<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>hermansaksono &#187; movies</title>
	<atom:link href="http://hermansaksono.com/tag/movies/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://hermansaksono.com</link>
	<description>Patternless thoughts, pointless wisdom</description>
	<lastBuildDate>Tue, 31 Jan 2012 02:06:58 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3</generator>
		<item>
		<title>Midnight In Paris</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2012/01/midnight-in-paris.html</link>
		<comments>http://hermansaksono.com/2012/01/midnight-in-paris.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Jan 2012 15:04:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Herman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Reviews]]></category>
		<category><![CDATA[movies]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/?p=1651</guid>
		<description><![CDATA[Gil Pender terpesona Paris, sementara tunangannya bosan dengan kota itu. Novelis muda itu terinspirasi Paris. Tunangannya, lebih suka menonton film Hollywood di bioskop Perancis.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2012/01/Midnight-in-Paris.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1652" title="" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2012/01/Midnight-in-Paris.jpg" alt="Midnight in Paris" width="300" height="442" /></a></p>
<p>Siapa yang tidak terpesona Paris? Terpesona orang-orangnya, gedung-gedungnya yang kuno, hingga kafe-kafe tempat seniman mahsyur pernah menyesap kopinya. Salah satu alasan Hemingway pindah ke kota itu tahun 1921, salah satunya karena di sanalah orang-orang dengan pikiran menarik berada.</p>
<p>Gil Pender terpesona Paris, sementara tunangannya bosan dengan kota itu. Novelis muda itu mengagumi Paris dan bagaimana Paris menginspirasi para pelukis impresionis. Sementara Iris, tunangannya, lebih suka menonton film Hollywood di bioskop Perancis.</p>
<p>Suatu malam, saat Gil menyendiri di jejalanan kota itu, ketika lonceng jam berdenting dua belas kali, sebuah mobil antik berhenti di depannya. Dari dalam muncul orang-orang berpakaian kuno yang mengajak Gil pergi bersama mereka. Pada sebuah kafe mobil itu berhenti. Dan setelah berusaha memahami apa yang terjadi di tempat itu, Gil disapa oleh Scott Fitzgerald dan kemudian dikenalkan ke Hemingway. Ernest Hemingway.</p>
<p>Banyak bagian dari Midnight in Paris mengingatkan ciri khas sang sutradara Woody Allen, seperti humornya yang minimalis dan dialognya yang (sengaja) mengelantur. Si pemeran utama, Owen Wilson membawakan karakter Gil Pender tidak seperti Owen Wilson di film biasa. Ia memerankan Gil dengan keraguan-keraguan tersembunyi yang menggerakkan pengarang muda itu. Walaupun Mario Cottilard bukan pemeran utama, namun keberadaannya membuat film ini tambah menyenangkan.</p>
<p>Woody menjalankan tugasnya dengan baik. Semua pemeran memiliki dosis yang pas, tidak kurang dan tidak lebih.</p>
<p>Dengan drama yang tidak mendakik-dakik dan dialog yang renyah, komedi romantis (yang agak surrealis) ini sangat nyaman dinikmati. Dan sebagai bonusnya, Anda juga bisa menikmati Paris.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hermansaksono.com/2012/01/midnight-in-paris.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Captain America: The First Avenger</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2011/09/captain-america-the-first-avenger.html</link>
		<comments>http://hermansaksono.com/2011/09/captain-america-the-first-avenger.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Sep 2011 08:12:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Herman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Reviews]]></category>
		<category><![CDATA[movies]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/?p=1555</guid>
		<description><![CDATA[Lepas dari semua kekonyolan Captain America The First Avenger, kesalahan film ini ada pada alur cerita yang terlalu padat tapi tanpa kedalaman. ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2011/09/Captain_America_The_First_Avenger.jpg" _mce_href="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2011/09/Captain_America_The_First_Avenger.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1556" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2011/09/Captain_America_The_First_Avenger.jpg" _mce_src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2011/09/Captain_America_The_First_Avenger.jpg" alt="Captain America The First Avenger" width="220" height="343"></a></p>
<p>Hari Sabtu saya duduk di teater, dan menyaksikan adegan paling konyol tahun ini:&nbsp;Steve Rogers melangkah gagah, cuek, dengan slow motion, dan musik heroik. Lalu ia berhenti, mengucapkan sepatah dua patah dialog kacangan, melirik perempuannya, dan sontak seketika tepuk tangan mengalir meriah dari puluhan pasukan yang ada di sekelilingnya.</p>
<p>Inilah Captain America yang akan membuka seri film The Avengers dari Marvel.</p>
<p>Premisnya—walaupun konyol—sebetulnya menjanjikan ruang luas untuk digarap dengan keren. Steve Roger (Chris Evans) adalah seorang pemuda cungkring yang terobsesi menggempur Nazi walaupun ditolak berkali-kali oleh angkatan darat. Kegigihan Steve akhirnya dilirik oleh ilmuwan AS (Stanley Tucci) yang sedang mengembangkan serum manusia super. Melalui serum mutakhir dan kekuatan vitaray, akhirnya Steve yang kurus kering disulap menjadi Captain America.</p>
<p>Lepas dari semua kekonyolan itu, kesalahan film ini ada pada alur cerita yang terlalu padat tapi tanpa kedalaman. Captain America tidak cuma menceritakan latar belakang Steve Roger dan perjalanannya menjadi sang superhero, tetapi juga kisah cintanya, dilemanya, dan pertarungannya. Walhasil semua aspek itu digarap tanpa kedalaman. Chris Evans sama sekali tidak membuat film ini menjadi lebih baik. Aktingnya dangkal dan tanpa <em>charm</em> seperti Spiderman-nya Tobey Maguire ataupun Iron Man-nya Robert Downey Jr.</p>
<p>Hugo Weaving yang menyihir penonton lewat V For Vendetta, juga terlihat biasa saja sebagai Red Skull. Ia memerankan panglima Nazi bengis, karakter yang juga telah kelewat banyak diekpsloitasi Hollywood (Indiana Jones 4, Inglorious Bastard).</p>
<p>Akan tetapi adegan &#8220;kalengan&#8221; tidak berhenti di Hugo Weaving. Adegan Steve Roger berubah menjadi Captain America mengingatkan kita pada adagan perubahan Wolverine dan juga Bane (di Batman and Robins). Adegan melangkah-gagah-dengan-slowmotion, mengingatkan kita pada Fear Factor. Adegan Howard Stark menjelaskan senjata-senjata untuk Captain America, jelas-jelas menyalin James Bond.</p>
<p>Seolah belum puas membuat film ini hancur, sang penulis skenario seolah tidak kehabisan akal untuk menyisipkan sejumlah dialog-dialog yang <em>cheesy</em>.</p>
<p>Dan ketika film ini dipuji karena karena unsur retronya, mari kita lihat Crouching Tiger Hidden Dragon. Itu sangat retro, dan adegan laganya keren luar biasa. Ini bukan soal retro, tetapi soal kreativitas. Tepatnya kurangnya kreativitas di Captain America.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hermansaksono.com/2011/09/captain-america-the-first-avenger.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>16</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Transformers 3: Dark of The Moon</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2011/08/transformers-3-dark-of-the-moon.html</link>
		<comments>http://hermansaksono.com/2011/08/transformers-3-dark-of-the-moon.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Aug 2011 13:27:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Herman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Reviews]]></category>
		<category><![CDATA[movies]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/?p=1553</guid>
		<description><![CDATA[Jika dua film Transformers terjebak pada alur simplistis, Transformers 3 digiring dengan mengigit. Walaupun memang masih terlalu "kalengan" dan terlalu Amerika.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2011/08/Transformers_3_Dark_of_the_Moon.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1554" title="Transformers 3 Dark of the Moon" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2011/08/Transformers_3_Dark_of_the_Moon.jpg" alt="Transformers 3 Dark of the Moon" width="300" height="449" /></a></p>
<p>Tahun 1961, sebuah kapal ruang angkasa milik Autobot terdampar jatuh di sisi gelap bulan. Amerika Serikat mendeteksi pergerakan itu, dan mulailah sebuah pertandingan dengan Uni Sovyet yang kemudian kita kenal dengan <em>space race</em>—perlombaan menuju angkasa.</p>
<p>Amerika akhirnya menang dengan mengirimkan astronot ke bulan. Yang tidak diketahui khalayak banyak adalah: misi itu tidak sekadar untuk menjejakkan kaki ke bulan; melainkan juga untuk membawa pulang bahtera alien ke bumi.</p>
<p>Maju ke tahun 2011, Sam Witwicky (Shia Lebouf) mengalami krisis <em>fresh graduate</em>. Sementara teman-temannya Autobot sibuk membantu pemerintah AS mengalahkan musuhnya, Sam harus melamar pekerjaan ke belasan kantor, dan tidak pernah diterima.</p>
<p>Megan Fox—sayangnya—tidak kembali menghiasi Transformers 3. Kekosongannya diganti oleh Rosie Huntington-Whiteley, yang tidak kalah seduktif walaupun masih seinci di bawah Fox.</p>
<p>Selebihnya memang tidak ada gebrakan istimewa dari karakternya. Bumblebee masih seperti anjing yang handal, Megatron tetap mendendam, dan suara Optimus Prime masih seperti <em>dubber</em> iklan obat batuk yang membacakan dakwah.</p>
<p>Konflik Transformers 3 muncul ketika gerombolan Megatron berkomplot untuk merebut lima &#8220;pilar&#8221; bahtera alien dari pemerintah AS. Para robot jahat itu akan menggunakannya untuk mentransport robot-robot Cybertron ke bumi. Sam Witwicky harus berjuang keras mencegah gerakan Cybertron, atau bumi akan dikuasai alien-alien baja.</p>
<p>Jika <a href="http://hermansaksono.com/2007/07/transformers-sucky.html">Transformers 1</a> dan <a href="http://hermansaksono.com/2009/06/transformers-2-revenge-of-the-fallen.html">Transformers 2</a> terjebak dalam alur yang simplistis, untunglah Transformers 3 digiring dengan cerita yang mengigit. Walaupun memang masih terlalu &#8220;kalengan&#8221; dan terlalu Amerika, terbukti bahwa Michael Bay ternyata bisa lebih baik.</p>
<p>Selain itu, adegan laga yang sebelumnya super duper heboh nan berisik, sekarang lebih asyik dinikmati. Perkelahian para robot-robot raksasa yang biasanya &#8220;tersembunyi&#8221; dari keramaian, kini benar-benar terasa seperti sebuah ancaman.</p>
<p>Andai saja Optimus Prime tidak seperti <em>dubber</em> obat batuk&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hermansaksono.com/2011/08/transformers-3-dark-of-the-moon.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>The Fighter</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2011/03/the-fighter.html</link>
		<comments>http://hermansaksono.com/2011/03/the-fighter.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Mar 2011 11:51:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Herman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Reviews]]></category>
		<category><![CDATA[movies]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/?p=1476</guid>
		<description><![CDATA[Benar kata orang. Melissa Leo lebih simpatik di film The Fighter daripada aslinya. Ketika memenangkan Oscar; Leo menyuruh Kirk Douglas mencubitnya, mengatakan &#8220;f—ckin&#8217;&#8220;, dan akhirnya merebut tongkat jalan milik Kirk Douglas yang sudah lansia. Walaupun Leo memerankan karakter ibu dan manajer yang pengatur dan ngawur; setidaknya di situ ia masih punya sisi yang simpatik. Melissa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2011/03/The-Fighter-Christian-Bale-Mark-Wahlberg.jpg"><img class="size-full wp-image-1477 aligncenter" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2011/03/The-Fighter-Christian-Bale-Mark-Wahlberg.jpg" alt="The Fighter dibintangi Christian Bale dan Mark Wahlberg" width="300" height="468" /></a></p>
<p>Benar kata orang. Melissa Leo lebih simpatik di film The Fighter daripada aslinya. Ketika memenangkan Oscar; Leo menyuruh Kirk Douglas mencubitnya, mengatakan &#8220;<em>f—ckin&#8217;</em>&#8220;, dan akhirnya <a href="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2011/03/Melissa-Leo-dengan-tongkat-Kirk-Douglas-di-Oscar.jpg">merebut tongkat jalan milik Kirk Douglas</a> yang sudah lansia. Walaupun Leo memerankan karakter ibu dan manajer yang pengatur dan ngawur; setidaknya di situ ia masih punya sisi yang simpatik.</p>
<p>Melissa Leo dan Christian Bale memang bintang utama film ini, walaupun mereka berdua &#8220;cuma&#8221; memenangkan Oscar untuk pemeran pembantu terbaik. Bale membawakan peran seorang pecandu obat terlarang yang terjebak dalam kesuksesan masa lalunya. Ia menggambarkan genialitas seorang pemadat, sekaligus sisi pecundangnya. Bersama Melissa Leo dan Amy Adams, alur cerita The Fighter yang sederhana digiring menjadi menjadi film yang istimewa.</p>
<p>The Fighter berpusat pada tokoh Mickey Ward (Mark Wahlberg), seorang petinju muda yang sering digarap menjadi petinju kalahan. Walaupun dilatih oleh kakaknya sendiri Dicky (Bale), karir Mickey tidak berkembang. Dicky memang petinju jawara (ia pernah mengalahkan Sugar Ray), tetapi karirnya hancur karena kecanduan heroin. Karir Mickey juga terancam hancur ketika lawan tinju yang mestinya mudah ia kalahkan, digantikan oleh petinju lain yang lebih berat 10 kilo. Mickey KO malam itu.</p>
<p>Malu oleh kekalahan demi kekalahan yang beruntun, Mickey menemukan konsolasi dari Charlene (Adams). Dengan dukungan pelatih dan manajer baru, selangkah demi langkah Mickey memperbaiki karirnya menjadi jawara. Akan tetapi, dengan adanya Dicky yang selalu membawa sekantung masalah, Mickey harus memilih antara keluarga atau karir.</p>
<p>Film ini berdasar dari kisah nyata petinju Mickey Ward dan kakaknya, Dicky Eklund. Kota Lowell, Massachusets yang menjadi setting film digambarkan sebagai kota miskin dan suram, menggambarkan kondisi Amerika yang jarang tertangkap oleh lensa Hollywood.</p>
<p>Mickey, tokoh sentral The Fighter diperankan oleh Mark Wahlberg. Akan tetapi pamornya tenggelam di antara Bale, Leo, maupun Adams. Wahlberg memang produser yang sukses, dan harus diakui ia berhasil membawakan tokoh Mickey dengan menarik. Tetapi aktingnya nyaris sama dengan film-filmnya yang lain. Tanpa dukungan trio nomine Oscar, The Fighter mungkin jadi tidak mengesankan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hermansaksono.com/2011/03/the-fighter.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Black Swan</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2011/02/the-black-swan.html</link>
		<comments>http://hermansaksono.com/2011/02/the-black-swan.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 27 Feb 2011 14:08:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Herman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Reviews]]></category>
		<category><![CDATA[movies]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/?p=1439</guid>
		<description><![CDATA[Nina memang menarikan kerapuhan sang Angsa Putih dengan cermat, tetapi ia menjadi seperti tanpa nafas saat membawakan gairah dan nafsu sang Angsa Hitam. Black Swan.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2011/02/The-Black-Swan-Natalie-Portman.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1440" title="The Black Swan-Natalie Portman" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2011/02/The-Black-Swan-Natalie-Portman.jpg" alt="" width="291" height="431" /></a></p>
<blockquote><p>&#8220;Melihat kekasihnya direnggut oleh buaian Angsa Hitam, sang Angsa Putih yang putus asa berlari ke jurang, meloncat untuk bunuh diri. Dan dalam kematianlah, ia menjadi terbebaskan.&#8221;</p></blockquote>
<p>Begitulah penafsiran baru balet The Swan Lake yang tengah digarap oleh Thomas (Vincent Cassel) di film Black Swan. Dalam audisinya, Thomas mencari balerina muda untuk memerankan Angsa Putih sekaligus Angsa Hitam karena dua tokoh itu selalu dibawakan oleh balerina yang sama.</p>
<p>Peran itu jatuh ke Nina (Natalie Portman), seorang balerina muda. Ketika mengabari ibunya tentang kabar gembira itu, Nina masih dalam kondisi setengah tidak percaya karena audisinya sebagai Angsa Hitam payah total. Ia memang menarikan kerapuhan sang Angsa Putih dengan cermat, tetapi Nina menjadi seperti tanpa nafas saat membawakan gairah dan nafsu sang Angsa Hitam.</p>
<p>Latihan-latihan ballet berikutnya membuktikan bahwa Nina memang tidak bisa menjadi sosok &#8220;lepas&#8221;. Ia selalu terbatasi oleh ketakutan dan keteraturan, lawan dari karakter sang Angsa Hitam. Thomas sampai menyuruh Nina untuk masturbasi, supaya ia bisa meresapi apa itu &#8220;hidup&#8221;.</p>
<p>Nina yang diliputi kekhawatiran akan gagal membawakan tokoh Black Swan, semakin terancam saat Thomas terus membandingkan dia dengan Lily (Mila Kunis), balerina berambut hitam, berwajah latin, dan berdarah panas.</p>
<p>Dan cerita bergulir menjadi <em>psychological thriller</em> yang digiring hingga detik terakhir Black Swan. Dengan sempurna, Natalie Portman membawakan tokoh Nina yang rapuh dan takut. Keraguan Nina untuk berhasil, dan ketakutannya akan gagal, diperlihatkan Portman dengan halus dan menyesakkan.</p>
<p>Saya acungi jempol juga untuk sutradara Darren Afnofsky. Dengan mood film yang serba kelam, Afnofsky menuntun adegan-adegan yang tidak horror menjadi thriller melodik yang menusuk.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hermansaksono.com/2011/02/the-black-swan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Arwah Goyang Karawang</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2011/02/arwah-goyang-karawang.html</link>
		<comments>http://hermansaksono.com/2011/02/arwah-goyang-karawang.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Feb 2011 16:16:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Herman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Reviews]]></category>
		<category><![CDATA[movies]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/?p=1430</guid>
		<description><![CDATA[Arwah Goyang Karawang kisahkan persaingan dua penari jaipong erotis. Persaingan mereka berbuntut perkelahian, dan menjadi kelahi asli. Oleh produser, ini dijual]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2011/02/Arwah-Goyang-Karawang.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1431" title="Arwah Goyang Karawang" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2011/02/Arwah-Goyang-Karawang-354x500.jpg" alt="" width="354" height="500" /></a></p>
<p>Jika ada kekhawatiran film Indonesia akan merosot ke era 80-an yang dipenuhi horor, slapstik, dada, dan seks; maka sebetulnya itu sudah terjadi. Film Arwah Goyang Karawang telah membuktikannya.</p>
<p>Arwah Goyang Karawang mengisahkan persaingan antara dua penari jaipong erotis bernama Lilis (Julia Perez) dan Neneng (Dewi Persik). Lilis yang bisa menari lebih liar membuat Neneng iri. Puncaknya terjadi ketika Neneng mendorong Lilis sampai jatuh sehingga dibalas tamparan selendang Lilis. Keduanya beradu mulut, saling memaki dengan kata &#8220;l*nte&#8221; sampai saya lupa berapa banyak kata kotor itu keluar.</p>
<p>Dan terjadilah perkelahian JuPe vs DePe yang mahsyur itu. Nampaknya dada sudah diniati menjadi superstar Arwah Goyang Karawang. Ketika beradu mulut, JuPe dan DePe selalu berhadap-hadapan hingga tidak ada jarak di antara dada mereka. Entah apa hubungannya dengan alur cerita.</p>
<p>Adegan kelahi mereka mencapai klimaksnya saat Depe menendang wajah Jupe dengan kelincahan pesilat. Saya acungi jempol, sang produser tahu benar cara memonetisasi perkelahian itu. Dan, seolah belum puas mengeksploitasinya di infotaiment dan <a href="http://www.youtube.com/watch?v=hGsRyNIUCxo">YouTube</a>, pada <em>scene</em> itu juga muncul tulisan &#8220;Adegan perkelahian asli&#8221;.</p>
<p>Belakangan, Jupe juga menunjukkan keterampilan silatnya ketika menendang pintu kamar hotel prodeo sampai jebol.</p>
<p>Sisanya tentu tidak jauh-jauh dari dada, seks, &#8220;l*nte&#8221;, dan slapstik yang tidak diniati. Misalnya seperti Depe menari erotis hingga menjatuhkan buku. Atau Jupe bermain ranjang dengan suaminya. Lalu adegan mereka menari erotis lagi. Lalu adegan Jupe mandi kembang. Tentu diimbangi dengan dialog yang membuat penonton semakin ragu apakah ini horor atau komedi. Jika tidak didukung oleh premis cerita yang menarik, film ini lebih layak disebut softporn.</p>
<p>Sayangnya premis cerita Arwah Goyang Kerawang adalah jiplakan dari film horor Thailand yang berjudul <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Alone_%282007_film%29">Alone</a>.</p>
<p style="text-align: center;">***</p>
<p>&#8220;Pak! Saya mau berhenti menari jaipong <em>striptease</em>. Saya merasa sudah menyalahgunakan kesenian,&#8221; ujar karakter Lilis yang diperankan Julia Perez.</p>
<p>Entah sadar atau tidak, sebetulnya sineas Arwah Goyang Karawang juga telah menyalahgunakan kesenian. Seni film.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hermansaksono.com/2011/02/arwah-goyang-karawang.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>29</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hilangnya Film Hollywood dari Bioskop</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2011/02/hilangnya-film-hollywood-dari-bioskop.html</link>
		<comments>http://hermansaksono.com/2011/02/hilangnya-film-hollywood-dari-bioskop.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Feb 2011 15:38:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Herman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesiana]]></category>
		<category><![CDATA[movies]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/?p=1423</guid>
		<description><![CDATA[Kebijakan bea masuk film membuat importir film gerah. Mulai besok Sabtu, film Hollywood baru akan stop tayang di bioskop Indonesia.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2011/02/film-hollywood-hilang-dari-bioskop.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1424" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2011/02/film-hollywood-hilang-dari-bioskop-440x315.jpg" alt="film hollywood hilang dari bioskop" width="440" height="315" /></a></p>
<p>Malam ini (18/02), saat lampu proyektor di bioskop-bioskop mati pendarannya, mungkin ini adalah kali terakhir film Holywood diputar di Indonesia. Terhitung besok, film Holywood akan <a href="http://www.metrotvnews.com/read/news/2011/02/18/42986/Film-Asing-Ditarik-dari-Seluruh-Bioskop-Indonesia?/">berhenti tayang di bioskop Indonesia</a>.</p>
<p>Masalah dimulai ketika asosiasi distributor film asing (MPA, Motion Picture Association) merasa keberatan dengan bea masuk baru yang ditetapkan Dirjen Bea Cukai. Akibatnya, MPA berkeputusan utnuk menahan film-film layar lebar sampai ada kejelasan dari pihak pemerintah. Sinyal embargo ini mulai terlihat pada Jum&#8217;at siang (18/02) ketika pihak Sinema 21 mengumumkan <a href="http://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=496366062236&amp;id=103901437236">penundaan penayangan perdana 127 Hours</a> sampai waktu yang tidak ditentukan.</p>
<p>Bukan cuma jaringan 21 yang terkena embargo. Film Hollywood juga akan absen di Blitz dan Grande karena embargo diterapkan oleh pihak distributor.</p>
<p>Kepala Kebijakan Fiskal Kemenkeu, Bambang Permadi Brodjonegoro, menjelaskan kalau bea masuk baru tersebut masih dalam tahap negosiasi dan belum final. Sayangnya, hingga saat ini besaran perubahan bea cukai itu masih misterius. Perlu diketahui bahwa film yang diputar di Indonesia sudah kena <a href="http://oase.kompas.com/read/2011/02/18/14054546/Film.Nasional.Mati.Jika.Bioskop.Mati">bea masuk, PPN, PPH, dan pajak tontonan</a>. Pajak yang terakhir masuk ke kantong pemerintah daerah.</p>
<p>Memang agak diluar kebiasaan jika MPA memutus penayangan film asing ketika negosiasi masih berjalan. Apakah skema pungutan itu memang keterlaluan tamaknya, atau MPA cuma menggertak pemerintah supaya daya tawar mereka lebih baik.</p>
<p>Di atas kertas, yang akan terkena imbas paling buruk dari embargo adalah jaringan bioskop 21 beserta karyawan-karyawannya. 500 layar bioskop yang biasa diisi oleh film-film Hollywood terpaksa harus mengandalkan pasokan film Indonesia yang produksinya masih sedikit. Andaikata pasokan film lokal bisa mengisi seluruh layar 21, tetap saja mereka telah kehilangan pasar film asing yang setia membeli tiket setiap ada film Hollywood baru.</p>
<p>Akan tetapi kondisi industri bioskop kita tidak sepenuhnya sehat. Hubungan antara 21 dan distributor film yang mengarah ke gaya monopolistik (ingat ketika Twilight New Moon hanya tayang perdana di jaringan 21?), tidak terutup kemungkinan pihak 21 juga memiliki keterlibatan dalam embargo ini.</p>
<p>Yang jelas, lagi-lagi penonton harus sabar menonton pertarungan antara pemerintah dan Hollywood.</p>
<p><strong>Update</strong></p>
<ul>
<li>Melalui wawancara dengan <a href="http://movie.detikhot.com/read/2011/02/18/211838/1574077/229/hollywood-stop-edarkan-produksi-filmnya-ke-indonesia">detikcom</a>, juru bicara 21 Cineplex Noorca Masardi menjelaskan bahwa selain menerapkan bea masuk barang sebesar 23,75%, pemerintah juga menerapkan bea masuk hak distribusi yang nilainya juga sebesar 23,75%. Kebijakan yang dinilai tidak wajar ini yang membuat MPA menarik film Hollywood dari Indonesia.</li>
<li>Jika Anda ingin urun suara dalam masalah ini dapat melalui <a href="http://www.facebook.com/pages/21cineplexcom/103901437236">Facebook 21 Cineplex</a> atau <a href="http://www.facebook.com/pages/blitzmegaplex/41997185568">Facebook Blitzmegaplex</a>.</li>
<li>Nampaknya embargo masih sebatas film baru. Situs Cineplex 21 dan BlitzMegaplex menunjukkan kalau film Hollywood yang sudah masuk sebelum Kamis (17/02) masih tayang di bioskop.</li>
<li><a href="http://filmindonesia.or.id/post/deddy-mizwar-rudy-sanyoto-meluruskan-masalah-film-impor">Meluruskan Film Impor</a>, menurut Deddy Mizwar dan Rudy S Sanyoto (Ketua dan Wakil Ketua BP2N) nilai pajak yang dibayarkan film impor sangat kecil karena hanya menghitung nilai fisik film bukan royali &#8220;content&#8221; film.</li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hermansaksono.com/2011/02/hilangnya-film-hollywood-dari-bioskop.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>21</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>The King&#8217;s Speech</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2011/02/the-kings-speech.html</link>
		<comments>http://hermansaksono.com/2011/02/the-kings-speech.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Feb 2011 04:24:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Herman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Reviews]]></category>
		<category><![CDATA[movies]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/?p=1421</guid>
		<description><![CDATA[Premis film ini adalah bisakah seorang raja gagap membawakan pidato untuk menenangkan rakyat Inggris yang membutuhkan pemimpin dalam ancaman perang.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><a href="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2011/02/the-kings-speech.jpg"><img class="aligncenter" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2011/02/the-kings-speech-339x500.jpg" alt="The King's Speech" width="339" height="500" /></a></p>
<p>Pangeran  Albert (Colin Firth) sebetulnya bukan pangeran yang berbakat menjadi  raja, ataupun ditakdirkan menjadi raja. Anak kedua Raja Inggris George V  ini sosok yang hati-hati, lembut, dan gagap. Ia mempermalukan kerajaan  saat tergagap menyelesaikan kalimat pertama pidato di depan ribuan orang  yang memenuhi stadion Wembley pada tahun 1952.</p>
<p>Adalah istrinya  Elizabeth (Helena Bonham Carter) yang mencarikan berbagai dokter dan  terapis untuk menyembuhkan gagapnya. Setelah semua cara tidak membuahkan  hasil, Elizabeth menemukan Lionel Logue (Geoffrey Rush), seorang  terapis gagap yang <em>unorthodox</em>.</p>
<p>Terapi pertama inilah yang mengantarkan penonton ke kisah sejarah tentang seorang karakter lembut yang diangkat menjadi <em>reluctant king</em> di era perang dunia 2, menggantikan tugas kakaknya, Pangeran Edward. Edward  memilih melepas tanggung jawab raja demi menikahi seorang janda Amerika.</p>
<p>Premis  film ini adalah bisakah seorang raja gagap membawakan pidato untuk  menenangkan rakyat Inggris yang membutuhkan seorang pemimpin dalam  ancaman perang.</p>
<p>Yang mengagumkan dari script David Seidler adalah bagaimana kejadian-kejadian sejarah anekdotal diramu menjadi adegan-adegan anekdotal yang lantunannya santai. Dialog  antara Pangeran Albert dan Lionel begitu lincah dan lucu sehingga  mustahil terabaikan. Melalui dialog dengan Lionel, penonton menemukan  berbagai sisi karakter si pangeran. Dualisme dalam Pangeran Albert yang  rapuh dan yang bertanggung-jawab, dibawakan Firth secara alami.</p>
<p>Akan  tetapi, pesona King&#8217;s Speech ada di Helena Bonham Carter sebagai istri  Albert, yang telaten mendampingi suaminya menjadi raja. Elizabeth bukan  jenis tante jahat yang mengejar kedudukan ratu. Anda melihatnya ketika Elizabeth  menghela nafas lega setelah suaminya menyelesaikan pidato. Itu adalah  kelegaan karena kepedulian dengan suami, bukan kepedulian dengan tahta. Citra tokoh <em>jerk</em> memang terlanjur terpancang di dahi Helena Bonham Carter, tapi kali ini ia menjadi sangat simpatik. Sebelumnya, Carter memerankan Marla Singer di Fight Club dan juga sebagai musuh bebuyutan Harry Potter, Bellatrix Lestrange.</p>
<p>Rush yang memerankan terapis Australia yang <em>nranyak</em>,  apa mau dikata, selalu berakting bagus. Walaupun kali ini dia agak  &#8220;biasa&#8221; untuk standar Geoffrey Rush. Seperti halnya Rush, King&#8217;s Speech  ini terasa kurang satu langkah membawa emosi penonton. Ibarat secangkir  kopi yang enak, masih ada seteguk lagi di dasar cangkir, dan penonton  tidak bisa menghabiskannya.</p>
<p>Apakah film ini layak mendapatkan  Oscar tanggal 28 Februari besok? Film seperti ini memang selalu menjadi  favorit juri Oscar yang kesemuanya adalah pekerja film.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hermansaksono.com/2011/02/the-kings-speech.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>The Green Hornet</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2011/02/the-green-hornet.html</link>
		<comments>http://hermansaksono.com/2011/02/the-green-hornet.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Feb 2011 11:09:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Herman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Reviews]]></category>
		<category><![CDATA[movies]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/?p=1407</guid>
		<description><![CDATA[Britt Reid (Seth Rogen) tidak punya bakat apa-apa. Sang pahlawan bertopeng ini adalah superhero dengan nothing.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2011/02/The_Green_Hornet.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1408" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2011/02/The_Green_Hornet.jpg" alt="The Green Hornet" width="220" height="326" /></a></p>
<p>Britt Reid (Seth Rogen) tidak punya bakat apa-apa. Dia hanya bisa berpesta hura-hura, mengencani gadis baru tiap malam. Ketika menjadi The Green Hornet, Reid masih tetap seorang superhero dengan <em>nothing</em>. Tanpa dibantu kehandalan silat Kato (Jay Chou) dan alat-alat canggih ciptaannya, Reid mungkin sudah tewas di malam debutnya.</p>
<p>Bahkan dia menjadi superhero karena tidak sengaja.</p>
<p>Jika lantas The Green Hornet membuat gerah bos Mafia Los Angeles, itu berkat koran milik Reid yang tidak pernah berhenti membahas sosok bertopeng hijau itu. Singkat kata The Green Hornet adalah <em>nothing </em>yang tidak sengaja menjadi <em>something</em>.</p>
<p>Film ini bagus karena telah meramu gagasan yang sebetulnya garing, menjadi tontonan layak tonton yang bisa menghibur, dan sesekali lucu. Bintangnya, sayangnya bukan Rogen ataupun Chou, melainkan Cristoph Waltz yang memerankan bos mafia bengis bernama Chudnofsky, yang (lucunya) sangat <em>insecure</em>. Ia sering terlihat kikuk dan canggung, tapi ketika membunuh, ia membunuh. Tanpa basa-basi, tanpa sesal.</p>
<p>Bagi yang sudah nonton Inglorious Bastard, Waltz adalah pemeran Colonel Hans Landa yang membunuh Yahudi hanya karena asyik. Berkat aktingnya di Bastard, Waltz menggondol piala Oscar untuk pemeran pendukung terbaik. Memang sih, The Green Hornet tidak akan menang Oscar (ataupun mendapatkan nominasi), tapi telah sukses membuat saya tidak sabar melihat Waltz main di film-film lain yang bisa memamerkan bakatnya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hermansaksono.com/2011/02/the-green-hornet.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>The Tourist</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2011/01/the-tourist.html</link>
		<comments>http://hermansaksono.com/2011/01/the-tourist.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 Jan 2011 06:23:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Herman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Reviews]]></category>
		<category><![CDATA[movies]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/?p=1398</guid>
		<description><![CDATA[Surat misterius menginstruksikan Elise (Jolie) ke Venesia. Ia menemukan Frank (Depp), guru matematika yang baru bercerai. Kencan mereka berlanjut menjadi perburuan mafia dan Scotland Yard.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2011/01/The-Tourist-.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1399" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2011/01/The-Tourist-.jpg" alt="The Tourist" width="300" height="444" /></a></p>
<p>Pagi hari di Paris. Sepucuk surat misterius mengirim instruksi kepada Elise (Jolie) untuk bergegas ke stasiun Gare de Lyon. Ia disuruh untuk mencari lelaki dengan perawakan mirip Alexander Pearce, dan pergi ke Venesia. Belakangan kita tahu bahwa sosok Pearce yang misterius itu adalah kekasih Elise.</p>
<p>Di kereta menuju Venesia, Elise menemukan Frank (Depp), seorang guru matematika dari AS yang berlibur untuk melupakan perceraiannya. Perkenalan dan percakapan di kereta itu kemudian bergulir menjadi kencan romantis di bawah bintang-bintang Venesia. Esok harinya, kemesraan itu berubah menjadi permainan maut yang melibatkan mafia berdarah dingin dan juga Scotland Yard.</p>
<p>Paris dan Venesia memang dua bintang film ini, selain Johnny Depp dan Angeline Jolie. Walaupun Jolie seperti mengulang karakter wanita berdarah dingin, Depp nyaris sempurna membawakan tokoh Frank yang kikuk dan kuper; kebalikan dari Alexander Pearce yang sering menaklukkan hati Elise. Misalnya, dalam percakapan singkat di gerbong kereta ekonomi, Frank bertanya apakah Elise bersedia makan malam bersamanya. Elise menjawab kalau ia tidak suka pria yang bertanya.</p>
<p>Sayangnya, <em>chemistry</em> antara keduanya seperti berhenti berkembang di duapertiga The Tourist. Dan sesekali Depp masih seperti Jack Sparrow dari Pirates of Carribean.</p>
<p>The Tourist memang tidak akan menjadi film yang menandai jamannya, tetapi sangat asyik untuk dinikmati begitu saja. Makanya agak mengagumkan ketika film ini memperoleh nominasi Golden Globe.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hermansaksono.com/2011/01/the-tourist.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

