Kamto juga menyediakan tekwan (Rp 9000) yang cita rasa kuahnya persis seperti tekwan bikinan nenek saya. Saya cuman agak menyesalkan bakso-bakso tekwannya tidak seperti bikinan nenek yang kenyal dan tidak putus dalam sekali gigitan. Tapi selebihnya oke.</p>
<h2>Pempek Raja Rasa</h2>
<p>Jalan Mataram</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/01/5.-RajaRasa-KapalSelam.jpg"><img class="size-medium wp-image-996   aligncenter" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/01/5.-RajaRasa-KapalSelam-380x285.jpg" alt="Kapal Selam, Raja Rasa" width="380" height="285" /></a></p>
<p>Lokasinya di sebelah pusat pariwisata Jogja yang bernama Malioboro, dan sebetulnya agak aneh membuka warung pempek di situ mengingat turis umumnya tidak mencari makanan khas Palembang ketika mereka main ke Jogja. Tapi, dengan harga Rp 5000, pempek ini enak. Tenggirinya harum dan berbekas di lidah, tapi saya sedikit berharap teksturnya lebih kenyal.  Cukanya, bisa dibilang terenak dari kelima yang kami coba. Walaupun encer, tapi asem dan manisnya pas.</p>
<h2>Manakah yang paling enak?</h2>
<p>Walaupun cita-rasa selalu pulang ke selera, tapi saya paling suka Pempek Kamto karena rasa tenggirinya yang paling membekas. Untuk cuka pempek, yang paling enak justru di Warung Raja Rasa karena tidak terlalu sigrak.</p>
<p>Itu soal rasa. Soal harga, saya yang tinggal di daerah utara cenderung ke pempek Ulu Bundar utaranya Mirota Kampus karena dekat dan rasanya lumayan. Akan tetapi, pempek Raja Rasa memang lebih enak untuk pempek dengan rentang harga di bawah Rp 5000.</p>
<p>Untuk tekwan, sayangnya belum ada yang menggantikan cita rasa tekwan masakan almarhum nenek saya. Jika harus memilih, kuah tekwan Pempek Kamto paling enak, walaupun bakso-bakso tekwannya kelewat empuk.</p>
<p>Jangan lupa baca review <a href="http://choro.wordpress.com/2010/01/26/yang-marathon-pempek/">Choro</a>, <a href="http://langsungenak.com/baca/2010/01/26/tour-de-pempek-van-djokdja-pt-one.html">Medina</a> (<a href="http://langsungenak.com/baca/2010/01/26/tour-de-pempek-van-djokdja-pt-two.html">part 2</a>), dan <a href="http://alle.wordpress.com/2010/01/26/pempek-kota-gudeg/">Alle</a>.  Jangan baca <a href="http://sangperi.blogspot.com/">Sangperi</a> maupun <a href="http://funk.shit.la/">Funkshit</a>, karena mereka ikut makan tapi nggak nulis. Pengecualian untuk Bang <a href="http://www.kristupa.com/">Kristupa</a> yang walaupun ikut makan dan tidak ikut menulis tapi sudah mengajari teknik memotret makanan supaya terlihat ledzat. </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hermansaksono.com/2010/01/pempek-di-jogja.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>61</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ramen di Jogja</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2010/01/ramen-di-jogja.html</link>
		<comments>http://hermansaksono.com/2010/01/ramen-di-jogja.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 18 Jan 2010 05:54:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Herman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Reviews]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/?p=966</guid>
		<description><![CDATA[Tiba-tiba saja ada warung ramen yang berjamuran di Jogja. Saya mau menceritakan kesan-kesan mencicipi 5 warung ramen di sekitar jalan Kaliurang Jogja.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah demam iga bakar, lalu gandrung bebek goreng, berikutnya Jogja mau mabuk ramen. Tiba-tiba saja ada warung ramen yang berjamuran di kota yang sibuk sendiri ini. Saya mau menceritakan kesan-kesan mencicipi 5 warung ramen di sekitar jalan Kaliurang dalam 7 jam bersama <a href="http://alle.wordpress.com/">Alle</a>, <a href="http://choro.wordpress.com">Choro</a>, <a href="http://sangperi.wordpress.com">Lina</a>, dan <a href="http://ariprasetyo.com">Funkshit</a>.</p>
<h2>Ramen</h2>
<p>Jalan Kaliurang, Depan Superindo</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter size-medium wp-image-967" title="ramen-ramen" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/01/1ramen-ramen-380x285.jpg" alt="Ramen" width="380" height="285" /></p>
<p style="text-align: left;">Jangan tanya nama warungnya apa, karena papan nama yang terpasang cuma bertuliskan “Ramen” saja, tanpa merek. Diracik oleh mas-mas dengan baju chef Jepang, ramen “Ramen” tergolong otentik Jepang. Mie ramen-nya, walaupun sedikit kematangan, tetap licin dan kenyal di lidah. Sayangnya kuahnya terasa kurang utuh, ada rasa yang hilang di antara kaldu shoyu, ayam, dan ikan. Mungkin kurang garam juga. Dengan harga Rp 10.000 per mangkuk, ramen “Ramen” bisa dibilang lumayan banget, apalagi Anda bisa minta sayurannya dibanyakin.</p>
<h2>Samurai Ramen</h2>
<p>Jalan Kaliurang, tepat pertigaan Merapi View</p>
<p><img class="aligncenter size-medium wp-image-968" title="Samurai Ramen" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/01/2samurai-ramen-380x285.jpg" alt="Samurai Ramen" width="380" height="285" /></p>
<p>Saya agak bingung ini ramen macam apa. Walaupun mereknya “Samurai” tapi rasanya seperti fusi antara ramen, soto, tom yum, dan sop vietnam. Soto karena memakai suwiran ayam goreng, telur puyuh dan bawang goreng; tom yum karena asem, dan sop vietnam karena ada rasa kayu manisnya. Mustinya dinamai ASEAN ramen saja. Saya tidak bilang rasanya nggak enak, cukup layak makan malah, tapi ini bukan ramen. Agak berat melepas Rp 9000 kalau niatnya makan ramen.</p>
<h2>Sapporo Ramen</h2>
<p>Jalan Kaliurang, seberang kebun buah naga</p>
<p><img class="aligncenter size-medium wp-image-969" title="Sapporo Ramen" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/01/3sapporo-ramen-380x285.jpg" alt="Sapporo Ramen" width="380" height="285" /></p>
<p>Suasananya sederhana sekali, cuma warung tempel biasa. Satu sisi ditutup anyaman, satu sisi dipasang tulisan “tidak buka cabang di tempat lain”. Miso Ramen yang kami pesan rasa kuahnya terlalu asem, tanpa ada kehangatan miso. Dagingya seperti daging rebus saja, dan sayurannya cuma kubis dan parutan wortel. Dengan harga Rp 12000 per mangkok, ramen Sapporo jadi terasa mahal.</p>
<h2>Sentana Bistro</h2>
<p>Jalan Kaliurang sebelum Ring Road</p>
<p><img class="aligncenter size-medium wp-image-970" title="Ramen Sentana Bistro" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/01/4sentana-bistro-380x285.jpg" alt="Ramen Sentana Bistro" width="380" height="285" /></p>
<p>Suasana jajan gaya Jepang lekat dengan restoran sepi pengunjung ini. Begitu masuk Anda langsung dikasih gulungan handuk dingin, sencha <em>complimentary</em>, dan salad kentang. Miso ramennya enak. Kentalnya kuah miso cocok banget dimaem anget-anget di saat hujan. Per mangkuk Rp 23.000, lebih mahal daripada yang lain, tapi isinya juga lebih lengkap. Ada bakso ikan merah-putih (kamaboko), cacahan ayam masak teriyaki, dan sayuran standar ramen. Sayangnya seluruh kelezatannya harus turun satu strip karena mie ramennya masih kurang licin di mulut.</p>
<h2>Shilla</h2>
<p>Ring Road Utara, sekompleks sama Happy Puppy</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter size-medium wp-image-971" title="Ramen Shilla" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/01/5-shilla-380x285.jpg" alt="Ramen Shilla" width="380" height="285" /></p>
<p>Porsi shoyu ramennya gede, bisa untuk 2-3 orang. Tidak begitu otentik sebetulnya, karena ada rasa-rasa Indonesia yang bersembunyi di tiap sudut mangkuk. Tetap enak sih, walaupun bisa lebih enak jika rasa Royco-nya tidak membekas di lidah. Dengan harga Rp 23.000 per mangkuk, sebetulnya isinya bisa lebih dari sekedar ayam rebus, bok choi dan taoge. Jika memang diniati menjadi ramen porsi besar, mengapa mie ramennya cuma seperti mie telur biasa ya?</p>
<h2>Kesimpulan</h2>
<p>Saya jatuh hati dengan miso ramennya Sentana Bistro, kuah misonya yang kental menggenjot stamina badan. Tapi dengan harga 23.000, memang agak kemahalan untuk kelas Jogja. Ramen “Ramen” depan Superindo Jalan Kaliurang bisa menjadi pilihan alternatif yang lebih murah meriah.</p>
<p>Baca juga review <a href="http://alle.wordpress.com/2010/01/18/berburu-ramen-di-jogja/">Alle</a> dan <a href="http://choro.wordpress.com/2010/01/18/yang-marathon-ramen/">Choro</a>.  </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hermansaksono.com/2010/01/ramen-di-jogja.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>54</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sate Klathak</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2008/12/sate-klathak.html</link>
		<comments>http://hermansaksono.com/2008/12/sate-klathak.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 07 Dec 2008 13:07:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Herman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Life]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/?p=614</guid>
		<description><![CDATA[Sate Klathak yang terenak ada di Pasar Jejeran, Jl Imogiri Timur. Dibakar dengan bumbu garam, sate kambing ini lezat, empuk, dan tidak prengus.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.flickr.com/photos/ryansan/2896643741/"><img class="aligncenter size-medium wp-image-618" title="Sate Klathak" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2008/12/2896643741_39cd0cde6d-380x285.jpg" alt="Warung Sate Klathak" width="380" height="285" /></a></p>
<p>Coba telusuri jalan dari Terminal Giwangan Jogja ke selatan. Setelah perempatan lampu merah pertama berarti Anda sedang melalui &#8216;Jalan Sate&#8217;. Nama resminya adalah Jalan Imogiri Timur. Panggilan itu dilimpahkan karena ada banyak warung sate kambing di sepanjang jalan itu. Jenis sate yang disajikan bukan sembarang sate, melainkan khas Jogja yang disebut Sate Klathak.</p>
<p>Sate Klathak adalah sate kambing muda dengan bumbu garam dan sedikit merica. Potongan daging-daging itu kemudian ditusuk dengan kawat dari jeruji sepeda, lalu dibakar dengan bara arang yang panasnya sedang. Konon, sate klathak yang ngetop bisa ditemui malam hari, di dalam Pasar Jejeran Wonokromo (juga di Jalan Imogiri Timur).</p>
<p>Di malam hari, Pasar Jejeran memang nyaris gelap gulita. Sumber cahaya cuma berasal dari bara arang sejumlah pedagang dan beberapa lampu redup di ujung pasar. Suasananya tenang, walaupun sesekali terdengar suara percakapan beberapa pengunjung duduk bersila di tikar. Sebagai manusia yang dimanjakan dengan penglihatan superior, ambiens tenang temaram membantu kami mengapresiasi hal-hal kecil yang mudah terlewatkan andaikata pasar itu terang benderang. Hal-hal kecil tapi ‘indah’, seperti suara letupan-letupan lirih bara arang, aroma harum warung bakmi jawa, serta cita rasa teh poci gula batu yang <abbr title="wangi panas legi kenthel (wangi, panas, manis dan kental)">wasgitel</abbr> sempurna.</p>
<p>Oleh karena antrian pesanan cukup panjang, sate kami baru siap 50 menit kemudian. Tapi penungguan itu tidaklah sia-sia, karena satenya benar-benar enak. Bumbu yang minimalis membantu lidah menikmati cita rasa daging segar yang dibakar hingga matang pas. Dagingya empuk tapi tetap liat. Untuk pemula sate klathak, disedikan kuah gulai untuk membantu menikmati sate bercitarasa polos ini. Tapi saran saya, jauhkan saja gulai berbumbu itu, karena rasa tambahan akan merusak kesempurnaan rasa daging kambing bakar itu. Kalau perlu, jangan dimakan dengan nasi, karena rasa nasi juga mengubur kelezatan Sate Klathak.</p>
<p><a href="http://www.flickr.com/photos/kaniav/2813839384/"><img class="aligncenter size-medium wp-image-616" title="Sate Klathak, Pasar Jejeran" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2008/12/2813839384_c415bb3cba1-380x285.jpg" alt="Sate Klathak" width="380" height="285" /></a></p>
<p>Proses memasak serba sedehana ini memang bukan barang baru di bidang <em>haute cuisine</em>. Lazim disebut <em>nouvelle cuisine</em>, gerakan kuliner ini menekankan pada proses memasak yang singkat serta penggunaan bahan-bahan yang segar. Terlepas Sate Klathak pantas menyandang gelar itu atau tidak, saya benar-benar menikmati suasana temaram yang nyaman, teh anget yang pas, sate klathak yang lezat, dan teman ngobrol yang seru.</p>
<p>*) Dua foto keren di atas adalah hak cipta <a href="http://www.flickr.com/photos/ryansan/2896643741/">Ryansan</a> dan <a href="http://www.flickr.com/photos/kaniav/2813839384/">Kaniav</a>. </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hermansaksono.com/2008/12/sate-klathak.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>42</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Starbucks Buka di Jogja</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/08/starbucks-buka-di-jogja.html</link>
		<comments>http://hermansaksono.com/2007/08/starbucks-buka-di-jogja.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 11 Aug 2007 13:38:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Herman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Life]]></category>
		<category><![CDATA[finds]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[shopping]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/08/starbucks-buka-di-jogja.html</guid>
		<description><![CDATA[Tadi, di Plaza Ambarrukmo, saya menemukan sebuah sudut yang sebelumnya belum disewa, sekarang sudah ditutup rapat. Saya penasaran, lokasi strategis itu disewa siapa, sehingga saya memberanikan diri untuk bertanya kepada mbak resepsionis yang cantik: Saya Mbak! sudut di dekat pintu masuk itu mau dibuat apa! *grogi keringat dingin* Mbaknya Starbucks&#8230; Ah ternyata Starbucks buka di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/blogger/_Rim-cL2259M/Rr3JHIl474I/AAAAAAAAAXw/4Ola1GsDhLE/s1600-h/385002748_aab22e7aaa.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"><img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5097451477655940994" style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/blogger/_Rim-cL2259M/Rr3JHIl474I/AAAAAAAAAXw/4Ola1GsDhLE/s400/385002748_aab22e7aaa.jpg" border="0" alt="" /></a><br />
Tadi, di Plaza Ambarrukmo, saya menemukan sebuah sudut yang sebelumnya belum disewa, sekarang sudah ditutup rapat. Saya penasaran, lokasi strategis itu disewa siapa, sehingga saya memberanikan diri untuk bertanya kepada mbak resepsionis yang cantik:</p>
<dl class="dialog">
<dt>Saya</dt>
<dd>Mbak! sudut di dekat pintu masuk itu mau dibuat apa! *grogi keringat dingin*</dd>
<dt class="other">Mbaknya</dt>
<dd class="other">Starbucks&#8230;</dd>
</dl>
<p>Ah ternyata Starbucks buka di Jogja. Tambah lengkap nih khazanah perkopian kota gudeg yang semrawut. Tak lama lagi, kenikmatan <span style="font-style: italic;">kopi joss</span> angkringan tugu akan dilengkapi oleh <span style="font-style: italic;">caramel macchiato</span> Starbucks. Moga-moga Starbucks betah ya.<label>:)</label></p>
<p>Foto pinjam dari <a href="http://www.flickr.com/photos/jswright/385002748/">j.s. wright</a>.  </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hermansaksono.com/2007/08/starbucks-buka-di-jogja.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>25</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Membuat Pizza</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/07/membuat-pizza.html</link>
		<comments>http://hermansaksono.com/2007/07/membuat-pizza.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Jul 2007 04:43:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Herman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Life]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/07/membuat-pizza.html</guid>
		<description><![CDATA[Seperti yang telah kita ketahui bersama, pizza adalah oleh-oleh khas Italia. Kalau dibandingkan dengan Pizza Hut, pizza asli Italia itu pakemnya agak berbeda. Yang paling khas adalah bagian roti/crust yang biasanya lebih tipis dan lebih renyah. Kali ini saya hendak membuat pizza homemade yang sebisa mungkin mendekati pizza Italia. Untuk membuat adonan, saya pakai breadmaker [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><a href="http://www.flickr.com/photos/hermansaksono/766417718/"><img class="center aligncenter" src="http://farm2.static.flickr.com/1091/766417718_947c6ad3db.jpg?v=0" alt="Hawaiian Pizza" width="400" /></a></p>
<p>Seperti yang telah kita ketahui bersama, pizza adalah oleh-oleh khas Italia. Kalau dibandingkan dengan <a href="http://hermansaksono.com/2010/08/ada-masalah-apa-di-pizza-hut.html">Pizza Hut</a>, pizza asli Italia itu pakemnya agak berbeda. Yang paling khas adalah bagian roti/<em>crust</em> yang biasanya lebih tipis dan lebih renyah. Kali ini saya hendak membuat pizza <span style="font-style: italic;">homemade </span>yang sebisa mungkin mendekati  pizza Italia.</p>
<p style="text-align: left;"><img class="aligncenter size-full wp-image-545" title="766428778_d7a9f3c66b" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2008/06/766428778_d7a9f3c66b.jpg" alt="" /><br />
Untuk membuat <a href="http://www.flickr.com/photos/hermansaksono/765406357/">adonan</a>, saya pakai <span style="font-style: italic;">breadmaker</span> sehingga tidak perlu repot-repot menguleni adonan. Bahannya tidak neko-neko; cuma air, tepung terigu, gula, garam, susu bubuk, minyak zaitun, dan ragi. Tepungnya diayak dulu biar adonannya lebih alus.</p>
<p><span id="more-365"></span><a href="http://www.flickr.com/photos/hermansaksono/766306348/"><img class="center" src="http://farm2.static.flickr.com/1251/766306348_808bdbf6bc_m.jpg" alt="Saus tomat" /></a></p>
<p>Adonan tadi diratakan hingga menjadi pipih, lalu <a href="http://www.flickr.com/photos/hermansaksono/766306348/">diolesi dengan saos pizza</a>. Saus pizza ini dibikin dari tomat cincang yang dimasak dengan bawang bombay yang di-<span style="font-style: italic;">saute</span> dengan minyak zaitun. Katanya sih, sebaiknya memakai tomat Marzano atau tomat Roma. Akan tetapi, karena tomat jenis itu susah didapat di Indonesia, akhirnya saya pakai tomat masak biasa. Masalahnya, tomat biasa itu kurang kecut, jadi supaya kecut-nya bisa <span style="font-style: italic;">ngangkat</span> rasa pizza, saus tadi saya tambahi saos tomat botolan <label>:D</label>. Sebagai sentuhan terakhir, saos pizza dibumbui dengan <span style="font-style: italic;">oregano</span> dan <span style="font-style: italic;">basil</span> yang memberi rasa khas Italia itu.</p>
<p><a href="http://www.flickr.com/photos/hermansaksono/765467377/"><img class="center" src="http://farm2.static.flickr.com/1337/765467377_deb5845b4d_m.jpg" alt="Funghi topping" /></a></p>
<p>Setelah saus tomat diratakan diatas adonan, topping mulai ditambahkan. Toppingnya tidak seheboh Pizza Hut, cuma Hawaiian topping (nanas dan daging asap) dan Funghi (jamur dan daging asap). Setelah itu kesemuanya saya taburi keju mozarella banyak-banyak, lantas dicipirati sedikit minyak zaitun. Crustnya juga diolesi minyak zaitun supaya warnanya bisa coklat. Setelah semua siap, pizza dipanggang dengan panas sedang selama kurang lebih 30-40 menit.</p>
<p><a href="http://www.flickr.com/photos/hermansaksono/766345220/"><img class="center" src="http://farm2.static.flickr.com/1283/766345220_f0f3c20406_m.jpg" alt="Keju Mozzarella" /></a></p>
<p>Membuat pizza sebetulnya tidak sulit, asal bahan intinya ada semua (saus tomat, oregano, basil dan keju mozzarela), rasanya pasti akan cukup mendekati rasa pizza. Yang menurut saya paling susah itu justru membentuk adonannya menjadi lempeng tipis. Tekniknya mirip membuat kulit martabak. Nah, untuk yang ini kayaknya butuh banyak latihan. </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hermansaksono.com/2007/07/membuat-pizza.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>64</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Memasak Roast Chicken with English Stuffing</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/07/memasak-roast-chicken-with-english.html</link>
		<comments>http://hermansaksono.com/2007/07/memasak-roast-chicken-with-english.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 Jul 2007 06:59:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Herman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Life]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[photolog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/07/memasak-roast-chicken-with-english-stuffing.html</guid>
		<description><![CDATA[Roast Chicken alias ayam panggang itu masakan yang gampang tapi repot. Bumbu marinade dan isinya (stuffing) gampang dibuat, tapi persiapannya panjang. Nah bapak-bapak dan ibu-ibu, saya ingin mengajak and melihat proses pembuatan Roast Chicken dengan English Stuffing. :) Stuffing yang saya pake konon dinamai english stuffing, entah etimologinya seperti apa, tapi biarlah, tidak apa, tetap [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Roast Chicken alias ayam panggang itu masakan yang gampang tapi repot. Bumbu marinade dan isinya (stuffing) gampang dibuat, tapi persiapannya panjang.</p>
<p><a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.flickr.com/photos/hermansaksono/679475061/"><img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px;" src="http://farm2.static.flickr.com/1048/679475061_c2b7350c90.jpg?v=0" alt="" border="0" /></a><br />Nah bapak-bapak dan ibu-ibu, saya ingin mengajak and melihat proses pembuatan Roast Chicken dengan English Stuffing. :)</p>
<p>Stuffing yang saya pake konon dinamai english stuffing, entah etimologinya seperti apa, tapi biarlah, tidak apa, tetap kita sebut english stuffing saja. Saya suka stuffing seperti ini karena rasanya manis gurih dengan aroma <span style="font-style: italic;">herb</span> yang subtil. Bahan dasarnya adalah roti tawar yang digiling dan telur. Walaupun terkesan dari Inggris tapi bumbunya mudah didapat di toko.</p>
<p><a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.flickr.com/photos/hermansaksono/678515011/"><img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px;" src="http://farm2.static.flickr.com/1370/678515011_71c16ea07c.jpg?v=0" alt="" border="0" /></a><br />Dan <a href="http://www.flickr.com/photos/hermansaksono/678520913/">ini</a> adalah english stuffing yang sudah jadi. <span id="more-360"></span>Stuffing tadi dimasukkan ke dalam ayam utuh yang sudah dibersihkan, lalu <a href="http://www.flickr.com/photos/hermansaksono/678604073/">ayam diikat</a> (supaya bentuknya tidak <span style="font-style: italic;">mbegagah</span> ketika dipanggang) dan <a href="http://www.flickr.com/photos/hermansaksono/679456258/">diolesi mentega cair</a>. Mentega membuat kulit ayam terasa lebih gurih. Nah, setelah semua siap, ayam bisa mulai dipanggang.</p>
<p><a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.flickr.com/photos/hermansaksono/678592821/"><img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px;" src="http://farm2.static.flickr.com/1045/678592821_45481b204a.jpg?v=0" alt="" border="0" /></a><br />Ketika memanggang daging ayam harus diolesi dengan <span style="font-style: italic;">basting sauce</span> supaya rasa kulit dan daging lebih enak. <span style="font-style: italic;">Basting sauce</span> atau bumbu olesan ada banyak variasinya. Tapi memang disarankan memakai bahan yang mengandung asam karena membantu membuat daging lebih <span style="font-style: italic;">juicy</span>. Campuran basting sauce di bawah ini kayaknya cocok sama lidah saya, soalnya ayamnya jadi legit dan lezat.</p>
<p><a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.flickr.com/photos/hermansaksono/679369968/"><img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px;" src="http://farm2.static.flickr.com/1377/679369968_c493fbb700.jpg?v=0" alt="" border="0" /></a><br />Sebagai pelengkap, ayam panggang disajikan dengan sayuran dan kentang panggang. Kentangnya <a href="http://www.flickr.com/photos/hermansaksono/678517555/">di-saute</a> dulu dengan bawang bombay, bawang putih, dan daun rosemary, lalu dipanggang selama 1 jam.</p>
<p><a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.flickr.com/photos/hermansaksono/679467700/"><img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px;" src="http://farm2.static.flickr.com/1270/679467700_b7e4c3fa6a.jpg?v=0" alt="" border="0" /></a><br />Biasanya butuh waktu 1 hingga 2 jam untuk memanggang ayam, tergantung suhu oven. Setelah matang, ayamnya tinggal di-carve untuk dilahap bersama sayuran, kentang panggang, dan gravy. <label>;)</p>
<p></label><a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.flickr.com/photos/hermansaksono/679468145/"><img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px;" src="http://farm2.static.flickr.com/1038/679468145_acb6fc7dba.jpg?v=0" alt="" border="0" /></a><br />Saya makan dulu ya! Sori nggak ngajak-ngajak <label>:D</p>
<p></label><a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.flickr.com/photos/hermansaksono/679464449/"><img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px;" src="http://farm2.static.flickr.com/1352/679464449_6bafc82c72.jpg?v=0" alt="" border="0" /></a>  </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hermansaksono.com/2007/07/memasak-roast-chicken-with-english.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>18</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ratatouille</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/06/ratatouille.html</link>
		<comments>http://hermansaksono.com/2007/06/ratatouille.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 17 Jun 2007 12:42:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Herman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Reviews]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[movies]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/06/ratatouille.html</guid>
		<description><![CDATA[Setelah kecewa dengan Spiderman 3, ngantuk nonton Shrek 3, pusing bersama Ocean 13, dan kekurangan adrenalin waktu liat Pirates of Caribbean 3, harapan saya untuk bisa nonton flm summer yang bagus tersisa pada Ratatouille dan The Simpsons Movie. The Simpsons, menurut peserta test-screening, katanya bagus dan snappy. Begitu juga dengan Ratatouille. Film ini bercerita tentang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah kecewa dengan Spiderman 3, ngantuk nonton Shrek 3, pusing bersama Ocean 13, dan kekurangan adrenalin waktu liat Pirates of Caribbean 3, harapan saya untuk bisa nonton flm <span style="font-style: italic;">summer</span> yang bagus tersisa pada <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Ratatouille_%28film%29">Ratatouille</a> dan <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/The_simpsons_movie">The Simpsons Movie</a>.</p>
<p>The Simpsons, menurut peserta test-screening, katanya <a href="http://www.aintitcool.com/node/32357">bagus dan <span style="font-style: italic;">snappy</span></a>. Begitu juga dengan <a href="http://upcomingpixar.blogspot.com/2007/06/aicn-ratatouille.html">Ratatouille</a>. Film ini bercerita tentang seekor tikus bernama Remy yang bercita-cita menjadi koki di sebuah restoran top Prancis. Masalahnya, tikus itu identik dengan sampah dan penyakit, sehingga impiannya adalah sebuah hil yang mustahal, walaupun dia sangat pandai memasak.</p>
<p><a href="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/blogger/_Rim-cL2259M/RnUtKJvB42I/AAAAAAAAAUU/vjI8KnDsQHM/s1600-h/photo_03_hires2.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"><img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5077013807365219170" style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/blogger/_Rim-cL2259M/RnUtKJvB42I/AAAAAAAAAUU/vjI8KnDsQHM/s400/photo_03_hires2.jpg" border="0" alt="" /></a><br />
Tapi sepertinya ada yang salah dalam gambar diatas. Dapatkah anda menemukannya? Jawabannya ada di bawah sini dan saya warnai putih :</p>
<p><span style="color: #ffffff;">Remy menggunakan spatula besi untuk menggoreng dadar telur pada sebuah wajan Teflon!</span>  </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hermansaksono.com/2007/06/ratatouille.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>19</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Blog Wisata Kuliner</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/06/blog-wisata-kuliner.html</link>
		<comments>http://hermansaksono.com/2007/06/blog-wisata-kuliner.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 15 Jun 2007 10:20:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Herman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Misc]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/06/blog-wisata-kuliner.html</guid>
		<description><![CDATA[Dalam semangat membuat anda lapar, saya ingin berbagi beberapa blog tentang makanan di negeri maya ini. Yang pertama adalah blognya Mbak Jenz: Di dalam blognya, Mbak Jenz ini sering cerita pengalamannya mencicipi berbagai warung di Jakarta, lengkap dengan foto-fotonya dan informasi kehalalan-nya. Yang kedua adalah flickr-nya Blueaubrey. Sama dengan Jenz, flickr ini adalah catatan bergambar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam semangat membuat anda lapar, saya ingin berbagi beberapa blog tentang makanan di negeri maya ini. Yang pertama adalah blognya <a href="http://www.jenzcorner.com/">Mbak Jenz:</a></p>
<p><a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/blogger/_Rim-cL2259M/RnJr9ZvB40I/AAAAAAAAAUA/o6eDkT8ddHY/s1600-h/jenz.jpg"><img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/blogger/_Rim-cL2259M/RnJr9ZvB40I/AAAAAAAAAUA/o6eDkT8ddHY/s400/jenz.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5076238432624304962" border="0" /></a><br />Di dalam blognya, Mbak Jenz ini sering cerita pengalamannya mencicipi berbagai warung di Jakarta, lengkap dengan foto-fotonya dan informasi kehalalan-nya.</p>
<p>Yang kedua adalah flickr-nya <a href="http://www.flickr.com/photos/syusei/page2/">Blueaubrey</a>. Sama dengan Jenz, flickr ini adalah catatan bergambar seputar makanan-makanan enak, tapi fotonya Blueubrey bikin lidah berair&#8230;</p>
<p><a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://farm1.static.flickr.com/201/510846476_c40e221b30.jpg?v=0"><img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px;" src="http://farm1.static.flickr.com/201/510846476_c40e221b30.jpg?v=0" alt="" border="0" /></a><br />Selain dua tadi, favorit saya adalah blog yang berjudul <a href="http://www.deliciousdelicious.com/">Delicious! Delicious!</a>, isinya bukan catatan wisata kuliner, melainkan resep-resep masakan beserta foto hasil jadinya. Kayaknya sih orang luar, karena selain pake bahasa enggres, menunya juga menu barat. Foto-fotonya yang aduhai itu bikin saya ngiler&#8230;</p>
<p><a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.deliciousdelicious.com/archives/gyoza%201.jpg"><img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px;" src="http://www.deliciousdelicious.com/archives/gyoza%201.jpg" alt="" border="0" /></a><a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.deliciousdelicious.com/archives/roast%20and%20potatoes.jpg"><img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px;" src="http://www.deliciousdelicious.com/archives/roast%20and%20potatoes.jpg" alt="" border="0" /></a><br />Nah, kalau anda punya blog favorit tentang makanan tidak? Kalau ada sharing juga dong! <label>:)</label>  </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hermansaksono.com/2007/06/blog-wisata-kuliner.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>26</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

