<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>hermansaksono &#187; serba-serbi</title>
	<atom:link href="http://hermansaksono.com/tag/serba-serbi/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://hermansaksono.com</link>
	<description>Patternless thoughts, pointless wisdom</description>
	<lastBuildDate>Sat, 04 Feb 2012 13:51:20 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3</generator>
		<item>
		<title>Orang Jawa Tidak Kenal Biru</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2008/01/orang-jawa-tidak-kenal-biru.html</link>
		<comments>http://hermansaksono.com/2008/01/orang-jawa-tidak-kenal-biru.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Jan 2008 23:34:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Herman</dc:creator>
				<category><![CDATA[finds]]></category>
		<category><![CDATA[serba-serbi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2008/01/orang-jawa-tidak-kenal-biru.html</guid>
		<description><![CDATA[Konon orang Jawa kuno itu tidak mengenal istilah &#8216;biru&#8217; untuk menyebut sesuatu yang berwarna seperti langit atau laut. Sebagai gantinya dipakai istilah &#8216;ijo&#8217; untuk biru dan hijau. Artinya, partainya Amien Rais itu &#8216;wernoné ijo&#8217;. Ini beneran. Temen saya menemui ketidakwajaran ini ketika mengunjungi desa-desa pelosok yang masih jauh dari peradaban modern. Orang-orang desa rupanya tidak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_Rim-cL2259M/R461cHL2L2I/AAAAAAAAAeU/kszAj7VQYxc/s1600-h/biru.gif"><img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp2.blogger.com/_Rim-cL2259M/R461cHL2L2I/AAAAAAAAAeU/kszAj7VQYxc/s400/biru.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5156258117955497826" border="0" /></a>Konon orang Jawa kuno itu tidak mengenal istilah &#8216;biru&#8217; untuk menyebut sesuatu yang berwarna seperti langit atau laut. Sebagai gantinya dipakai istilah &#8216;ijo&#8217; untuk biru dan hijau. Artinya, partainya Amien Rais itu &#8216;wernoné ijo&#8217;.</p>
<p>Ini beneran. <a href="http://bougexhibition.blogspot.com/">Temen saya</a> menemui ketidakwajaran ini ketika mengunjungi desa-desa pelosok yang masih jauh dari peradaban modern. Orang-orang desa rupanya tidak kenal &#8216;biru&#8217;, karena biru itu &#8216;ijo&#8217;. Saya curiga kalau istilah &#8216;biru&#8217; di Bahasa Jawa sebetulanya merupakan serapan dari Bahasa Melayu. Untunglah suku Jawa tidak sendirian, karena orang Thailand dan Vietnam <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Distinguishing_blue_from_green_in_language">juga begitu</a>.</p>
<p>Masalahnya jadi agak rumit kalau kita mencermati Perjanjian Gianti pada tahun 1755 ketika kerajaan Mataram dibagi dua menjadi Kasunanan Solo dan Kasultanan Yogyakarta. Setelah perjanjian itu, Pangeran Mangkubumi mulai membangun kratonnya. Supaya tidak sama dengan kraton Solo yang ciri khas-nya biru, Kasultanan Yogya memilih warna hijau. Lantasss&#8230; bagaimana bisa orang jaman dulu membedakan warna Solo dan warna Yogya, kalau kedua-duanya disebut &#8216;ijo&#8217;?</p>
<p>&#8216;Bagaimana pula dengan Buto Ijo?&#8217;, tanya <a href="http://bougexhibition.blogspot.com/">Tomas</a>. Jangan-jangan julukan itu maksudnya makhluk besar yang kebiruan. Kebiruan karena pucat akibat anemia. Emang buto bisa anemia? Bisa aja kalau lima organ tubuhnya sudah tidak berfungsi.  </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hermansaksono.com/2008/01/orang-jawa-tidak-kenal-biru.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>39</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Seberapa Sakitkah Seandainya Diinjak Stiletto?</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/06/seberapa-sakitkah-seandainya-diinjak.html</link>
		<comments>http://hermansaksono.com/2007/06/seberapa-sakitkah-seandainya-diinjak.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 25 Jun 2007 06:33:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Herman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Anecdotes]]></category>
		<category><![CDATA[serba-serbi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/06/seberapa-sakitkah-seandainya-diinjak-stiletto.html</guid>
		<description><![CDATA[Para adam, coba pilih: diinjak perempuan cantik memakai stiletto warna merah, atau diinjak gajah jantan? Percaya atau tidak, diinjak sepatu berhak-tinggi ternyata 16 kali lebih menyakitkan daripada diinjak gajah jantan dewasa.Kalau masih ingat rumus tekanan waktu pelajaran fisika dulu, besar tekanan (P) sama dengan gaya (F) dibagi luas permukaannya (A). Semakin kecil permukaannya, semakin tinggi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/blogger/_Rim-cL2259M/Rnv3W5vB5AI/AAAAAAAAAVk/Eo75fKY0RuM/s1600-h/stilettomain.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"><img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5078924977617626114" style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/blogger/_Rim-cL2259M/Rnv3W5vB5AI/AAAAAAAAAVk/Eo75fKY0RuM/s400/stilettomain.jpg" border="0" alt="" /></a>Para adam, coba pilih: diinjak perempuan cantik memakai stiletto warna merah, atau diinjak gajah jantan?</p>
<p>Percaya atau tidak, diinjak sepatu berhak-tinggi ternyata 16 kali lebih menyakitkan daripada diinjak gajah jantan dewasa.Kalau masih ingat rumus tekanan waktu pelajaran fisika dulu, besar tekanan (P) sama dengan gaya (F) dibagi luas permukaannya (A). Semakin kecil permukaannya, semakin tinggi tekanannya, semakin sakit pula injakannya:</p>
<p><a href="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2008/06/power.gif"><img class="aligncenter size-full wp-image-542" title="power" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2008/06/power.gif" alt="" width="171" height="100" /></a><br />
Mari dihitung. Luas permukaan hak sebuah stiletto sama dengan 0,000113 m<sup>2</sup> (jari-jari 6 milimeter). Sementara itu luas telapak seekor gajah jantan dewasa itu sekitar 0,15 m<sup>2</sup>. (diameter 45 cm).</p>
<p>Anggap saja massa perempuan yang memakai stiletto sekitar 70 kilo dan massa seekor <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Elephant">gajah</a> jantan ± 12.000 kilo. Dari angka-angka tadi kita dapat menghitung tekanan tiap kaki:</p>
<table class="table-common" border="0">
<tbody>
<tr>
<th>Kaki</th>
<th>Luas Permukaan<br />
(m<sup>2</sup>)</th>
<th>Massa<br />
(kg)</th>
<th>Berat<br />
(massa x 9,8 N)</th>
<th>Tekanan<br />
(Pa)</th>
</tr>
<tr>
<td>
<div style="text-align: center;"><img class="alignnone size-full wp-image-543" title="elephant" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2008/06/elephant.jpg" alt="" width="57" height="50" /><br />
Gajah</div>
</td>
<td>0,15 x 2  kaki <sup>1</sup></td>
<td style="text-align: right;">12.000</td>
<td style="text-align: right;">117.600</td>
<td style="text-align: right; font-weight: bold;">369.898</td>
</tr>
<tr>
<td>
<div style="text-align: center;"><img class="alignnone size-full wp-image-544" title="stiletto" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2008/06/stiletto.jpg" alt="" width="50" height="57" /><br />
Stiletto</div>
</td>
<td>0,000113</td>
<td style="text-align: right;">70</td>
<td style="text-align: right;">686</td>
<td style="text-align: right; font-weight: bold;">6.068.648</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Nah, dari hasil itung-itungan di atas, ternyata tekanan ketika diinjak stiletto sama dengan tekanan diinjak 16 gajah jantan. Kalau begini caranya, kalau harus memilih, mending diinjak perempuan cantik memakai stiletto, atau diinjak gajah jantan?</p>
<p><span style="font-size:85%;"><sup>1</sup> Luas permukaan kaki gajah dikalikan dua karena ketika berjalan gajah perpijak pada dua kaki.<br />
Foto dipinjam dari <a href="http://www.flickr.com/photos/shielaann/468278208/">sini</a>. Lebih lanjut baca <a href="http://hypertextbook.com/facts/2003/JackGreen.shtml">ini</a>.<br />
</span>  </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hermansaksono.com/2007/06/seberapa-sakitkah-seandainya-diinjak.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>30</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Yunani untuk Greece</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/03/yunani-untuk-greece.html</link>
		<comments>http://hermansaksono.com/2007/03/yunani-untuk-greece.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Mar 2007 16:10:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Herman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesiana]]></category>
		<category><![CDATA[serba-serbi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/03/yunani-untuk-greece.html</guid>
		<description><![CDATA[Gara-gara dikasih tahu kw, saya menyadari kalau Indonesia itu hanya sekian sedikit negara yang menyebut negara yang di ujung selatan semenanjung Balkan dengan istilah Yunani. Selain Indonesia dan negara berbahasa arab, dunia mengenal Yunani dengan sebutan Greece, Grecia, Griechenland, Griekeland atau semacamnya. Sisanya—termasuk bangsa Yunani sendiri—memanggilnya Hellas. Malaysia, yang secara geografis dan historis mirip dengan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/blogger/_Rim-cL2259M/RfBByRVjPiI/AAAAAAAAAQ8/3ZdHiPoUVhI/s1600-h/yunani.jpg"><img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/blogger/_Rim-cL2259M/RfBByRVjPiI/AAAAAAAAAQ8/3ZdHiPoUVhI/s400/yunani.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5039600314930642466" border="0" /></a>Gara-gara dikasih tahu <a href="http://fanabis.blogsome.com/">kw</a>, saya menyadari kalau Indonesia itu hanya sekian sedikit negara yang menyebut negara yang di ujung selatan semenanjung Balkan dengan istilah Yunani. Selain Indonesia dan negara berbahasa arab, dunia mengenal Yunani dengan sebutan Greece, Grecia, Griechenland, Griekeland atau semacamnya.  Sisanya—termasuk bangsa Yunani sendiri—memanggilnya Hellas. Malaysia, yang secara geografis dan historis mirip dengan Indonesia, dulunya menyebut Yunani dengan nama Yunani, tapi entah kenapa sekarang memakai Greece.</p>
<p>Sekian factoid of the week hari ini.  </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hermansaksono.com/2007/03/yunani-untuk-greece.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>18</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Scientology Beckham</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/scientology-beckham.html</link>
		<comments>http://hermansaksono.com/2007/01/scientology-beckham.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 15 Jan 2007 12:04:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Herman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Anecdotes]]></category>
		<category><![CDATA[serba-serbi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/scientology-beckham.html</guid>
		<description><![CDATA[Beckham sempat konsultasi dengan Tom Cruise sebelum pindahan ke LA Galaxy AS. Ketika Tom dan Beckham nampak semakin dekat, apakah Tom juga hendak menjadikan David Beckham dan Victoria penganut Scientology?]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/blogger/_Rim-cL2259M/RauRHuDJGrI/AAAAAAAAANU/yi6WctQbXkk/s1600-h/beckham.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"><img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5020265771440872114" style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/blogger/_Rim-cL2259M/RauRHuDJGrI/AAAAAAAAANU/yi6WctQbXkk/s400/beckham.jpg" border="0" alt="" /></a>Berita tentang David Beckham di <a href="http://www.detiksport.com/gilabola/index.php/home.read/tahun/2007/bulan/01/tgl/13/time/125644/idnews/729920/idkanal/424">detikcom</a> ini memang bikin penasaran. Rupanya, pebola mahsyur dari Inggris itu sempat konsultasi dengan Tom Cruise sebelum pindahan ke klub LA Galaxy di Amrik. Emang kenapa kalau Tom Cruise?</p>
<p>Mas Cruise itu, selain dikenal dengan insiden <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Tom_cruise#Jumping_the_couch">loncat-loncat</a> di sofanya Oprah Winfrey, juga dikenal sebagai promotor agama Scientology yang juga taat. Konon, pernikahan Tom dengan Nicole Kidman kandas karena Tom ingin Nicole—yang Katolik—pindah ke Scientology. Tom juga pernah bikin Brooke Shields tersinggung gara-gara mengkritik <span style="font-style: italic;">mbakyu</span> Brooke memakai obat penenang setelah melahirkan; karena bagi orang Scientology, psikiater dan obat penenang itu haram hukumnya.</p>
<p><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Scientology">Scientology</a> yang didirikan oleh Ron L Hubbard memang sering mengundang <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Scientology_controversy">kontroversi</a>. Kepercayaan ini dikritik karena tindakan-tindakan yang berbau cuci otak serta menguras uang penganutnya. Cerdasnya, gereja Scientology suka memakai seleb Hollywood untuk mengendorse agama mereka. Scientologist yang seleb antara lain John Travolta dan Kristie Alley, selain juga Tom dan istri barunya Katie Holmes.</p>
<p>Kebiasaan merekrut selebriti ini mengundang pertanyaan. Ketika Tom dan Beckham nampak semakin dekat, apakah Tom juga hendak menjadikan David Beckham dan Victoria penganut Scientology? Fantastis memang membayangkan publisitas yang diperoleh gereja Scientology kalau atlet sengetop Beckham turut mengendorse agama ini.</p>
<p>Akan tetapi kalau kita perhatikan catatan di <a href="http://www.truthaboutscientology.com/stats/by-name/d/david-beckham.html">situs ini</a>, Beckham sudah terdaftar sebagai penganut Scientology sejak tahun 1978, serta telah mencapai kemuliaan tahap pertama di tahun 2003. Entah ini David Beckham suaminya Posh Spice, atau David Beckham yang tukang <span style="font-style: italic;">ngangsu </span>di istana Buckingham. </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hermansaksono.com/2007/01/scientology-beckham.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>27</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>The Politics Behind Every iPod</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/the-politics-behind-every-ipods.html</link>
		<comments>http://hermansaksono.com/2007/01/the-politics-behind-every-ipods.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 13 Jan 2007 12:19:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Herman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Anecdotes]]></category>
		<category><![CDATA[finds]]></category>
		<category><![CDATA[serba-serbi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/the-politics-behind-every-ipod.html</guid>
		<description><![CDATA[I have always been curious with the markings you&#8217;d found behind every iPod. It&#8217;s the ambiguous &#8216;Designed by Apple in California, Assembled in China&#8217; thingy. Were Steve Jobs refering to the Republic of China, or the People&#8217;s Republic of China? You see, those pretty MP3 players were assembled in Taiwan, by a lesser known company [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/blogger/_Rim-cL2259M/RajPreDJGhI/AAAAAAAAALg/EgabjA0BXmc/s1600-h/1150306533.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"><img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5019490130411985426" style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/blogger/_Rim-cL2259M/RajPreDJGhI/AAAAAAAAALg/EgabjA0BXmc/s400/1150306533.jpg" border="0" alt="" /></a><br />
I have always been curious with the markings you&#8217;d found behind every iPod.  It&#8217;s the ambiguous &#8216;Designed by Apple in California, Assembled in China&#8217; thingy. Were Steve Jobs refering to the Republic of China, or the People&#8217;s Republic of China?</p>
<p>You see, those pretty MP3 players were assembled in Taiwan, by a lesser known company called <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Foxconn">Foxcomm</a>, which happens to employ 60,000 people in Shenzen. A <a href="http://www.macworld.co.uk/news/index.cfm?RSS&amp;NewsID=14915">report</a> by the Mail newspaper revealed that the workers were underpaid, which—of course—Foxcomm and Apple later denied.</p>
<p>This leads us to wonder, why couldn&#8217;t Apple put &#8216;Taiwan&#8217; instead of &#8216;China&#8217;, if those iPods is really are produced in Taiwan?</p>
<p>Thats half of the story. In January 9th, Apple repeated their hidden political gesture when Steve Jobs <a href="http://www.thegadgetnet.com/2007/01/11/apple-perkenalkan-apple-tv-dan-iphone/">announced</a> his new toy: The Almighty and also The Alcontroversial: <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Iphone">iPhone</a>.</p>
<p><a href="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/blogger/_Rim-cL2259M/RajRK-DJGjI/AAAAAAAAALw/-KllWHM-ClM/s1600-h/ipodcongress.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"><img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5019491771089492530" style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/blogger/_Rim-cL2259M/RajRK-DJGjI/AAAAAAAAALw/-KllWHM-ClM/s400/ipodcongress.jpg" border="0" alt="" /></a><br />
If you look closely to iPhone&#8217;s <a href="http://www.apple.com/iphone/internet/">demo video</a>, you&#8217;d notice that Apple used a page from <a href="http://www.nytimes.com/">NYTimes</a> which happens to display a news on US&#8217;s Democratic Party&#8217;s recent winning in the midterm election. Complete with a huge picture of <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Nancy_pelosi">Nancy Pelosi</a>, the current US&#8217; Speaker of The House (thats Ketua DPR to you Indonesians). They could have used a different story, but they go with this one. Why? Thats something you&#8217;d have to ask Steve Jobs. Politely.</p>
<p>Conclusion: Apple make pretty phones; doesn&#8217;t recognize the <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Republic_of_China">Republic of China</a> as a nation; and is a pro Democrats. :)  </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hermansaksono.com/2007/01/the-politics-behind-every-ipods.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kenapa kita berkendaran di kiri jalan?</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2007/01/kenapa-kita-berkendaran-di-kiri-jalan.html</link>
		<comments>http://hermansaksono.com/2007/01/kenapa-kita-berkendaran-di-kiri-jalan.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Jan 2007 18:11:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Herman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Anecdotes]]></category>
		<category><![CDATA[serba-serbi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2007/01/kenapa-kita-berkendaran-di-kiri-jalan.html</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Repot sekali, mau naik motor aja harus di lajur kiri&#8221;, gerutu seorang pengendara motor yang baru saja ditilang Rp 30 ribu. Siapa sih yang iseng banget bikin aturan seperti ini? Mari kita runut. Di jaman Inggris kuno, para ksatria suka naik kuda. Berhubung para ksatria tidak kidal, maka pedang selalu dipegang tangan kanan dan perisai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;Repot sekali, mau naik motor aja harus di lajur kiri&#8221;, gerutu seorang pengendara motor yang baru saja ditilang Rp 30 ribu. Siapa sih yang iseng banget bikin aturan seperti ini?</p>
<p>Mari kita runut.</p>
<p>Di jaman Inggris kuno, para ksatria suka naik kuda. Berhubung para ksatria tidak kidal, maka pedang selalu dipegang tangan kanan dan perisai di tangan kiri. Nah, karena perisai dipegang tangan kiri, untuk melindungi dada ketika hendak naik kuda, mereka selalu dari naik-turun dari sisi kiri kuda. Selain itu, kalau lagi asyik kuda-kudaan lalu si ksatria diserang, berduel di sisi kiri jalan jauh lebih enak. Kebiasaan ini lama-lama diundangkan dan menjadi aturan formal. Adat ini juga diadopsi oleh negara-negara Eropa lain.<br />
<a href="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/blogger/_Rim-cL2259M/RaOzvWBBQfI/AAAAAAAAAKs/3s0aSadhMnM/s1600-h/knight.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"><img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5018052035765944818" style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/blogger/_Rim-cL2259M/RaOzvWBBQfI/AAAAAAAAAKs/3s0aSadhMnM/s320/knight.jpg" border="0" alt="" /></a><br />
Di Jepang ada sejarahnya sendiri. Di jaman Edo, samurai Jepang punya adat untuk berkuda di kiri jalan untuk mencegah dua samurai yang saling berpapasan brantem gara-gara kedua pedang mereka bersenggolan (PMS?). Akan tetapi, pada masa itu penduduk non-samurai tetap saja berkuda di sembarang sisi jalan. Pembakuan aturan berkendaraan di sebelah kiri baru muncul setelah kereta api dari Inggris mulai masuk ke negeri mungil seribu gempa nan-kaya itu.</p>
<p>Amerika lain lagi. Karena semula koloni Inggris, orang Amerika berkuda di kiri jalan. Akan tetapi, saking sakit-hatinya sama Inggris, penduduk Amerika berusaha menanggalkan citra koloni Inggris. Antara lain, mereka memutuskan untuk berkuda di kanan jalan. Pindah ke kanan konon juga untuk menghormati Perancis yang telah membacking perang melawan Inggris.</p>
<p>Perancis?</p>
<p>Jadiii&#8230; bangsawan Perancis itu aslinya juga berkuda di kiri jalan. Tetapi setelah revolusi Perancis, untuk melawan kemapanan, orang Perancis banting haluan ke kanan jalan. Napolen yang pada masa pemerintahannya mengekspansi Perancis ke negara-negara Eropa turut menyebarkan kebiasaan ini. Walhasil, negara yang disatroni Perancis seperti Belanda juga ketularan berkendaraan di kanan jalan.</p>
<p>Kalau orang Belanda berkanan-jalan, kenapa kita berkiri jalan? Ternyata, walaupun Belanda memang dikuasai Perancis pada tahun 1795, sejak tahun 1602 Belanda (yang waktu itu masih di sebelah kiri) sudah menjajah Indonesia dan terlanjur menularkan kebiasaan berkiri jalan. Rupanya benar juga kalau <span style="font-style: italic;">old habit die hard</span>.</p>
<p>Fyuff&#8230; sekian, <span style="font-style: italic;">factoid</span> hari ini kita cukupkan sampai sini. </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hermansaksono.com/2007/01/kenapa-kita-berkendaran-di-kiri-jalan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengenang 80-an</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2006/12/delapan-puluhan.html</link>
		<comments>http://hermansaksono.com/2006/12/delapan-puluhan.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 Dec 2006 13:31:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Herman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Misc]]></category>
		<category><![CDATA[serba-serbi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2006/12/mengenang-80-an.html</guid>
		<description><![CDATA[Skinny Jeans, dengerin iPod, ngeblog dan menggunakan kata hubung konjungtif &#8216;secara&#8217;, secara berlebihan. Itu adalah kenistaan kita-kita yang tumbuh di jaman 2000-an. Tapi biarlah itu kita ketawakan 20 tahun lagi. Sekarang adalah giliran kita mentertawakan tahun 80-an. Masih ingat serial Losmen, covergirl majalah Mode, dan JK Records? Semuanya terangkum di sebuah blog tentang tahun 80-an, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/blogger/_Rim-cL2259M/RYFXGFPw74I/AAAAAAAAACs/encu08JNuog/s1600-h/covergirl89-1.jpg"><img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/blogger/_Rim-cL2259M/RYFXGFPw74I/AAAAAAAAACs/encu08JNuog/s400/covergirl89-1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5008380022611832706" border="0" /></a><br />Skinny Jeans, dengerin iPod, ngeblog dan menggunakan kata hubung konjungtif &#8216;secara&#8217;, secara berlebihan. Itu adalah kenistaan kita-kita yang tumbuh di jaman 2000-an. Tapi biarlah itu kita ketawakan 20 tahun lagi. Sekarang adalah giliran kita mentertawakan tahun 80-an.</p>
<p>Masih ingat serial Losmen, covergirl majalah Mode, dan JK Records? Semuanya terangkum di sebuah blog tentang tahun 80-an, yang diberi nama&#8230; <a href="http://lapanpuluhan.blogspot.com/">blog 80-an.</a></p>
<p>Walaupun dipenuhi berbagai keterbatasan serta propaganda pemerintah, tahun 80-an—kalau dirasa-rasain—kok menyenangkan ya?</p>
<p>Dah ah, mo ke rental video&#8230; errrr&#8230; mo browsing ke YouTube dulu!  </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hermansaksono.com/2006/12/delapan-puluhan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>simPATI vs. Halo Bebas</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2006/12/simpati-vs-halo-bebas.html</link>
		<comments>http://hermansaksono.com/2006/12/simpati-vs-halo-bebas.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 13 Dec 2006 13:15:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Herman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Anecdotes]]></category>
		<category><![CDATA[Random]]></category>
		<category><![CDATA[serba-serbi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2006/12/simpati-vs-halo-bebas.html</guid>
		<description><![CDATA[Sekitar 5 bulan yang lalu, Telkomsel melebarkan lini kartu Halo menjadi empat varian, yaitu Halo Bebas Abonemen, Halo Bebas SMS, Halo Bebas Komunitas dan Halo Bebas Bicara (ini yang paling gres). Variasi produk ini membuat teman saya yang bernama Didit (bukan nama sebenarnya), bingung. Didit sebelumnya adalah pelanggan Simpati yang terjerat bujuk rayuan saya untuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sekitar 5 bulan yang lalu, Telkomsel melebarkan lini kartu Halo menjadi empat varian, yaitu Halo Bebas Abonemen, Halo Bebas SMS, Halo Bebas Komunitas dan Halo Bebas Bicara (ini yang paling gres). Variasi produk ini membuat teman saya yang bernama Didit (bukan nama sebenarnya), bingung.</p>
<p>Didit sebelumnya adalah pelanggan Simpati yang terjerat bujuk rayuan saya untuk migrasi ke Halo, tetapi masih bingung memilih paket yang mana. Untuk mencegah Didit bingung lebih lanjut, saya dan rekan-rekan membuat grafik biaya SMS untuk Simpati dan tiga varian Halo Bebas. Hasilnya adalah seperti ini.</p>
<p><a href="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/blogger/_Rim-cL2259M/RYFWd1Pw73I/AAAAAAAAACk/CNLuxMzzhds/s1600-h/Tarif.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"><img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5008379331122098034" style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/blogger/_Rim-cL2259M/RYFWd1Pw73I/AAAAAAAAACk/CNLuxMzzhds/s400/Tarif.jpg" border="0" alt="" /></a><br />
Cara melihat grafik ini sederhana, kalau garis grafik di atas grafik lain, berarti paket tersebut lebih mahal. Perhatikan juga dalam paket Halo memang ada sedikit <span style="font-style: italic;">overhead</span> untuk abonemen (atau biaya pemakaian minimal). Untuk Bebas Abonemen sebesar Rp 25 ribu, dan untuk Bebas Bicara dan Bebas SMS Rp 45 ribu.</p>
<p>Nampak penggunaan SMS untuk Simpati relatif lebih tinggi dibanding Halo Bebas SMS dan Bebas Bicara, tetapi lebih murah daripada Halo Bebas Abonemen. Artinya Bebas Abonemen (Rp 350/sms) kita coret sebagai paket yang disarankan.</p>
<p>Bebas SMS sedikit lebih mahal daripada Bebas Bicara, dan biaya telepon Bebas Bicara lebih murah. Oleh karena itu saya menyimpulkan secara sepihak kalau paket Halo Bebas Bicara adalah pilihan yang paling murah bagi pelanggan. Terutama yang sering SMS.</p>
<p>Ada yang menarik di dalam paket Bebas Bicara. Selain karena tarif SMS yang murah (Rp 250/sms) dan biaya percakapan yang miring, perhatikan juga kalau pelanggan dikenakan pajak untuk komunikasi yang benar-benar dia pakai. Kalau tagihan hape anda Rp 200 ribu, ya pajak yang dikenakan Rp 2 ribu. Bandingkan dengan Bebas SMS: anda membayar tagihan Rp 245 ribu, pajak yang anda bayar adalah Rp 2000 (komunikasi) + Rp 450 (abonemen). Rugi kan?</p>
<p>Nah sekarang kembali ke Didit. Pertanyaan besarnya&#8230; berapakah pengeluaran Didit selama sebulan setelah migrasi ke Halo Bebas? Ternyata lebih besar daripada ketika masih memakai Simpati. Hehehehe :)</p>
<p>Untuk Didit, mending migrasi ke Halo BebasTagihan aja deh.</p>
<p><a href="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/blogger/_Rim-cL2259M/RX__1FPw7xI/AAAAAAAAABc/RNRIuYCLf60/s1600-h/bebastagihan.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"><img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5008002598065729298" style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/blogger/_Rim-cL2259M/RX__1FPw7xI/AAAAAAAAABc/RNRIuYCLf60/s400/bebastagihan.jpg" border="0" alt="" /></a> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hermansaksono.com/2006/12/simpati-vs-halo-bebas.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Siapakah model Playboy dari Indonesia yang pertama?</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2005/11/siapakah-model-playboy-dari-indonesia.html</link>
		<comments>http://hermansaksono.com/2005/11/siapakah-model-playboy-dari-indonesia.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Nov 2005 11:52:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Herman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesiana]]></category>
		<category><![CDATA[serba-serbi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2005/11/siapakah-model-playboy-dari-indonesia-yang-pertama.html</guid>
		<description><![CDATA[Tiara Lestari? Bukan. Percaya atau tidak, sejarah keterlibatan Indonesia dengan Playboy sudah dimulai puluhan tahun yang lalu. Adalah Helfi Artistin Katrina (putri sulung dua seniman kondang Jogja: Kartika Affandi dan Saptohoedojo) yang pertama berpose di majalah Playboy pada tahun 1976. Saya mengetahui hal ini ketika membaca CV milik Bu Helfi Dirix. Saat itu, Bu Helfi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tiara Lestari? Bukan.</p>
<p>Percaya atau tidak, sejarah keterlibatan Indonesia dengan Playboy sudah dimulai puluhan tahun yang lalu. Adalah Helfi Artistin Katrina (putri sulung dua seniman kondang Jogja: Kartika Affandi dan Saptohoedojo) yang pertama berpose di majalah Playboy pada tahun 1976.</p>
<p>Saya mengetahui hal ini ketika membaca CV milik Bu Helfi Dirix. Saat itu, Bu Helfi sedang menjadi juri lomba menggambar anak-anak dalam sebuah event komik dan animasi di Benteng Vredeburg Jogja. Lucu juga ada tulisan &#8216;Model Majalah Playboy&#8217; tercampur dengan kegiatan beliau menjadi penari dan pelukis.</p>
<p>Sayang, karena waktu itu saya sibuk mengurusi kepanitiaan, saya tidak dapat bertemu langsung dengan beliau. Tapi, berdasar dari apa yang saya dengar dari teman-teman saya, cucu kesayangan almarhum Affandi ini adalah orang yang mengagumkan.</p>
<p>Saat ini, Bu Helfi tinggal di Hotel Rivercastle, Yogyakarta, yang dikelola bersama suaminya, Dr. Viscount Dirix de Riviere. </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hermansaksono.com/2005/11/siapakah-model-playboy-dari-indonesia.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rajin blogging bisa menyelamatkan nyawa anda</title>
		<link>http://hermansaksono.com/2005/11/rajin-blogging-bisa-menyelamatkan.html</link>
		<comments>http://hermansaksono.com/2005/11/rajin-blogging-bisa-menyelamatkan.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Nov 2005 01:32:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Herman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Reports]]></category>
		<category><![CDATA[serba-serbi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hermansaksono.com/2005/11/rajin-blogging-bisa-menyelamatkan-nyawa-anda.html</guid>
		<description><![CDATA[Rajin blogging bisa menyelamatkan nyawa anda. Atau setidaknya dalam kasus Simon Ng, rajin nge-blog membantu menangkap orang yang membunuhnya. Simon Ng (19)—seorang warga Queens, New York—ditemukan tewas di rumahnya pada hari Kamis, 12 Mei 2005. Kakak perempuannya, Sharon Ng, ditemukan sekarat akibat luka tusukan, dan meninggal satu jam kemudian di rumah sakit. Polisi New York [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/blogger/blogger/6595/820/1600/969-lin_j.jpg"><img style="margin: 0px 10px 10px 0px; float: left;" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/blogger/blogger/6595/820/320/969-lin_j.jpg" border="0" alt="" /></a> Rajin <em>blogging </em>bisa menyelamatkan nyawa anda. Atau setidaknya dalam kasus Simon Ng, rajin nge-blog <a href="http://www.nydailynews.com/front/story/310320p-265498c.html">membantu menangkap orang yang membunuhnya</a>.</p>
<p>Simon Ng (19)—seorang warga Queens, New York—ditemukan tewas di rumahnya pada hari Kamis, 12 Mei 2005. Kakak perempuannya, Sharon Ng, ditemukan sekarat akibat luka tusukan, dan meninggal satu jam kemudian di rumah sakit. Polisi New York berhasil mengusut pelaku pembunuhannya berkat salah satu entri dalam <a href="http://www.xanga.com/ToTo247">blog Simon</a>.</p>
<p><a href="http://www.xanga.com/item.aspx?user=ToTo247&amp;tab=weblogs&amp;uid=261268578">Di dalam blognya</a>, Simon menyebutkan si pelaku pembunuhan atas dirinya berada di dalam rumahnya. Beberapa saat kemudian, sang pelaku membunuh Simon Ng. Kakak perempuannya yang pulang beberapa jam kemudian juga langsung digorok oleh si pelaku.</p>
<p>(Source: <a href="http://www.nydailynews.com/">NY Daily News</a> )  </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hermansaksono.com/2005/11/rajin-blogging-bisa-menyelamatkan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

