Opinion - February 8th, 2011
Pembakaran Gereja di Temanggung
Belum kering air mata kita akibat pembantaian Ahmadiyah, hari ini terjadi lagi kekerasan beragama di Temanggung. Massa yang disebut-sebut dari FPI ini membakar Gereja Temanggung dan merusak sejumlah fasilitas publik.
Massa mengamuk setelah jaksa membacakan tuntutan 5 tahun penjara untuk tersangka kasus penistaan agama oleh Antonius Richmond Bawengan. Antonius dituduh menistakan agama karena mengedarkan selebaran yang mengatakan hajar aswad merupakan kelamin perempuan. Kecewa dengan tuntutan 5 tahun penjara yang dianggap terlalu ringan, massa yang berjubah dan bersurban lantas mengamuk.
Dari laporan Eri Sutrisno melalui Twitter, beberapa Romo dipukuli di Gereja Katolik Kanisius Temanggung. Eri juga melaporkan terjadi sweeping KTP di Temanggung. Orang yang tidak berjilbab dan beragama Kristen dipukuli. Sementara itu, Tommy Indra melaporkan kalau sejumlah suster diungsikan ke BRI, dan diberi pakaian biasa untuk menghindari kekerasan terhadap atribut agama.

Suasana Di Depan Kantor BRI Temanggung yg bersebelahan dengan Gereja Katholik Temanggung, foto oleh Tommy Indra
Massa juga dilaporkan membakar dan melepari batu sekolah dan playgroup Shekina pada jam sekolah. Keponakan Tessy Penyami dikepung dan terjebak di dalam.
Ini sudah kesekiankalinya kekerasan beragama terjadi di Indonesia, dan saya yakin kejadian hari ini cuma akan mengulang pola-pola yang sama. FPI akan balik menuduh bahwa kekerasan itu terjadi karena umat Islam terprovokasi. SBY akan merasa prihatin. Polri berjanji akan mengusut, walaupun belum berani tetapkan tersangka. Dan kemudian akan muncul beberapa orang (yang mengaku) Islam yang setengah membela kekerasan itu.
Selama pola-pola seperti ini terulang terus, maka kekerasan beragama tidak akan pernah habis, dan justru bergulir lebih buruk.
***
Ini adalah developing news. Artikel akan terus diupdate jika ada perkembangan baru. Mohon tidak komentar yang memancing kebencian terhadap agama lain. Komentar yang melanggar akan dihapus.
Update 16.50: Gereja yang mengalami perusakan adalah Gereja Bethel Indonesia, Gereja Pantekosta Temanggung, dan Gereja Katolik Santo Petrus. (via Kompas)
Update 17.17: Kapolda Jateng mengatakan massa pelaku kerusuhan berasal dari pinggiran kota Temanggung dan luar daerah Temanggung. Mereka datang setelah mendapatkan SMS undangan mengikuti acara dakwah. (via Tempointeraktif)
Update 18.08: Romo Benny, pendiri Setara Institute, menjelaskan kalau tidak ada romo ataupun suster yang dipukul. (via Detikcom)
Update 9 Feb 2011: Foto-foto kondisi Gereja Santo Petrus Paulus setelah diamuk massa (via Pujusumarta):
Selain itu, belum ditemukan indikasi bahwa FPI terlibat dalam insiden ini.





